Lompat Galah

Ada banyak jenis olahraga di dunia, salah satunya ialah lompat galah. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang olahraga ini.

Seperti yang sudah kita ketahui, salah satu cabang olahraga atletik ini merupakan olahraga yang dilakukan untuk menghasilkan lompatan setinggi-tingginya menggunakan tongkat galah.

Hal tersebut bertujuan agar pelompat dapat melewati mistar yang telah ditentukan ketinggiannya.

Jadi apa pengertian dari lompat galah, dan bagaimana cara melakukakannya? Simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Lompat Galah

Lompat galah adalah salah satu cabang olahraga atletik yang dimainkan dengan cara melompat setinggi-tingginya dengan sebuah alat berupa tongkat galah.

Tujuan dari olahraga ini ialah memenangkan pertandingan dengan melakukan lompatan melewati pembatas atau mistar.

Tongkat atau galah yang digunakan untuk melompat terbuat dari bahan karbon yang mudah lentur/fleksibel, dan tidak mudah patah saat digunakan melewati tiang mistar.

Olahraga ini juga sering diikutsertakan dalam setiap perlombaan, baik itu level nasional maupun internasional.

Sejarah Lompat Galah

Olahraga lompat galah berasal dari benua Eropa, tepatnya di provinsi Friesland, Belanda.

Berawal sejak abad ke-13, saat itu masyarakat menggunakan bambu atau galah untuk menyeberangi sungai atau rawa-rawa besar.

Sebab Belanda merupakan salah satu negara yang memiliki banyak daratan dibawah laut, hal itulah yang menyebabkan Negeri Kincir Angin ini memiliki banyak danau dan sungai.

Pada zaman itu orang-orang Belanda banyak yang menyimpan galah sebagai alat untuk melompat dan menyeberangi rintangan alam sampai dikenal dengan istilah Fierlieppen atau lompat galah danau.

Sebelum cara melompat rintangan menggunakan galah ini diperlombakan, ketinggian masih belum diperhitungkan.

Pertandingan lompat galah tercatat didalam buku The Mechanics of The Pole Vault, karya Richard Gunslen yang melaporkan bahwa London Gymnastic Society di bawah Profesor Voelker Held melakukan pengukuran pada event lompat galah di tahun 1826.

Pada saat itu, terdapat 1300 partisipan mencatat ketinggian hingga ketinggian 10 ft, 10 in (3,3 m).

Dipertangan tersebut para peserta menggunakan alat berupa bambu dan kayu dengan ujung yang dipertajam agar bisa menancap di tanah.

Kompetisi lompat galah ini diadakan di lapangan sepak bola supaya mengurangi resiko cedera karena mendarat di tempat berumput.

Seiring dengan berjalannya waktu, zaman pun jadi semakin berkembang dan canggih. Pada tahun 1896, lompat galah resmi masuk pada kompetisi olimpiade atletik.

Apabila sebelumnya olahraga lompat galah menggunakan galah yang terbuat dari bambu dan alumunium. Maka penggunaan galah fleksibel yang terbuat dari fiber glass dan serat karbon mulai dikenalkan tahun 1950-an.

Olahraga lompat galah memang memerlukan keahlian dan kekuatan fisik seperti kecepatan, kelincahan dan kekuatan. Namun itu saja tidaklah cukup, untuk mencapai tinggi yang maksimal dibutuhkan galah yang fleksibel dan kuat.

Teknik Dasar Lompat Galah

teknik dasar lompat galah, teknik lompat galah
gambar teknik lompat galah dari taiwannews

Ada 6 teknik dasar olahraga lompat galah yang perlu kamu perhatikan supaya menjadi pelompat yang baik. Berikut cara melakukan teknik lompat galah:

1. Teknik Memegang Galah

  1. Letakkan tangan kiri di depan dengan punggung telapak tangan mengarah ke atas. Letakkan jari tangan di samping kanan bagian kanan, kecuali jari jempol. Jari jempol diletakkan di bagian bawah.
  2. Melipat siku tangan kanan sekitar 90° dan letakkan tangan kanan di belakang badan.
  3. Pegang erat galah, namun dengan kondisi tangan tetap rileks.
  4. Tekan galah ke bawah menggunakan tangan kanan hingga posisi tangan kanan lebih rendah dari tangan kiri.
  5. Pegang galah setinggi pinggang, yaitu berada pada posisi diantara pegangan tangan kanan dan kiri.
  6. Badan harus dicondongkan ke arah depan dan sikap bahu datar.

