Kelangkaan

Mungkin kita sudah sering mendengarkan kata kelangkaan dalam kehidupan sehari-hari, entah itu kelangkaan air, kelangkaan gas LPG, dan sebagainya.

Adanya kelangkaan ini membuat seseorang kesulitan untuk menemukan barang ataupun jasa yang sedang ia butuhkan.

Bahkan, tak sedikit juga terdapat orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya karena berbagai macam penyebab.

Mulai dari mahalnya harga barang hingga habisnya stok barang yang ada, bahasa kerennya itu limited edition.

Kira-kira seperti itulah sebuah konsep dari kelangkaan. Kelangkaan merupakan suatu masalah dalam ekonomi.

Kelangkaan biasanya timbul karena barang yang kita inginkan jumlahnya terbatas, sementara keinginan manusia tidak terbatas. Sangat berbanding terballik kan.

Simak penjelasan yang lebih lengkapnya berikut ini.

Pengertian Kelangkaan

pengertian
pixabay.com

Kelangkaan dapat diartikan sebagai kesenjangan antara sumber daya ekonomi yang terbatas dengan jumlah kebutuhan hidup yang tidak terbatas.

Kelangkaan timbul karena kebutuhan manusia terus bertambah dan tidak terbatas.

Akibatnya, sumber daya yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Keadaan seperti ini mendorong manusia untuk melakukan berbagai pilihan alternatif yang paling menguntungkan bagi mereka.

Menurut ilmu ekonomi, terdapat dua makna tentang kelangkaan, diantaranya yaitu :

  • Terbatas, dalam arti tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan dari manusia.
  • Terbatas, dalam arti manusia harus melakukan pengorbanan dalam memperolehnya.

Faktor Penyebab Kelangkaan

faktor penyebab kelangkaan
pixabay.com

Masalah kelangkaan dapat timbul dikarenakan faktor-faktor berikut ini.

1. Keterbatasan Sumber Daya

Lingkungan alam menyediakan berbagai sumber daya melimpah yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Sumber daya alam sendiri dapat kita kelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :

  1. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui, dan.
  2. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Biasanya kelangkaan terjadi pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, karena jika habis ya sudah ga ada, tidak dapat dibuat yang baru lagi.

Ditambah sifat manusia yang memiliki kebutuhan hidup tidak terbatas, sumber daya akan terus berkurang hingga terjadi kelangkaan.

2. Perbedaan Letak Geografis

Letak geografis yang berbeda-beda pada setiap daerah dapat menyebabkan persebaran sumber daya menjadi tidak merata.

Ada wilayah yang tanahnya subur untuk berbagai tanaman dan kaya akan barang tambang. Ada pula wilayah yang tandus dan kekurangan air bersih.

Sehingga, perbedaan letak geografis tersebut juga dapat menimbulkan kelangkaan sumber daya.

3. Ketidakseimbangan Pertumbuhan Penduduk

Menurut Thomas Robert Malthjus, pakar demografi dan ekonomi politik dari Inggris, laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada laju pertumbuhan produksi,

Pertambahan jumlah penduduk yang cepat tidak diikuti dengan hasil produksi.

Akibatnya, hasil produksi tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia yang beragam dan tidak terbatas.

4. Rendahnya Kemampuan Produksi

Ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan dapat terpenuhi jika terdapat seseorang atau perusahaan yang melakukan produksi barang tersebut.

Kemampuan dalam melakukan produksi juga berpengaruh terhadap ketersediaan barang dan jasa sebagai alat pemenuhan kebutuhan.

Kemampuan produksi yang terbatas akan menyebabkan kapasitas produksi suatu barang menjadi rendah. Hal ini dapat menimbulkan ketidakterpenuhinya kebutuhan manusia.

Keteratasan produksi disebabkan oleh rendahnya kemampuan sumber daya manusia yang digunakan dalam proses produksi.

5. Lambatnya Perkembangan Teknologi

Teknologi yang digunakan produsen dalam proses produksi tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk.

Produsen butuh waktu untuk menerapkan teknologi produksi yang baru, sementara kebutuhan hidup manusia terus bertambah.

Sehingga, lambatnya perkembangan dan penerapan teknologi juga menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan manusia.

6. Terjadinya Bencana Alam

Bencana alam adalah faktor alam yang dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan hidup manusia.

Adanya bencana alam bisa menimbulkan bebagai kerusakan di lingkungan sekitar, sehingga dapat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia.

Contohnya bencana banjir yang dapat menghambat distribusi barang dan jasa. Keterlambatan ini akan menyebabkan masyarakat tidak bisa segera mengonsumsi barang dan jasa.

7. Ketidakpedulian Manusia Terhadap Lingkungan

Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting keberadaannya bagi manusia.

