Gaya Lompat Jauh

Lompat jauh termasuk salah satu cabang olahraga atletik yang diperlombakan di pertandingan skala nasional maupun internasional. Para atlet akan melakukan gerakan lompat jauh menggunakan gaya.

Yang bisa disebut juga dengan gaya lompat jauh, gaya ini terbagi menjadi beberapa jenis seperti gaya jongkok dan lainnya.

Tujuan lompat jauh ialah untuk mencapai jarak lompatan sejauh-jauhnya.

Jadi apa itu gaya lompat jauh, bagaimana sejarahnya, apa saja macamnya, dan teknik melakukkannya?

Silahkan simak penjelasan berikut dengan seksama ya.

Pengertian Lompat Jauh

Lompat jauh merupakan suatu gerakan melompat yang menggunakan tumpuan pada satu kaki untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya.

Sasaran dan tujuan lompat jauh yaitu untuk mencapai jarak lompatan hingga sejauh mungkin ke sebuah titik pendaratan atau bak lompat.

Jarak lompatan diukur dari papan tolakan sampai ke batas terdekat dari letak titik pendaratan yang dihasilkan oleh bagian tubuh.

Perhatian khusus pada hal-hal teknis ternyata juga memberikan keuntungan bagi atlet saat perlombaan.

Faktor yang mempengaruhi lompat jauh secara maksimal antara lain:

  • Panjang tungkai
  • Daya ledak otot tungkai
  • Kecepatan lari saat mengambil awalan
  • Tolakan atau take off
  • Sikap badan di udara dan mendarat.

Selain itu, atlet juga harus memiliki kekuatan, daya ledak, kecepatan, ketepatan, kelentukan, dan koordinasi gerakan juga harus dipahami serta menguasai teknik untuk melakukan gerakan lompat jauh. Dan bisa melakukannya dengan cepat, tepat, luwes dan lancar.

Sejarah Lompat Jauh

Sejarah lompat jauh berawal sejak sekitar 13 abad yang lalu. Olahraga ini sudah ada sejak tahun 708 Masehi saat ada Olimpiade Kuno di Yunani.

Lompat jauh merupakan satu-satunya kejuaraan lompat yang dilombakan dalam Olimpiade tersebut. Semua lomba yang diadakan dimaksudkan sebagai latihan militer perang.

Munculnya olahraga lompat jauh dipercaya untuk melatih ketangkasan para prajurit perang dalam menerobos rintangan yang ada, seperti jurang atau parit.

Pada saat itu, para pelompat diwajibkan berlari dengan membawa sebuah beban dikedua tangan yang dikenal dengan sebutan halteres dengan berat 1 – 4,5 kg.

Olahraga lompat jauh pernah dilakukan oleh pelompat dari Sparta dengan rekor lompatan sejauh 7,05 meter.

Di dunia modern, lompat jauh sudah menjadi bagian kompetisi Olimpiade sejak pertama kali munculnya perlombaan ini di tahun 1896.

Kemudian pada tahun 1914, Dr. Harry Eaton Stewart merekomendasikan dibuatnya running broad jump yang distandarkan bagi atlet perempuan. Sehingga mereka juga bisa mengadakan kompetisi lompatan jauh.

Rekomendasi ini dipertimbangkan dan diterapkan agar atlet perempuan mampu mengikuti kompetisi lompat jauh pada level Olimpiade.

Walaupun olahraga ini termasuk bagian dari permainan Olimpiade Kuno, baru pada tahun 1896 Olimpiade modern pertama lompat jauh ikut dilombakan secara resmi.

Sedangkan perlombaan lompat jauh di Olimpiade untuk wanita baru mulai dipertandingkan pada tahun 1948.

Macam-macam Gaya Lompat Jauh

Ada 3 jenis gaya lompat jauh, yaitu:

  • Gaya berjalan di udara (walking in the air)
  • Gaya jongkok (tuck/orthodok)
  • Gaya menggantung (hangstyle)

Berikut penjelasan lebih detailnya.

Gaya Berjalan di Udara (walking in the air)

Lompat jauh gaya berjalan di udara disebut juga dengan gaya walking in the air.