2. Teknik Awalan

  1. Untuk pemula yang baru mencoba olahraga ini, lebih baik tidak terlalu memaksakan. Jarak awalan yang cocok adalah 25 – 30 m.
  2. Saat melakukan awalan, tidak perlu terburu-buru, harus dilakukan secara bertahap serta diikuti dengan gerakan free wheeling sebelum menancapkan galah.
  3. Pegang erat galah dengan tenang dan jangan digerakkan ketika sedang berlari.
  4. Pandangan fokus ke arah mistar, sementara galah diposisikan lurus ke arah depan dengan tinggi ujung galah melebihi tinggi kepala.
  5. Jika pelompat sudah semakin dekat dengan tempat bertumpu. Rendahkan atau turunkan posisi galah secara bertahap kemudian tusuk ujung galah pada papan/lubang penancap galah.

3. Teknik Menancapkan Galah dan Melakukan Tumpuan

  1. Pegang galah dengan kedua tangan dan tancapkan di lubang penancap galah. Ketika ujung galah sudah berada di dalam lubang, gerakkan tangan kiri ke arah genggaman tangan kanan.
  2. Angkat kaki sebelah kanan dan arahkan kedua tangan ke atas sambil menolak kaki kiri pada titik tumpu dengan kuat.
  3. Luruskan tangan kanan pada saat kaki sudah tidak menyentuh tanah.

4. Teknik Bergantungan dan Mengayun ke Atas

  1. Saat kaki kiri sudah tidak menginjak tanah dan kedua lengan lurus di atas kepala, maka angkat paha kanan ke atas depan.
  2. Lalu ayunkan kaki kiri ke atas menyusul kaki kanan. Jika memakai galah dari fiber glass, maka pada posisi ini galah telah optimal, dan kedua kaki sudah terayun melebihi kepala.
  3. Dorong badan ke atas sambil memutar badan ke arah kiri dengan tumpuan tangan yang tetap berada di galah ketika kedua kaki sudah terayun dengan benar ke atas.

5. Teknik Melewati Mistar

  1. Lakukan pijakan menggunakan kaki kiri yang disertai dengan tangan pada galah agar badan bisa terangkat ke atas.
  2. Jika setengah tubuh sudah melewati mistar, lepaskan galah yang kamu pegang dengan diawali melepas tangan kiri terlebih dahulu, kemudian tangan kanan.

6. Teknik Pendaratan

Teknik ini konsepnya hampir sama dengan gaya lompat tinggi dan sebeneranya tidak terlalu sudah dilakukan, banyak atlet yang melakukan pendaratan dengan duduk, dan tidak sedikit pula dengan keadaan terlentang.

Supaya mengurangi resiko cedera, pendaratan dilakukan dengan menggunakan kasur dari bahan spon. Terkadang ada juga yang menggunakan pasir.

Ukuran Lapangan Lompat Galah

ukuran lapangan lompat galah

Lapangan lompat galah terdiri dari beberapa bagian, seperti lintasan lari, kotak tancap galah, tiang penyangga palang, dan bantalan untuk mendarat.

Sedangkan ukuran lapangan lompat galah yaitu:

  • Lintasan lari: panjangnya sejauh 45 m/147 ft 7 in dari titik awal hingga kotak tancap galah.
  • Kotak tancap galah: panjangnya 1 – 1,084 m, lebarnya 60 cm dengan panjang daerah miring 80 cm. Untuk kedalaman bagian tancap adalah 20 cm/8 in.
  • Tiang penyangga palang: panjangnya 4,5 m.
  • Bantalan untuk mendarat: terbuat dari busa yang berukuran 5 x 5 m.

Ukuran Kotak Tancap Galah

Kotak tancap galah diperukan untuk menancapkan galah dan berfungsi untuk menahan galah, sehingga atlet bisa melompat hingga mencapai ketinggian yang maksimal.

Berikut ukuran kotak tancap galah:

  • Panajang: 1 – 1,084 meter
  • Lebar bagian muka: 60 cm
  • Panjang daerah miring: 80 cm
  • Lebar bagian belakang: 15 cm
  • Kedalam bagian belakang: 20 cm
  • Dasar terbuat dari besi/logam dengan lebar 2,5 mm

Ukuran Tongkat Galah

Seorang atlet lompat galah dapat mencapai lompatan tertinggi saat ia telah menguasai teknik lompat dengan baik.

Teknik lompat galah juga bergantung pada kecepatan, kelincahan dan kekuatan pemain. Tetapi hal tersebut masih harus ditunjang oleh alat yaitu tongkat galah.

Tongkat galah yang baik terbuat dari bahan fiber dengan kelenturan khusus yang disesuaikan dengan berat badan pelompat.

Jika pelompat memiliki berat badan 60 kg, maka galah yang dipakai khusus untuk kelenturan bagi berat 60 kg.

