Hukum Penawaran

Hukum Penawaran – Penawaran adalah jumlah barang yang ingin ditawarkan atau dijual oleh produsen.

Barang yang diawarkan dalam berbagai tingkat dan harga dan biasanya berlaku pada periode tertentu.

Artinya, harga tidak selalu stabil karena akan tergantung kepada jumlah barang yang tersedia.

Penawaran dan permintaan saling berkaitan erat satu sama lain dalam pembentukan harga.

Permintaan berpengaruh terhadap penawaran, sehingga terjadilah keseimbangan pasar.

Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara jumlah produk yang ditawarkan oleh produsen untuk dijual denga harga produk tersebut.

Dalam teori ekonomi, dijelaskan tentang hukum penawaran bahwa ketika harga barang naik, maka jumlah barang yang ditawarkan bertambah.

Sebaliknya, jika harga barang turun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan berkurang.

Berikut pengertian dan penjelasan mengenai hukum penawaran.

Pengertian Hukum Penawaran

pengertian hukum penawaran
pixabay.com

Didalam kegiatan tawar-menawar, berlaku juga hukum penawaran. Hukum ini berfungsi sebagai pengikat bentuk norma dan norma.

Berikut beberapa hukum penawaran yang telah dirangkum:

  • Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan mengenai sifat antara harga dan jumlah suatu barang yang ditawarkan para penjual.

Hukum ini sarat menonjolkan keinginan dari para penjual untuk menawarkan barangnya.

Karena persetujuan antara pembeli dan penjual dalam penawaran akan menentukan harga barang.

  • Hukum penawaran adalah aturan yang mengikat dan menjelaskan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual.

Hukum ini menyatakan, bagaimana keinginan para penjual untuk menawarkan barangnya apabila harganya tinggi dan saat harganya rendah.

  • Dalam hukum penawaran, faktor yang berubah adalah harga dan kuantitas (jumlah) barang atau jasa.

Ketika harga barang naik, maka pemasok akan menambah jumlah pasokan barang di pasar.

Pada kondisi ini, terlihat perilaku produsen ketika harga barang atau jasa berubah.

Saat harga barang naik, pemasok menambah jumlah pasokan barang untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak karena harga barang yang lebih tinggi.

  • Hukum penawaran berkaitan dengan jumlah seluruh komoditas yang diproduksi dan ditawarkan oleh sebuah perusahaan.

Harga komoditas yang ditawarkan dapat turun dan juga naik.

Biasanya, ketika harga barang naik, maka pemasok akan berusaha memaksimalkan pencapaian laba bersih dengan meningkatkan jumlah produk yang dijual.

  • Hukum penawaran terlihat dalam kondisi saat harga produk turun, lalu pemasok akan mengurang pasokan produk di pasar.

Lalu pemasok akan menunggu kondisi saat harga produk naik di masa yang akan datang.

Dari sejumlah pengertian hukum penawaran di atas, maka dapat kita simpulkan jika hukum ini berlaku ketika ada kegiatan penawaran yang berlangsung dari pemasok kepada penjual atau pembeli.

Ada hal-hal yang mengikat ketika kegiatan tersebut berlangsung, seperti harga dan kuantitas barang.

Kedua hal tersebut berubah-ubah tergantung pada kondisi dari pemasok, misalnya pasokan dan distribusi barang.

Selain itu, hukum penawaran ini juga berkaitan dengan hukum permintaan.

Contoh Hukum Penawaran

contoh
pixabay.com

Berikut adalah contoh hukum penawaran:

  1. Saat harga bawang merah naik, maka produsen akan menaikkan jumlah produksi bawang merah yang ditawarkan supaya meraup keuntungan yang lebih besar.
  2. Minat masyarakat terhadap smartphone sangat tinggi dan harganyapun cukup tinggi. Sehingga produsen akan meningkatkan intensitas penawaran supaya mendapatkan omset yang lebih besar.
  3. Setelah hari raya, minat masyarakat terhadap sirup menurun. Sehingga produsen akan mengurangi intensitas penawaran supaya tidak mengalami kerugian.
  4. Dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melakukan kegiatan transaksi, terutama jual-beli barang maupun jasa.