Gerakan lompat jauh ini bergaya seolah-olah sedang berjalan di udara, saat tubuh sedang melayang di udara gerakan kaki akan berlari atau berjalan di udara.

Gerakan tersebut dilakukan setelah atlet melakukan tolakan dan tubuh sedang melayang di udara.

Kedua kaki digerakkan seperti orang berlari sampai akhirnya landing kaki menyentuh tanah dan tubuh tetap dijatuhkan ke depan supaya tidak mengurangi jauhnya lompatan.

Saat melakukan tumpuan bisa menggunakan kaki kiri atau kaki kanan sesuai dengan kebiasaan pelompat.

Sebaiknya gunakan kaki yang mempunyai kekuatan paling dominan. Ketika kaki menumpu ke balok, badan harus dicondongkan ke depan agar keseimbangan badan tetap terjaga.

Pandangan ke depan dengan kedua lengan berada di samping atas badan dan pada saat bertumpu kecepatan yang dikembangkan melalui awalan tidak terputus.

Setelah pelompat menumpu pada balok tumpuan, maka badan akan bisa terangkat ke udara. Dengan melakukan sikap berjalan di udara, kedua kaki saling bergantian mengayuh di udara.

Sebelum kaki mendarat, upayakan berada dalam posisi di udara selama mungkin, supaya hasil lompatan maksimal.

Pada waktu pendaratan, pelompat harus berusaha menjulurkan kedua tangannya ke depan dan kemudian ditarik ke belakang. Sedangkan kaki diluncurkan ke depan sejauh mungkin.

Daratkan kedua kaki secara bersamaan agar terhindar dari cedera, dan jatuhkan berat badan ke depan.

Gaya Jongkok (tuck)

Gaya lompat jauh yang paling sederhana untuk diajarkan pada pemula seperti siswa di SD adalah lompat jauh gaya jongkok.

Teknik lompat jauh gaya jongkok termasuk yang paling sederhana jika dibandingkan dengan gaya yang lain.

Lompat jauh gaya tuck disebut juga gaya duduk di udara. Pada gaya ini ketika melayang di udara, seorang pelompat seolah-olah melakukan sikap berjongkok di udara.

Badan di udara setelah kaki kiri bertumpu, maka kaki kanan diayunkan dengan cepat ke arah depan. Saat mencapai titik tertinggi sikap badan, kaki seperti duduk atau jongkok.

Gaya Menggantung (hangstyle)

Lompat jauh gaya menggantung disebut juga dengan istilah hangstyle atau schnepper.

Sikap gaya gantung saat di udara seolah-olah sedang menggantung di udara. Ketika melayang, kedua lengan diluruskan ke depan, kedua lutut dan badan dibawa ke depan.

Saat kedua kaki akan menyentuh tempat pendaratan, luruskan ke depan dan mendarat dengan kedua tumit terlebih dahulu. Lalu, waktu kedua kaki mendarat, kedua lutut mengepet dan berat badan dibawa ke depan.

Teknik Dasar Lompat Jauh

teknik dasar lompat jauh
teknik lompat jauh

Teknik yang dilakukan dalam lompat jauh dibagi menjadi 4 jenis, yaitu teknik awalan, tumpuan, melayang di udara, dan pendaratan. Berikut penjelasan lebih detailnya.

Teknik Awalan

Awalan merupakan suatu gerakan dalam atletik lompat jauh yang dilakukan dengan cara lari secepat mungkin agar memperoleh kecepatan maksimal sebelum melakukan tolakan.

Selain itu, awalan dalam atletik lompat jauh dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk memperoleh kecepatan horizontal maksimal yang kemudian diubah menjadi kecepatan vertikal ketika melakukan tolakan.

Jarak dari suatu awalan tergantung dari tingkat kematangan dan kemampuan atlet tersebut untuk berakselerasi dengan kecepatannya sendiri.