Pada zaman dahulu saja hutan di Indonesia menjadi paru-paru dunia karena kontribusinya dalam memberikan oksigen bagi manusia.

Selain itu, hasil alam dari hutan seperti rotan, damar, dan kayu juga dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya.

Hutan juga dapat dijadikan sebagai tempat untuk resapan air. Sehingga dapat mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor.

Namun, kini keadaannya begitu memprihatinkan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya orang yang menebangi pohon-pohon di hutan secara sembarangan dan berlebihan.

Sehingga penebangan hutan tersebut membuat banyak hutan menjadi gundul.

Di samping itu, sumber daya hutan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memnuhi kebututuhan juga menjadi semakin berkurang jumlahnya.

8. Pengeksploitasian Sumber Daya Alam yang Berlebihan

Manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas, sehingga mereka akan merasa tidak cukup dengan apa yang telah mereka dapatkan.

Bagi orang-orang yang serakah pasti akan selalu mencari dan mengumpulkan berbagai sumber daya alam, seperti :

  • Emas
  • Batu bara
  • Barang tambang
  • Nikel, dan lain sebagainya.

Mereka mengambil sumber daya alam tersebut secara terus meneus.

Akibat dari pengeksploitasia yang berlebihan ini dapat menyebabkan ketersediaan sumber daya alam berkurang dan akan menimbulkan kelangkaan.

Mereka tidak memikirkan hal apa yang akan terjadi jika pengeksploitasian yang berlebihan tersebut dilakukan secara berlanjut.

Mereka hanya mementingkan dirinya sendiri dan memenuhi hawa nafsunya saja.

9. Ketidakseimbangan Struktur Ekonomi

Semua sektor yang ada di dalam sebuah negara haruslah sama dan merata.

Apabila tidak rata, maka akan terjadi kesenjangan dan dapat memicu terjadinya kelangkaan.

Ada beberapa negara yang memilih untuk memfokuskan hanya pada beberapa sektor saja, sehingga sektor lainnya tidak mendapatkan perhatian.

Hal inilah yang membuat timbulnya suatu kelangkaan pada beberapa kebutuhan.

Bagaimanapun juga, kita harus selalu menyeimbangkan dan juga memberikan suatu keadilan yang komprehensif supaya hasil yang dicapai dapat memuaskan.

10. Terbatasnya Dana

Dana yang terbatas dapat menghambat pembangunan ekonomi dan proses produksi tidak akan berjalan dengan lancar.

Sebab, dana merupakan salah satu aspek penting yang harus ada dalam kegiatan ekonomi, khususnya dalam usaha untuk mengurangi kelangkaan.

11. Sifat Serakah Manusia

Pada dasarnya manusia memiliki sifat yang tidak pernah puas dan memiliki keinginan yang tidak terbatas.

Seperti sekarang, ada banyak sekali orang yang rela membeli sesuatu tanpa manajemennya, tanpa membuat skala prioritas terlebih dahulu.

Sehingga sifat boros akan mulai muncul pada dirinya.

Seperti kata Mahatma Ghandi, yaitu “Sumber daya alam yang tersedia hanya cukup untuk kebutuhan manusia, tetapi tidak cukup untuk kerakusan setiap manusia”.

Jika manusia selalu menuruti nafsunya yang tidak pernah habis untuk membeli sesuatu, maka Sumber Daya Alam akan segera berkurang hingga terjadi kelangkaan dan pada akhirnya habis.

12. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah adalah rancangan dari suatu solusi untuk menghadapi seluruh rintangan yang sedang melanda negara.

Namun, apabila pemerintah mengalami salah langkah, maka akan menyebabkan masalah besar yang dapat menimbulkan kelangkaan.

13. Perang dan Penyakit

Ketika terjadi perang akan menimbulkan kerusakan serta ada barang yang dirampas di sebuah negara.

Begitupun dengan penyakit yang akan menimbulkan Sumber Daya Manusia akan mengalami gangguan ketika menjalankan aktifitasnya.

Sehingga du hal ini akan menyebabkan terjadinya suatu kelangkaan.

Jenis-Jenis Kelangkaan Ekonomi

jenis-jenis kelangkaan
pixabay.com

Jenis-jenis kelangkaan yang penting dalam ketersediaan sumber daya ekonomi meliputi  beberapa hal, yaitu :

  • Sumber daya alam
  • Sumber daya manusia
  • Sumber daya modal, dan.
  • Sumber daya kewirasahaan atau entrepreneurship.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

1. Kelangkaan Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang terkandung di alam dan tediri atas sumber daya biotik (hewan dan tumbuhan) dan sumber daya abiotik (tanah, air, udara, iklim, barang tambang, dll).