Dalam jual beli, biasanya akan ada faktor permintaan dan faktor penawaran.

Dan dalam mempelajari permintaan dan penawaran ini selalu ada hukum-hukum yang menyertainya.

Jenis Penawaran dalam Hukum Penawaran

jenis-jenis penawaran
pixabay.com

Dalam bidang ekonomi, penawaran kondisi saat individu atau perusahaan sanggup menyediakan sebuah barang atau jasa selama periode tertentu.

Ketersediaan barang atau jasa dipasar dipengaruhi oleh beberapa hal, misalnya biaya, kapasitas, dan faktor-faktor lainnya.

Oleh karena itu, ada dua jenis penawaran yang dapat kita kenal, yaitu penawaran individu dan penawaran pasar.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

1. Penawaran Individu

Penawaran individu menggambarkan kesediaan dari perusahaan atau individu untuk menyediakan barang atau jasa di pasar pada periode waktu tertentu.

Kondisi tersebut bergantung pada beberapa faktor, seperti harga produk, biaya produksi, serta kebijakan dan peraturan pemerintah. harga cabai naik. Maka, penawaran akan naik saat harga di pasar mengalamai kenaikan.

2. Penawaran Pasar

Pasokan pasar menggambarkan kuantitas barang atau jasa tertentu, yang semua penjual di pasar gabungan bersedia untuk menjual.

Pasokan pasar mewakili jumlah semua persediaan setiap individu atas barang atau jasa tertentu.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hukum Penawaran

faktor faktor yang memengaruhi penawaran
youtube.com

Keinginan para penjual untuk atau pemasok dalam menawarkan barang dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor-faktor tersebut akan membentuk supply (pasokan) dan demand (permintaan) barang atau jasa.

Semakin banyak barang atau jasa yang tersedia di pasar, kemungkinan harga di pasar akan cenderung stabil atau murah.

Sebaliknya, saat barang atau jasa di pasar sedikit, maka harganya akan naik.

Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhi para penjual atau produsen dalam menawarkan suatu barang.

1. Harga Barang Itu Sendiri

Saat harga yang ditawarkan naik, maka jumlah barang yang biasanya ditawarkan akan meningkat.

Sebab, produsen ingin mendapatkan banyak keuntungan dari barang yang ditawarkan.

Contoh: ponsel dengan harga murah lebih diminati oleh masyarakat dibanding iPhone, maka produsen smartphone murah akan berlomba-lomba untuk membuat produk murah dengan spesifikasi yang sebanding dengan iPhone.

2. Harga Barang-barang Lain

Biasanya penjual akan selalu mengambil kesempatan ketika harga barang di pasar mengalami kenaikan.

Saat kondisi barang yang ditawarkan terbatas, biasanya produsen akan menawarkan produk alternatif lainnya yang dapat mengganti produk tersebut.

Contoh: ketika harga SmartTv terus naik hingga mencapai mencapai kondisi harga yang mahal, maka penjual akan beralih ke smartphone untuk menggantinya.

3. Biaya Produksi

Biaya produksi adalah keseluruhan biaya yang digunakan dalam proses produksi.

Mulai dari membeli bahan baku, membeli bahan baku, mengelolanya, menggaji para karyawan, dan biaya akhir dari produk tersebut.

Apabila dalam proses produksi mengalami kenaikan harga, maka produsen tentu tidak ingin merugi. Sehingga memutuskan untuk menaikkan harga produknya.

4. Kemajuan Teknologi

Sangat penting untuk memudahkan proses produksi dari produsen untuk menghasilkan barang atau jasa.

Terutama untuk memproduksi barang dengan kuantitas lebih banyak. Penggunaan mesin modern lebih efisien dilakukan.