Teknik awalan harus dilakukan dengan berlari secepat mungkin dari jarak 40-45 meter pada sebuah lintasan lari.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan awalan dalam cabang atletik lompat jauh, seperti:

  • Jarak awalan lompat jauh bergantung pada kemampuan atlet itu sendiri.

Bagi para pelompat yang dalam jarak pendek sudah mencapai kecepatan maksimal, bisa memakai jarak awalan pendek atau dekat saja (kurang dari 30-35 meter atau kurang dari itu).

Sedangkan, untuk atlet yang baru mencapai kecepatan maksimal dalam jarak relatif jauh, jarak awalan juga harus lebih jauh (kurang dari 30-45 meter atau lebih dari itu).

  • Posisi ketika berdiri di titik awalan pada lompat jauh yaitu kaki posisi sejajar atau bisa juga salah satu kaki berada di depan, tergantung dari kebiasaan atlet itu sendiri.

Cara pengambilan awalan dalam lompat jauh dimulai dari perlahan-lahan dan kemudian semakin cepat (sprint). Kecepatan ini harus dipertahankan hingga sesaat sebelum melakukan tumpuan/tolakan.

  • Setelah mencapai kecepatan maksimal sekitar 3-4 langkah terakhir bertumpu (take-off) gerakan lari dilepas secara spontan tanpa mengurangi kecepatan yang sudah dicapai sebelumnya.

Teknik Menumpu

Menumpu ialah gerakan yang penting dalam lompat jauh untuk menentukan hasil lompatan yang sempurna.

Dalam teknik ini, atlet melakukan tolakan pada sebuah papan atau balok tumpuan menggunakan kaki terkuat dengan mengubah kecepatan horizontal menjadi kecepatan vertikal.

Pada saat melakukan tumpuan, posisi badan tidak boleh terlalu condong. Tumpuan juga harus kuat, cepat dan aktif.

Keseimbangan badan juga harus dijaga agar tidak goyang. Gerakan ayunan lengan sangat membantu untuk menambah ketinggian serta menjaga keseimbangan tubuh.

Ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam melakukantolakan dalam lompat jauh, antara lain:

  • Tolakan dalam lompat jauh harus dilakukan dengan kaki yang kuat.
  • Bagian telapak kaki yang sangat cocok dan kuat untuk bertumpu biasanya terletak di bagian tumit terlebih dahulu dan diakhiri di bagian ujung kaki.
  • Sesaat sebelum melakukan tumpuan, usahakan badan condong ke belakang.
  • Sebaiknya bertumpulah tepat di papan tumpuan.
  • Kedua lengan ikut diayunkan ke depan atas ketika bertumpu.
  • Ayunkan kaki dan angkat ke depan sampai setinggi pinggul dengan posisi lutut ditekuk.

Teknik Melayang

Gerakan melayang dalam lompat jauh dilakukan setelah meninggalkan balok tumpuan.

Saat melakukan gerakan melayang, keseimbangan badan harus tetap terjaga. Ayunan kedua tangan bisa membantu atlet dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Ada 2 cara dalam melakukan teknik melayang, yaitu:

  • Dengan sikap jongkok

Dalam sikap ini, saat menumpu kaki ayun mengangkat lutut setinggi-tingginya, lalu disusul dengan kaki tumpu. Kemudian sebelum melakukan pendaratan, kedua kaki dibawa ke depan.

  • Dengan sikap menggantung

Dalam sikap ini, kaki ayun dibiarkan tergantung lurus pada waktu menumpu. Tubuh diusahakan tegak, disusul oleh kaki tumpu dengan lutut ditekuk sambil pinggul didorong ke depan. Lalu, kedua lengan direntangkan ke atas.

Teknik Mendarat

Dalam teknik ini, atlet harus mendarat dengan sebaik mungkin. Jangan sampai badan atau lengan jatuh ke belakang.

Pendaratan pada bak lompat dimulai dengan posisi kedua tumit kaki dan kedua kaki agak rapat. Gerakan-gerakan waktu pendaratan harus dilakukan dengan kedua kaki.

Yang perlu diperhatikan saat mendarat dalam lompat jauh adalah kedua kaki mendarat secara bersamaan, diikuti dengan dorongan pinggul ke depan.

