Lontar Martil

Lontar martil adalah salah satu olahraga atletik nomor lempar yang diperlombakan baik di ajang nasional maupun internasional.

Olahraga individu ini dilakukan dengan cara kedua tangan memegang martil di dalam lingkaran area melempar.

Lontar martil atau lempar martil adalah salah satu dari empat kompetisi trek dan lapangan selain tolak peluru, lempar lembing, dan lempar cakram.

Terdapat 3 hal krusial dalam melakukan lontar martil, yaitu kekuatan, keseimbangan, dan ketepatan/pengaturan waktu yang tepat.

Jika atlet menginjak lingkaran atau sampai keluar garis, maka lemparannya akan dinyatakan gagal.

Sejarah Lontar Martil

sejarah lontar martil
gambar dari the42.ie

Olahraga lontar martil sudah ada sejak berabad-abad silam dari Kepulauan Inggirs. Menurut legenda, cabang olahraga ini telah ada di Tailteann Games, semacam olimpiade agi orang Irlandia pada tahun 2000 BCE.

Kala itu, pahlawan mitologi Irlandia yang tersohor bernama Cú Chulainn memegang gandar atau tangkai dari roda kereta, lalu mengayunkannya di sekitar kepala. Kemudian Chulainn melemparkannya lebih jauh dari siapapun yang mengikuti kompetisi itu.

Sejak saat itu, ada beberapa perubahan bentuk lontar martil. Salah satunya yakni melempar batu yang terikat pegangan kayu.

Olahraga ini terus dilakukan hingga abad ke-15 dan ke-16 di Skotlandia dan Inggris.

Pada tahun 1866, lontar martil menjadi bagian dari kompetisi trek dan lapangan di Irlandia, Skotlandia, dan Inggris.

Pemerintah Inggris menerapkan standardisasi ketentuan terkait berat, panjang, dan aturan memainkannya.

Tak kalah penting, olahraga ini sudah masuk dalam Olimpiade sejak tahun 1900 untuk kategori pria. Sedangkan untuk perempuan dipertandingkan dalam Olimpiade tahun 2000.

Rekor Dunia Lontar Martil

Salah satu pelontar terhebat pria dalam sejarah Olimpiade adalah Al Oerter, ia berhasil memenangkan emas di nomor individu yang sama di empat Olimpiade berturut-turut, menang dari tahun 1956 – 1968.

Rekor lainnya dicetak oleh atlet asal Jerman bernama Karl-Hans Riehm pada 19 Mei 1975. Kala itu, seluruh enam lemparannya mencapai 78,5 meter. Angka ini memecahkan rekr dunia sebelumnya yaitu 76,66 meter.

Adapun atlet asal Amerika Serikat yakni John Flanagan, ia memenangkan medali emas sebanyak tiga kali pada Olimpiade tahun 1900, 1904, dan 1906.

Selain itu, pelempar martil asal Rusia bernama Yuriy Sedykh, yang berhasil memenangkan dua medali emas Olimpiade tahun 1976 dan 1980. Lalu, 11 tahun kemudian atlet ini memenangkan kejuaraan dunia ketika berusia 36 tahun.

Untuk atlet perempuan mantan juara Olimpiade ialah Micheline Ostermeyer dari Prancis, ia meraih medali emas di Olimpiade 1948.

Sedangkan pemegang rekor untuk atlet perempuan, yaitu Yipsi Moreno asal Kuba. Ia merupakan pemegang title juara dunia pada Olimpiade tahun 2001, 2003, dan 2005. Selain itu, pada tahun 2004 dan 2008 ia juga membawa pulang medali perak.