Tidak hanya dalam memproduksi produk, namun juga mempercepat distribusi sebuah produk atau jasa di pasar.

Pada satu sisi, kemajuan tekonologi dapat memaksimalkan keuntungan.

5. Pajak

Pengenaan pajak bisa membatasi produksi suatu barang. Selain juga memengaruhi jumlah barang yang akan diproduksi.

Apabila seorang produsen diharuskan untuk mengirimkan sebagian keuntungan dari penjualan sebagai pajak.

Biasanya produsen cenderung akan menaikkan pasokan.

6. Undang-undang yang Berlaku

Pastikan peratuan perundangan-undangan yang berlaku tidak membatasi jumlah produk yang diberikan.

Misalnya, ketentuan bagi e-commerce saat ini terkait berapa persentase barang impor yang diperbolehkan untuk dijual.

7. Kondisi Saat Ketidakpastian Terjadi

Dalam situasi risiko yang lebih tinggi, produsen memilih untuk menawarkan produknya secara terbatas.

Strategi produsen pada umumnya memfokuskan persediaan yang lebih rendah sehingga mereka dapat melepaskan persediaannya.

Selama masa perang dan kerusuhan sipil, misalnya, penjual lebih fokus pada menjual produk dengan harga yang lebih rendah.

Pengecualian dalam Hukum Penawaran

pengecualian
pixabay.com

Menurut hukum penawaran, jika harga suatu produk naik, maka jumlah barang juga akan naik. Begitu juga sebaliknya.

Namun, ada kondisi tertentu yang membuat hukum ini menjadi tidak berlaku.

Kondisi tersebut dikenal sebagai pengecualian terhadap hukum penawaran.

Dalam kasus ini, terlihat pada persediaan produk akan turun, seiring dengan kenaikan harga suatu produk pada titik tertentu.

Contoh: adanya perununan jumlah tenaga kerja di sebuah organisasi atau perusahaan.

Perununan jumlah tenaga kerja tersebut biasanya disebabkan oleh upah yang rendah.

Faktor Pengecualian dalam Hukum Penawaran

Beberapa faktor turut memengaruhi pengecualian dalam hukum penawaran, berikut rincian dan penjelasannya.

1. Spekulasi

Mengacu pada kenyataan bahwa persediaan produk menurun dan bukannya meningkat ketika ada kenaikan yang diharapkan dalam harga produk tersebut.

Dalam kasus seperti ini, penjual tidak akan memasok seluruh jumlah produk dan akan menunggu kenaikan harga di masa depan untuk mendapatkan keuntungan tinggi.

Kasus ini merupakan pengecualian dalam hukum penawaran.

2. Produk Pertanian

Menyiratkan bahwa hukum penawaran tidak berlaku terhadap produk pertanian karena penawaran produk ini tergantung pada musim atau kondisi iklim tertentu.

Dengan demikian, pasokan produk ini tidak dapat ditingkatkan setelah batas tertentu terlepas dari kenaikan harga mereka.

3. Perubahan dalam Situasi Lain

Mengacu pada kenyataan bahwa hukum penawaran mengabaikan faktor-faktor lain (kecuali harga) yang dapat memengaruhi pasokan suatu produk.

Faktor-faktor ini dapat berupa:

  1. Alam.
  2. Kondisi transportasi, dan.
  3. Kebijakan pemerintah.

Kesimpulan

Hukum penawaran adalah aturan yang mengikat dan menjelaskan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual.

Penawaran dan permintaan saling berkaitan satu sama lain, sehingga terjadi keseimbangan pasar.

Banyaknya kebutuhan manusia yang harus dipenuhi membuat banyak penawaran yang terjadi pasar.

Semakin banyak penawaran yang terjadi dapat membuat jumlah barang semakin sedikit pula dan menimbulkan kelangkaan.

Demikian pembahasan mengenai hukum penawaran ini, semoga bermanfaat dan dapat membantu kegiatan belajar kamu.

Sekian.

Tinggalkan komentar