Sumber daya alam sudah tersedia di lingkungan alam kita, namun masih harus digali terlebih dahulu supaya dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Penggunaan sumber daya alam yang dilakukan secara terus-menerus dapat menyebabkan timbulnya kelangkaan.

Contoh : Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Indonesia sebagai akibat dari konsumsi masyarakat yang berlebihan.

2. Kelangkaan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas

Peran manusia dalam kegiatan ekonomi tidak hanya sebagai sumber daya. Namun, juga sebagai pengguna hasil dari kegiatan ekonomi.

Kelangkaan sumber daya manusia terdiri dari kelangkaan secara kuantitas, dalam bentuk jumlahnya secara fisik.

Dan yang lebih penting yaitu kelangkaan secara kualitas, dalam bentuk kemampuan berpikirnya.

Untuk mengatasi adanya masalah mengenai kelangkaan ini, manusia akan dituntut untuk meningkatkan kemampuan berpikirnya.

Caranya dengan meningkatkan pendidikan, pengetahuan, wawasan, keahlian, dan penguasaan teknologi.

Sehingga sumber daya manusia nantinya dapat lebih terdidik dan memiliki berbagai macam keterampilan.

3. Kelangkaan Sumber Daya Modal

Sumber daya modal adalah sumber daya hasil buatan manusia yang dapat digunakan untuk memudahkan proses produksi.

Dengan adanya sumber daya modal akan dapat menghasilkan barang-barang atau produk yang memiliki nilai manfaat tinggi bagi pemenuhan kebutuhan manusia.

Sumber daya modal bisa berbentuk uang dan berbentuk fisik seperti bahan mentah, gedung, peralatan, dan mesin.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki kemampuan untuk membentuk sumber daya modal sendiri.

Salah satu cara membentuk modal adalah dengan membentuk kemauan yang kuat untuk bekerja keras dan berusaha.

Selain itu, manusia dapat membangun kepemilikan modalnya sendiri, baik itu modal uang maupun fisik dengan cara menabung dan mengembangkan daya cipta.

4. Kelangkaan Sumber Daya Kewirausahaan atau Entrepreneurship

Sumber daya kewirausahaan juga termasuk langka, karena tidak semua orang dapat menjadi pengusaha atau pedagang.

Seorang entrepreneur yang berkualitas akan mampu menghasilkan produk-produk yang bermutu dan disukai oleh pembeli dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada.

Orang yang memiliki jiwa kewirausahaan jumlahnya masih sedikit.

Adapun orang yang menempuh cara dengan mempelajari cerita sukses dari seorang wirausaha yang sudah berhasil, untuk memiliki jiwa dan semangat kewirausahaan.

Keterbatasan atau kelangkaan sumber daya produksi menyebabkan sarana atau alat untuk memenuhi kebutuhan yang tersedia menjadi langka.

Oleh sebab itu, dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia haruslah memerhatikan faktor optimalisasi.

Dampak Terjadinya Kelangkaan

dampak terjadinya kelangkaan
pixabay.com

Berikut delapan dampak yang akan terjadi akibat adanya kelangkaan, yaitu :

1. Kenaikan Harga Jual

Ketika kelangkaan suatu barang mulai timbul, maka hal ini akan menyebabkan kenaikan harga.

Contoh : Banyaknya permintaan gas LPG membuat stok barang semakin sedikit, sehingga mengalami kenaikan harga.

Dampak dari terjadinya kenaikan harga ini akan membuat perusahaan untuk melakukan hal-hal berikut, seperti :

  • Mencari sumber-sumber alternatif yang baik, misalnya pasokan gas baru dari daerah lain.
  • Mencari alternatif lainnya, misalnya membuat gas buatan sendiri.

Jika sudah tidak ditemukan lagi alternatif lainnya untuk mendapatkan gas, maka perusahaan akan mengurangi produksi gas.

Masyarakat juga akan mengurangi penggunaan gas LPG atau menggunakan bahan bakar lainnya untuk memasak, seperti arang atau kayu bakar.

2. Kurva Permintaan Seiring Waktu

Permintaan adalah harga yang bersifat tidak elastis dalam jangka pendek.

Sebagai contoh orang yang sudah memiliki mobil bensin, tentunya harus tetap membeli bensin untuk bahan bakar mobilnya.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, sekarang orang sudah dapat membeli mobil listrik.

Sehingga, hal tersebut akan membuat permintaan untuk bensin berkurang dan jatuh.

Permintaan barang akan bersifat elastis dengan harga dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, di pasar bebas ada insentif bagi mekanisme pasar untuk menangani masalah kelangkaan barang.

