Jenis-jenis Tanaman Obat

Jenis-jenis tanaman obat ada banyak, namun kali ini kita akan membahas 11 jenis tanaman obat.

Sebelum masuk ke penjelasannya kita akan sedikit berkenalan terlebih dahulu dengan tanaman ini.

Dari total sekitar 40 ribu jenis obat tradisional yang sudah dikenal di dunia, 30 ribunya dipercaya berada di Indonesia.

Meski demikian, ternyata hanya ada 9 ribu spesies obat herbal yang diduga memiliki manfaat bagi kesehatan.

Lalu, apa saja tanaman obat-obatan yang dapat ditanam sendiri di rumah dan memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan kita?

Apa yang Dimaksud Dengan Tanaman Obat?

Seperti namanya, pengertian tanaman obat adalah jenis tanaman yang sebagian atau seluruh bagian tanaman tersebut, seperti daun, batang, buah, umbi (rimpang), sampai akarnya digunakan sebagai obat, bahan, atau ramuan obat-obatan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mendefinisikan obat herbal atau medicinal plants sebagai tanaman yang digunakan dengan tujuan pengobatan dan merupakan bahan asli dalam pembuatan obat herbal.

Kecenderungan masyarakat untuk mengonsumsi obat tradisional tentu tak terlepas dari gaya hidup back to nature. Akibatnya, masyarakat mulai beralih menggunakan bahan-bahan alami untuk meminimalisir efek samping obat-obatan medis dari dokter.

Apa Saja Manfaat Tanaman Obat Bagi Kesehatan?

Manfaat tanaman obat bisa berasal dari akar, batang, sampai daunnya. Tak heran jika dari satu jenis tanaman obat saja sudah bisa memiliki khasiat yang berbeda-beda dalam mengobati berbagai macam penyakit.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ada beberapa bagian dari tanaman obat yang dapat digunakan untuk keperluan yang berbeda-beda, diantaranya ialah:

  • Tanaman atau bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan obat herbal atau jamu.
  • Tanaman atau bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan utama bahan baku obat herbal.
  • Tanaman atau bagian tanaman yang diekstraksi dan ekstrak tanaman tersebut digunakan sebagai obat.

Tanaman obat tradisional memiliki berbagai efek pada sistem metabolisme tubuh manusia. Mulai dari memberikan efek analgesik, antioksidan, hinnga antiradang.

Tak ayal apabila banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan obat tradisional sebagai cara untuk mengobati beberapa masalah kesehatan, seperti demam, batuk, pilek, flu, sakit kepala, sakit perut, gangguan pencernaan, masalah kulit, sampai insomnia.

Tanaman obat juga bisa dikembangkan dan diolah untuk menjadi berbagai macam kebutuhan, seperti industri makanan atau minuman, sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik, serta digunakan dalam industri spa tradisional.

11 Jenis Tanaman Obat yang Bisa Ditanam Sendiri

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa ada ribuan jenis tanaman obat yang ada di dunia. Namun kali ini kita hanya akan membahas 11 diantaranya, dan tanaman ini sudah cukup populer di Indonesia.

11 jenis tanaman obat tersebut yaitu:

1. Kangkung

tanaman obat kangkung
gambar kangkung dari idntimes.com

Kangkung merupakan jenis sayuran yang bisa ditemukan dimana saja, terutama di Indonesia. Sebab kebanyakan orang Indonesia sudah mengenal tanaman ini dan menggunakannya sebagai salah satu bahan masakan.

Selain harganya yang murah, ternyata kangkung juga memiliki banyak manfaat dan khasiat untuk kesehatan tubuh kita.

Sayuran kangkung mengandung banyak zat penting seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B kompleks, fosfor dan zat besi lainnya.

Kandungan vitamin C dalam sayuran kangkung bisa mencegah sariawan dan gusi yang berdarah. Jika kamu sedang sakit gigi, cobalah untuk mengunyah daun kangkung.

Daun kangkung juga mengandung antiseptik alami yang bisa membunuh kuman-kuman yang ada pada gigi.

Kangkung terkenal sebagai sayuran pemicu kantuk, konon katanya zat besi yang ada di kangkung membuat mata menjadi berat sehingga bawaannya ingin tidur.

Jadi bagi kamu yang sedang insomnia, disarankan untuk mencoba sayuran kangkung ini.

2. Seledri

apa saja tanaman obat dan manfaatnya?
seledri

Seledri merupakan sayuran hijau yang rendah kalori. Daun seledri mengandung sekitar 16 kalori per 100 gram. Daun seledri selain biasa digunakan sebagai penambah aroma masakan, juga bisa digunakan sebagai tanaman obat keluarga.