Sehingga badan tidak cenderung jatuh ke belakang yang dapat berakibat fatal bagi atlet itu sendiri.

Baca juga: Lompat Tinggi

Ukuran Lapangan Lompat Jauh

ukuran lapangan lompat jauh, lintasan lompat jauh
ukuran lapangan lompat jauh dari DLGSC

Lapangan cabang olahraga lompat terdiri dari dua bagian utama, yaitu lintasan lari untuk awalan dan bak pasir untuk melakukan pendaratan.

Standar ukuran lapangan lompat jauh dalam perlombaan resmi antara lain:

  • Lintasan lari: Landasan untuk melakukan awalan lari dengan permukaan beton keras dengan panjang minimum 40 meter. Pada ujung lintasan lari, ada balok untuk lepas landas dengan ketebalan 5 cm, lebar 20 cm, serta jarak balok dan bak pasir 1 meter.
  • Bak pasir: Area pendaratan yang berisi pasir memiliki ukuran panjang 9 meter dan lebar antara 2,75 hingga 3 meter.

Berikut keterangan ukuran lapangan lompat jauh:

  • Panjang bak lompat: 9 m
  • Lebar bak lompat: 2,75 – 3 m
  • Panjang lintasan awalan:  40 – 45 m
  • Lebar lintasan awalan: 1,22 m
  • Panjang papan tumpu: 1,22 m
  • Lebar papan tumpu: 20 cm
  • Tebal papan tumpu: 5 cm
  • Bak lompat diisi dengan pasir

Peraturan Lompat Jauh

International Association of Athletics Federations (IAAF) atau yang saat ini dikenal sebagai World Athletics telah membuat sejumlah peraturan, mulai dari proses lompatan sampai perlengkapan atlet seperti berikut ini.

  • Seluruh lompatan harus diselesaikan oleh pelompat dalam waktu satu menit setelah melangkah ke lintasan lari.
  • Bagian kaki pelompat tidak boleh melewati bagian tepi garis pelanggaran (foul line) yang terletak persis setelah balok lepas landas. Jika bagian kaki ada yang melewati garis pelanggaran, maka lompatan tidak sah.
  • Dalam sebuah perlombaan, pelompat umumnya akan memiliki tiga kali kesempatan melompat. Lompatan yang tidak sah akan mengurangi kesempatan tersebut.
  • Hakim akan mengukur jarak lompatan mulai dari tepi garis pelanggaran ke titik pendaratan pertama yang dilakukan pelompat.
  • Teknik gerakan jungkir balik tidak diperbolehkan ketika melakukan lompatan.
  • Tidak diperbolehkan menggunakan sepatu lari dengan ketebalan sol lebih dari 13 mm.

Hal-hal yang Harus Dihindari dan Dilakukan Dalam Lompat Jauh

Berikut beberapa hal yang harus dihindari dan dilakukan ketika melakukan lompat jauh.

Hal-hal yang perlu dihindari dalam lompat jauh:

  1. Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum bertolak.
  2. Bertolak dari tumit dengan kecepatan yang tidak memadai.
  3. Badan miring jauh ke depan atau ke belakang.
  4. Fase yang tidak seimbang.
  5. Gerak kaki yang premature.
  6. Tidak cukup angkatan kaki pada pendaratan.
  7. Satu kaki turun mendahului kaki lain di darat.

Hal-hal yang harus dilakukan/diperhatikan dalam lompat jauh:

  • Pelihara kecepatan sampai saat menolak.
  • Capailah dorongan yang cepat dan dinamis dan balok tumpuan.
  • Rubahlah sedikit posisi lari, bertujuan mencapai posisi lebih tegak.
  • Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik.
  • Capailah jangkauan gerak yang baik.
  • Agar gerak jadi lebih kuat, gunakan tenaga yang lebih besar.
  • Kuasai gerak yang benar dari lengan dan kaki dalam meluruskan dan ketika menyentuh matras atau bak pasir.

Demikian pembahasan dari gaya lompat jauh ini, semoga membantu.

Sekian.

Tinggalkan komentar