Teknik Dasar Lontar Martil

teknik dasar lontar martil
gambar dari news18.com

Ada empat teknik dasar lontar martil yang dapat kamu pelajari, yaitu:

Awalan

  1. Diawali memegang martil pada tuas dengan menggunakan tangan kiri, kemudian ditutup dengan tangan kanan.
  2. Posisi kedua ibu jari saling menyilang. Kepala martil boleh ditempatkan di atas tanah sebelah kanan atau di bekalang si pelempar, lalu ayunkan martil sebagai ayunan permulaan.
  3. Titik terendah dari ayunan permulaan hanya saat martil melewati bagian kanan dari kaki kanan.

Berputar

  1. Ketika martil mencapai titik terendah, pelempar mulai berputar dengan tumit tungkai kiri menjadi poros sampai menghadap ke arah depan dari lingkaran.
  2. Kemudian dilanjutkan dengan memutarnya kembali di atas telapak kaki bagian depan sambil kembali ke arah semula.
  3. Tubuh bagian bawah membawa tubuh bagian atas bergerak ke depan, dengan tangan kiri menutup dada, dan selama tungkai bergerak, martilpun terus bergerak.
  4. Kaki kanan meninggalkan tanah saat kaki kiri selesai dengan gerakan tumitnya, berat badan dipindahkan ke tungkai kiri dan seterusnya.

Akhiran

  1. Sebelum putaran berakhir atau sebelum martil mencapai titik terendah, pelempar mulai menarik martilnya dan mempercepat putaran martil ketika bergerak ke arah bawah.
  2. Lalu berusaha untuk mempercepat gerakan kedua tungkai dalam upaya mempercepat putaran tubuh bagian bawah.

Lemparan

  1. Lemparan dilakukan dengan meluruskan kedua tungkai dengan kuat.
  2. Badan lebih dibusungkan lagi dengan kepala direbahkan ke arah belakang atau dengan posisi tengadah.
  3. Saat martil sudah ditempatkan pada sudut trayektorinya, pelempar harus melihat ke arah lemparan.
  4. Kemudian angkat kedua lengan di akhir gerakannya dan pandangan kedua mata mengikuti jalannya maril sebelum mengganti posisi kedua tungkainya.

Peraturan Lontar Martil

Martil dilontarkan dari lingkaran berdiamter 2,135 m (7 kaki). Lawan mungkin menyentuh bagian dalam lingkaran lontar, namun tidak boleh menyentuh bagian atas lingkaran saat melempar.

Pelempar tidak boleh menyentuh tanah di luar lingkaran lempar ketika sedang mencoba, dan dia juga tidak bisa meninggalkan lingkaran sampai palu menyentuh tanah.

Lingkaran itu terletak di dalam kandang untuk memastikan keamanan para pengamat.

Ukuran Lapangan Lontar Martil

ukuran lapangan lontar martil

Perlengkapan yang digunakan untuk lapangan lontar martil terdiri dari lingkaran lempar, kandang pelindung, dan sektor pendaratan. Biasanya lapangan ini dipadukan dengan fasilitas lapangan lempar cakram.

Tetapi demikian, lingkaran lontar untuk lempar martil sedikit lebih kecil dari lempar cakram. Permukaan akhir ke lingkaran beton juga sedikit lebih halus untuk lempar martil daripada lempar cakram.

Selain lapangannya, keamanan penonton juga harus diperhatikan. Sehingga lontar martil boleh dilakukan pada lapangan yang sudah diberi jaring untuk menjamin keamanan penonton, atlet, dan lainnya.

Berikut standard ukuran lapangan lontar martil:

  • Lingkaran yang melengkung berdiameter 2,135 m.
  • Dalam kompetisi internasional, sektor pendaratan ditandai oleh dua jari yang dipisahkan dengan 34,92º.
  • Garus perpanjangan 90 meter dari pusat lingkaran lempar.
  • Sektor pendaratan ditandai dengan garis putih berukuran 5 cm, bagian dalamnya merupakan batas untuk lemparan yang wajar.
  • Harus ada sebuah kandang pelindung yang mengeliling lingkaran lempar.