Seledri mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin B1 dan zat besi lainnya seperti kalium, mineral dan zat besi.

Beberapa manfaat daun seledri diantaranya dapat mengobati tekanan darah tinggi, mencegah pembentukan batu di kantung empedu, menenangkan sistem saraf, mengembalikan nafsu makan yang hilang, menghindarkan dari kanker perut, dll.

Seledri juga bermanfaat untuk menjaga kecantikan wajah, daun seledri yang dikonsumsi bisa mencegah timbulnya kerutan pada wajah.

Bisa juga digunakan sebagai masker, caranya beberapa daun seledri di iris kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam mangkuk yang berisi air mendidih, biarkan selama 15 menit.

Setelah harum, buang daun seledrinya dan air daunnya disimpan di lemari es, Gunakan air daun seledri tadi pada malam hari sebagai masker.

3. Belimbing Wuluh

jenis tanaman obat belimbing wuluh
belimbing wuluh

Belimbing sayur atau belimbing wuluh tidak sama dengan buah belimbing, belimbing sayur biasanya digunakan untuk memasak.

Setiap bagian dari belimbing wuluh memiliki khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit dan bermanfaat juga untuk kecantikan.

Beberapa manfaat belimbing wuluh diantaranya untuk:

  • Mengatasi sariawan
  • Mencegah hipertensi
  • Mengatasi jerawat
  • Mengatasi panu
  • Mengobati diabetes
  • Mengatasi sakit gigi
  • Mengobati batuk
  • Melegakan nafas
  • Mencairkan dahak

Untuk mengobati jerawat, kamu bisa menggunakan 3 buah belimbing wuluh yang segar, cuci bersih lalu diberi parut dan beri sedikit garam. Tempelkan hasil parutannya pada area wajah yang berjerawat. Lakukan dua kali sehari.

Bagi kamu yang menderita penyakit diabetes, kamu juga bisa mencoba pengobatan dengan belimbing wuluh.

Caranya, siapkan 6 buaah belimbing wuluh yang sudah dilumatkan, lalu rebus dengan segelas air sampai airnya tersisa setengah. Kemudian disaring, minum 2 kali sehari.

4. Jahe

macam-macam tanaman obat, jahe
jahe

Jahe merupakan tanaman herbal semusim yang tumbuh tegak, tingginya mencapai 40 – 50 cm. Batangnya membentuk rimpang dan berwarna hijau.

Daunnya tunggal, berwarna hijau tua, bertepi rata dan berujung runcing. Jahe dibedakan atas dua jenis, ada jahe pahit dan jahe merah. Jahe mengandung minyak atsiri zingiberena, resin pahit, zingiberol, filandrena, bisabolene, kurkumin, dan gingerol.

Rimpang jahe berkhasiat untuk:

  • Mebangkitkan nafsu makan,
  • Melancarkan ASI,
  • Mengobati batuk,
  • Mengobati perut kembung
  • Mengobati mulas
  • Mengobati sakit kepala
  • Mengobati selesma dan luka (obat luar)

5. Kunyit

jenis tanaman obat kunyit
kunyit

Kunyit merupakan tanaman rempah dan obat asli wilayah Asia, khususnya Asia Tenggara. Tanaman kunyit kemudian menyebar ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia, dan Afrika.

Hampir setiap orang di Indonesia pernah menggunakan kunyit, baik itu sebagai bumbu masakan, jamu maupun untuk keperluan kesehatan dan kecantikan.

Tanaman kunyit mengandung senyawa kurkuminoid yang memiliki khasiat sebagai obat. Kunyit berkhasiat untuk mengobati penyakit diabetes mellitus, morbili, tifus, berak lender, usus buntu, amandel, disentri, memperlancar ASI, sakit keputihan, perut mulas saat haid, dan membantu melancarkan haid.

6. Lengkuas (Laos)

lengkuas, laos
gambar lengkuas dari graparisehat

Lengkuas bisa ditanam di daerah dengan ketinggian 1 – 1.200 meter di atas permukaan laut. Orang Sunda biasa menyebutnya dengan nama laja.

Kita mengenal 2 jenis lengkuas, yaitu lengkuas merah dan lengkuas putih.

Lengkuas putih biasa digunakan sebagai penyedap masakan, lengkuas merah bisa digunakan sebagai obat-obatan tradisional.

Lengkuas berkhasiat untuk mengobati reumatik, panu, sakit limpa, morbili, bronchitis, dan menambah nafsu makan.