Apabila tongkat tersebut dipakai oleh atlet dengan berat badan lebih dari 60 kg, kemungkinan besar tongkat akan patah.

Begitupun kalau dipakai oleh pelompat dengan berat badan 50 kg, maka galah tidak akan melenting dengan optimal saat melakukan lompatan. Galah ini hanya digunakan untuk lompat tinggi galah.

Berikut ukuran tongkat galah:

  • Panjang bilah: sekitar 3,86 – 4,52 m
  • Berat: maksimum 2,26 kg.
Baca juga: Gaya lompat jauh

Peraturan Lompat Galah

Peraturan lompat galah merupakan hal dasar yang harus diketahui oleh para atlet maupun calon atlet atau orang yang akan melakukan olahraga ini.

Beberapa aturan yang terdapat di dalamnya ini termasuk ukuran lapangan, kotak tancap, dan tongkat galah yang sudah dijelaskan di atas.

Apa saja peraturan lompat galah itu? berikut diantaranya:

Berat badan

Peraturan olahraga lompat galah yang pertama berkaitan dengan berat badan.

Para atlet atau peserta harus memiliki berat badan yang telah memperoleh persetujuan dari pelatihnya. Lalu berat badan akan dicatat di samping nama peserta dalam bentuk penilaian.

Aturan Percobaan

Percobaan lompat galah bisa dilakukan oleh masing-masing peserta dengan ketinggian berbeda sebanyak tiga kali.

Sistem Eliminasi

Apabila selama percobaan pelompat melakukan kegagalan sebanyak tiga kali, maka peserta tersebut akan dieliminasi.

Ketinggian di Setiap Percobaan

Jika percobaan pertama gagal dilakukan, maka percobaan kedua harus diambil oleh atlet lompat galah dengan ketinggian yang sama.

Pelaksanaan percobaan ini harus diulang secepatnya setelah percobaan pertama dilakukan. Kalau yang kedua gagal, maka peraturan tersebut masih berlaku di percobaan ketiga.

Namun keputusan pengambilan pass harus secepatnya siampaikan kepada juri setelah gagal melakukan lompatan.

Aturan Pemanasan

Setelah pertandingan dimulai saat tiga ketinggian telah dilewati oleh atlet. Untuk itu pemanasan bisa dilakukan tanpa harus memakai bar mistar.

Pelaksanaan pemanasan ini sesuai dengan ketetapan ketinggian yang berlaku dalam pertandingan tersebut.

Batas Waktu Percobaan

Penampilan atlet berlangsung selama dua menit setelah pemanggilan namanya. Namun jeda yang diberikan dapat berlaku selama empat menit jika ada tiga peserta.

Sedangkan jika hanya satu peserta yang tersisa, maka berlaku jeda enam menit sebagai bentuk pengalokasian sebelum pertandingan dilakukan.

Peraturan Untuk Peserta Dalam Pertandingan Lompat Galah

Pada umumnya peraturan khusus dalam pertandingan lompat galah memang harus dipatuhi oleh seluruh peserta.

Berikut peraturan peserta lompat galah:

  • Peserta tidak dibolehkan menggunakan alat bantu apapun ketika pertandingan lompat galah dilakukan.
  • Sepatu peserta yang digunakan tidak boleh mengandung perangkat yang menguntungkan dirinya sehingga terjadi ketidakadilan untuk peserta lain.
  • Bagian jari atau tangan dilarang untuk diplester, kecuali luka terbuka dialami oleh peserta tersebut dibagian jari atau tangan, sehingga diperbolehkan.
  • Diijinkan untuk membalut pergelangan tangan secara khusus.
  • Tidak diperkenankan untuk menggunakan sarung tangan.

Aturan Galah yang Digunakan

Galah yang digunakan biasanya sesuai dengan aturan berikut ini:

  • Tandai jenis galah yang digunakan untuk latihan dan pertandingan/pemanasan.
  • Berat vaulter harus diverifikasi/disetujui oleh pelatihnya.
  • Jarak 1 inch harus bisa diperlihatkan oleh pabrik pembuat pole menggunakan warna pole yang kontras.

Pelanggaran Dalam Lompat Galah

Terdapat beberapa foul/pelanggaran dalam gerakan lompat galah, antaran lain ialah:

  • Bar yang diam di tempat semula dipindahkan menggunakan badan atau galah.
  • Lompatan gagal dilakukan.
  • Galah atau bagian tubuh menyentuh tanah bantalan pendaratan di bagian atas papan luncur yang letaknya di luar bidang vertikal.
  • Menggunakan lengan/tangan untuk membuat plang steady.

Baiklah, sekian pembahasan dari salah satu cabang olahraga atletik ini, semoga membantu.

Tinggalkan komentar