Ukuran dan Berat Martil

Martil sendiri terdiri dari kepala logam, kawat, dan gagangnya. Kepala adalah besi padat (atau logam lain yang tidak lebih lembut daripada kuningan). Logam campuran diizinkan.

Kawatnya berdiamter tidak lebih dari 3 mm, terbuat dari baja, dan tidak bisa meregang saat dilempar. Pegangannya harus kaku dan tanpa sendi engsel apapun, pegangan bisa maksimal 110 mm.

Untuk kompetisi internasional terbuka, ukuran dan berat martil yang digunakan yakni:

  • Berat martil bagi atlet pria berbobot 7,260 kg dan harus berdiameter antara 110 – 130 mm.
  • Sedangkan untuk wanita, berat martilnya 4 kg dengan diamter antara 95 mm – 110 mm.

Manfaat Olahraga Lontar Martil

Ketimbang olahraga lempar sejenis lainnya, lontar martil termasuk salah satu paling yang kuat. Karena, perlu lebih banyak energi kinetik untuk melemparkan martil.

Perbandingannya untuk rekor dunia pada lontar martil pria, bola bergerak 30 meter/detik. Sementara dalam olahraga golf bisa mencapai 80-90 meter/detiknya.

Hal inilah yang menjadi salah satu elemen manfaat dari olahraga lontar martil. Berikut penjelasannya:

•  Melatih kekuatan tubuh

Skill yang harus dimiliki oleh atlet lontar martil adalah keseimbangan dan kekuatan.

Selain itu, melakukan olahraga ini juga akan melatih kekuatan tubuh bagian atas, sebab harus bermanuver sekuat tenaga agar lemparan martil tepat sasaran.

Tidak hanya itu, atlet juga jadi semakin sadar dan mengenal tubuhnya sendiri. Mulai dari kapan harus bergerak, berhenti, hingga berputar sekuat tenaga.

Mengingat atlet harus melempar setelah tiga sampai empat putaran, perlu ada keseimbangan agar lemparan tetap akurat.

•  Melatih postur tubuh

Saat melakukan lontar martil, idealnya dada tetap tegak dan kedua lutut sedikit ditekuk. Jangan menunduk berlebihan karena akan memberi beban lebih pada area punggung.

Kekuatan utama dari lontar martil terletak pada tubuh bagian atas, bukan dari kedua kaki. Jadi, postur tubuh atlet harus benar-benar stabil untuk melakukan olahraga ini.

•  Penyaluran energi yang tepat

Untuk bisa melemparkan martil sesuai sasaran, tentu tidak mudah. Sebab, martilnya cukup berat mulai dari 4-7 kg tergantung pada kategori yang sedang diikuti. Perlu energi luar biasa untuk bergerak dengan cepat.

Terlebih, bila dibandingkan dengan olahraga lempar lainnya, energi yang digunakan untuk lontar martil jauh lebih signifikan.

•  Koordinasi mata dan tangan

Seluruh tubuh harus benar-benar terkoneksi demi bisa melempar martil dengan baik. Harus ada koordinasi antara mata dan tangan yang baik.

Jadi, bukan hanya kedua tangan yang memegang martil saja, namun juga kedua mata yang melihat pergerakan martil.

Dengan cara ini, akan terbentuk simtri dan keseimbangan antara tubuh dan martil. Kedua tangan harus paralel satu sama lain, begitu pula dengan arah pandangan.

Ada ungkapan perlu waktu setidaknya 10 tahun hingga seseorang menjadi atlet lontar yang baik. Karena, tidak seperti olahraga lain seperti lari atau bersepeda yang gerakannya sederhana, lontar martil memerlukan gerakan lebih kompleks.

Fokusnya adalah harus tetap kuat sembari melakukan gerakan spesifik lempar martil. Jika ingin menaklukan tantangan dalam olahraga ini, tentu perlu latihan yang konsisten.

Tinggalkan komentar