7. Kencur

kencur
gambar kencur dari klikdokter.com

Kencur termasuk kelompok tanaman jenis empon-empon yang tumbuh subur di daerah dataran rendah. Kencur memiliki daging buah yang lunak, berwarna putih dan tidak berserat.

Kulit luar kencur berwarna coklat. Setiap kencur memiliki helaian daun yang tidak lebih dari 2-3 lembar dan saling berhadapan. Kencur bisa ditanam di dalam pot atau di kebun yang mendapat sinar matahari cukup.

Rimpang kencur mengandung mineral (13,73 %), pati (4,14 %) dan minyak atsiri (0,02 %). Kencur berkhasiat untuk mengobati radang lambung, menghilangkan lelah, radang anak telinga, memperlancar haid, menghilangkan darah kotor, masuk angin, influenza pada bayi, sakit kepala, mata pegal, batuk dan keseleo.

8. Temulawak

tanaman obat temulawak
gambar temulawak dari halodoc

Temulawak dapat ditemukan di hutan daerah tropis atau perkebunan warga. Temulawak bisa tumbuh baik mulai dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut.

Batang tanaman temulawak bisa mencapai 2 meter, daunnya lebar dan panjang. Rimpang temulawak sudah terkenal dan biasa digunakan sebagai ramuan obat.

Rimpang temulawak mengandung kurkumin yang bermanfaat sebagai acnevulgaris, anti inflamasi dan anti hepototoksik.

Khasiat temulawak yaitu untuk mengobati sakit limpa, sakit kepala, sakit ginjal, asma, sakit pinggang, masuk angin, sariawan, penambah nafsu makan, sembelit, dan cacar air.

9. Daun Kemangi

daun kemangi
daun kemangi

Daun kemangi bagi beberapa orang mungkin sering dijadikan sebagai lalapan atau pelengkap makanan yang berfungsi untuk menambah aroma pada makanan.

Padahal, tanaman ini juga memiliki khasiat yang baik untuk meningkatkan kesehatan.

Beberapa manfaat daun kemangi bagi kesehatan adalah meredakan perut kembung, mengobati luka ringan atau goresan, serta menambah nafsu makan.

Jadi, ketika menanam tanaman ini di rumah, kamu tidak hanya menjadikannya sebagai penyedap makanan, tetapi juga bisa menjadikan tubuh lebih sehat.

10. Daun Sirih

daun sirih untuk obat
daun sirih

Sirih merupakan tumbuhan perambat yang hidup bersender pada batang tanaman lain. Tanaman sirih panjangnya bisa mencapai puluhan meter, Daunnya licin, berwarna hijau, dan berbentuk menyerupai jantung.

Batangnya berwarna hijau agak kecoklatan dengan permukaan kulit yang kasar dan berkerut-kerut. Daun sirih biasa digunakan sebagai obat-obatan tradisional dan masih sering dipake nginang pada jaman dahulu.

Daun sirih bisa dimanfaatkan untuk mengurangi produk ASI yang berlebihan, keputihan, sakit jantung, sifilis, alergi, diare, batuk, sakit gigi berlubang, dan sakit mata.

11. Pepaya

manfaat pohon pepaya untuk obat
pohon pepaya

Pohon pepaya sering kita temui dimana-mana, entah itu di perekarangan rumah atau di kebun-kebun.

Orang sunda biasa menyebutnya “gedang”, sedangkan orang jawa biasa menyebutnya “kates”.

Daging pepaya yang masih muda biasa digunakan sebagai sayuran, atau bisa juga dirujak. Dagingnya yang sudah matang sangat enak untuk dimakan. Daun pepaya yang muda juga bisa digunakan sebagai lalapan makan dengan sambal.

Buah pepaya banyak dikonsumsi karena mengandung vitamin, salah satunya vitamin A yang sangat baik bagi kesehatan mata. Biji pepaya bisa dikonsumsi sebagai jus dengan cara diblender terlebih dahulu.

Manfaat buah pepaya ada banyak, pepaya sering digunakan sebagai pengobatan herbal seperti untuk menurunkan demam, disentri, obat malaria, keputihan, dan memperlancar pencernaaan bagi yang sulit BAB.

Dokter Wahyu Triasmara menuturkan bahwa biji buah pepaya bermanfaat untuk meningkatkan kadar HDL dalam darah dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Demikian pemabahasan dari jenis-jenis tanaman obat ini, kamu juga bisa mempelajari tentang jenis-jenis tanaman hias lainnya.

Tinggalkan komentar