3. Kegagalan Pasar Potensial

Contoh potensi kegagalan pasar :

  • Perusahaan yang tidak memikirkan rencana untuk masa depan hingga terlambat.
  • Barang yang sudah ditentukan harganya, sehingga ada sebagian orang yang tidak mampun membeli barang tertentu karena memiliki pendapatan yang minim. Oleh karena itu, ekonomi juga harus mementingkan redistribusi pendapatan untuk membantu orang lain supaya mampu memenuhi kebutuhannya.
  • Produksi emisi CO2 menyebabkan pemanasan global dan naiknya permukaan laut, yang akan merugikan generasi mendatang karena kelangkaan lahan dan air minum di masa depan.

4. Tragedi

Tragedi milik bersama terjadi ketika ada pengembalaan yang berlebihan dari suatu lahan atau ladang tertentu.

Contoh : Penangkan ikan secara besar-besaran di laut yang akan mengurangi populasi ikan.

Sehingga populasi ikan menjadi semakin sedikit dan menjadi langka.

5. Kuota dan Kelangkaan

Adapun salah satu solusi untuk mengatasi terjadinya kelangkaan adalah dengan menerapkan kuota atau batasan bagi setiap orang yang ingin membeli barang.

Contoh : sistem penjatahan yang terjadi ketika Perang Dunia Kedua, karena adanya kelangkaan makanan, pemerintah akhirnya memberi batasan bagi setiap orang untuk mendapatkan barang tersebut.

Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa orang-orang yang memiliki penghasilan rendah juga kebagian makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

Masalah mengenai kuota dapat mengarah ke pasar gelap, karena ada beberapa orang yang mau membayar mahal supaya mendapatkan barang yang diinginkan.

Sehingga, kemungkinan untuk mengawasi sistem penjatahan akan terasa sulit. Namun, kebijakan ini tetap harus dilakukan saat keadaan sedang mendesak.

6. Masalah Ganda

Sebab kebutuhan dapat bersifat subyektif, maka konsep ini akan berlaku bagi dalam kondisi tertentu, seperti :

  • Seseorang atau sekumpulan orang yang sedang mengalami kemiskinan absolut di negara berkembang.
  • Seseorang atau sekumpulan orang yang sedang mengalami kemiskinan relatif di tempat lain (seperti setelah kehilangan pekerjaan, bercerai, atau akibat lainnya).
  • Seseorang atau sekumpulan orang yang mengetahu perasaan tenggelamnya tagihan yang harus dibayar sebelum cek pembayaran selanjutnya.

7. Mempengaruhi Pemikiran

Saat kita mengalami kelangkaan, mental bandwith (fokus pikiran) akan berkurang.

Hal ini dapat membuat kita rentan mendapatkan sejumlah hasil yang buruk, seperti :

  • Melakukan tes kelincahan mental dengan buruk
  • Menunjukkan impulsivitas
  • Mudah tersinggung karena tidak dapat mengontrol diri sendiri, dan.
  • Dapat berbicara perkataan yang tidak sopan dan kasar.

8. Menghambat Perilaku Optimal

Kelangkaan dapat mengubah seseorang serta menghambat perilaku optimal dan pengambilan keputusan.

Penurunan dalam mental bandwith mental ini dapat menyebabkan timbulnya perilaku atau keputusan buruk yang akan menjadi sebuah kerugian.

Contoh : kekurangan uang dapat membuat sesorang kesulitan ketika mengambil keputusan terbaik untuk meningkatkan posisi keuangan kembali.

Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

cara mengatasi
pixabay.com

Sumber ekonomi yang terbatas akan membuat manusia rela untuk melakukan segala usaha atau berkorban demi memperoleh kebutuhannya.

Pengorbanan ini bisa saja dengan cara menghasbiskan dana, tenaga, dan juga pikiran yang tidak sedikit supaya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berikut ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kelangkaan, diantaranya yaitu :

  1. Mengurangi atau menghemat penggunaan sumber daya alam.
  2. Memelihara sekaligus melestarikan sumber daya alam dengan cara yang baik.
  3. Menciptakan alat pemuas baru berupa barang pengganti atau barang substitusi.
  4. Meningkatkan pengelolaan dari berbagai macam sumber daa alam, sehingga akan lebih bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Kesimpulan

Kelangkaan dapat diartikan sebagai kesenjangan antara sumber daya ekonomi yang terbatas dengan jumlah kebutuhan hidup yang tidak terbatas.

Ada banyak faktor penyebab kelangkaan, termasuk di dalamnya yaitu perbedaan letak geografis, keterbatasan sumber daya, rendahnya kemampuan produksi, dan lain sebagainya.

Adapun jenis-jenis kelangkaan ekonomi serta dampak yang akan terjadi akibat adanya kelangkaan.

Demikian pembahasan mengenai kelangkaan ini, semoga bermanfaat dan dapat membantu kegiatan belajar kamu.

Sekian.

Tinggalkan komentar