Majas Asosiasi

Majas banyak digunakan dalam penulisan karya sastra salah satunya adalah majas asosiasi, dan termasuk di dalamnya ada puisi dan prosa.

Majas atau gaya bahasa merupakan pemakaian bahasa untuk memperoleh efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup.

Secara keseluruhan, ciri bahasa pada sekumpulan penulis sastra dan cara khas ketika menyampaikan pikiran dan perasaannya dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Pengertian Majas Asosiasi

Majas asosiasi adalah gaya bahasa perbandingan dua hal yang berbeda, namun tetap menggunakan ungkapan kata yang sama.

Tujuan penggunaan majas asosiasi dalam bertutur kata dan penulisan adalah supaya lawan bicara dan pembaca menjadi lebih tertarik.

Majas asosiasi termasuk dalam salah satu kategori jenis majas perbandingan, sama seperti majas hiperbola.

Majas perbandingan lebih menonojolkan perbandingan kata yang diutarakan pada suatu ide atau gagasan.

Majas ini juga menggunakan perumpamaan atau peribahasa di dalam kalimat perbandingannya.

Contoh: masalahnya rumit, susah mencari jalan keluarnya seperti benang kusut.

Ciri-ciri Majas Asosiasi

Majas asosiasi memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan majas simile, yaitu sama-sama menggunakan kata penghubung.

Sedangkan perbedaannya, yaitu majas asosiasi tidak menjelaskan kalimatnya secara eksplisit (terus terang) seperti kalimat pada majas simile.

Majas ini memiliki makna implisit (tersirat), sehingga ketika menafsirkan seseorang dan orang lainnya dapat berbeda.

Berikut ciri-ciri yang ada pada majas asosiasi :

  • Menggunakan kata penghubung, contoh katanya yaitu “seperti, bak, laksana, dan sebagainya”
  • Menjelaskan kalimat dengan makna implisit (tersirat), sehingga saat menafsirkan seseorang dan orang lainnya dapat berbeda.

Contoh Majas Asosiasi

contoh majas asosiasi
pixabay.com

Setelah saya akan memberikan beberapa contoh kalimat yang mengunakan gaya bahasa asosiasi, supaya kamu bisa lebih paham lagi.

Contoh 1

  1. Seseorang yang memiliki niat untuk melakukan sesuatu tetapi tidak mengerjakannya ibarat sayur tanpa garam, hambar.
  2. Dia memiliki bibir yang manis, namun ucapannya seperti cabai rawit di pasar, pedas.
  3. Melihatmu tersenyum di dekat pohon randu bagaikan embun di pagi hari.
  4. Anak itu memang cerdas, otaknya encer layaknya air.
  5. Gadis desa sebelah itu gaya berjalannya bak putri solo di atas panggung.
  6. Kamu memiliki mata yang indah bagaikan bintang di langit.
  7. Setelah sakit selama seminggu, keadaan tubuhmu sekarang kurus kering seperti lidi.
  8. Gerakan dia saat melewati musuh-musuhnya di atas lapangan sambil membawa bola bagaikan ular king cobra yang sedang memburu mangsanya.
  9. Jangan bekerja saat malam hari lalu tidur di siang hari seperti kelelawar.
  10. Kamu harus menjadi orang yang memiliki prinsip kuat, jangan seperti air di atas daun talas yang hanya bisa bertahan sebentar saja.
  11. Kasihan dia sudah berbuat kebaikan kepada orang itu, tetapi malah dibalas dengan kejelekan bagaikan air susu yang dibalas dengan air tuba.
  12. Bisnis yang dia jalani selalu lancar setiap hari layaknya air yang mengalir dari hulu ke hilir.
  13. Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok masyarakat tahun lalu, membuat mereka bak sedang bernafas di dalam lautan.
  14. Saya akui dia memang orang yang hebat ibarat batu yang takkan pernah lapuk karena hujan dan tak lekang karena panas.
  15. Para pemuda bangsa harus mempunyai semangat untuk membangun negeri ini seperti bara api yang tidak akan pernah padam, abadi.
  16. Mulailah membaca dari sekarang karena membaca ibarat membuka jendela dunia.
  17. Fokuslah pada satu tujuan seperti anak panah yang diarahkan ke targetnya dan tidak akan meleset sedikitpun.
  18. Entah apa yang terjadi sehingga membuat danau di belakang gunung menjadi kering seperti padang pasir.
  19. Lihatlah dia sangat bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugasnya bak seorang patriot.
  20. Paras wajahnya begitu tampan bak seorang pangeran di negeri dongeng.

Contoh 2

  1. Temanku berlari bagaikan kuda milik Pak Mentri.
  2. Kendaraan yang lewat di jalan Ahmad Yani tadi malam melesat seperti kilat.
  3. Orang itu pandai memanjat pohon bak tupai yang sedang mencari makanan di pepohonan.
  4. Galang sangat cepat menghitung seperti kalkulator milik bu Pur.
  5. Bimo melihat ban mobil di parkiran layaknya melihat donat karena lapar.
  6. Anak muda itu pikirannya tajam bagaikan pedang.
  7. Jangan jadi orang yang pemalas seperti kungkang, kerjaannya tidur aja.
  8. Melihat teman barumu ibarat sedang melihat panda yang lucu.
  9. Saat Andy lelah, dia bergerak seperti keong.
  10. Anak-anak yang sedang berada di taman bak anak kucing yang sedang bermain.
  11. Warna tubuh ikan koi milik Siti di kolamnya terlihat seperti emas sungguhan.
  12. Larimu begitu kencang bagaikan seekor cheetah yang sedang mengejar mangsanya.
  13. Dia memiliki tenaga yang tidak pernah habis seperti Popeye setelah memakan sayur bayam.
  14. Tubuhnya bergemetar layaknya telepon berdering di rumah Ibu kost.
  15. Kepintaran yang dimiliki Mufid ibarat seorang profesor terkenal di dunia.
  16. Rijal membantu dan mengarahkan teman-temannya untuk mengerjakan tugas sebaik mungkin bak seorang jendral perang.
  17. Setiap kali Bunda memelukku, pelukannya terasa bagaikan hangatnya matahari di pagi hari.
  18. Kakak selalu bekerja keras karena mempunyai tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya ibarat seorang Ayah.
  19. Bola itu melaju bak roket yang sedang meluncur setelah ditendang Aldo.
  20. Reza sedang membersihkan halaman rumahnya seperti pasukan orange.

Contoh 3

  1. Dia tidak akan berani menantangmu, pukulan yang kamu miliki saja seperti samson.
  2. Kamu harus hati-hati saat berbicara dengan dia, karena jika kamu salah bicara sedikit saja bisa membuatnya marah layaknya singa.
  3. Para koruptor itu bagaikan tikus-tikus yang sedang menggerogoti keju di dalam lemari makanan.
  4. Kulihat wajahmu dari kejauhan tampak cerah bagaikan rembulan di malam hari.
  5. Perbedaan antara Shandy dan Elina ibarat langit dan bumi, jauh.
  6. Kucing tetanggaku yang baru saja dibeli kemarin, bentuknya seperti harimau.
  7. Sudah tidak diragukan lagi jika kecerdasannya seperti Si kancil di cerita fabel.
  8. Bapak itu setelah kehilangan motornya seperti sedang kebakaran janggut.
  9. Ani terlihat sangat bahagia hari ini bagaikan mendapat durian runtuh milik Kakek Dalang.
  10. Jika sudah kenyang jangan dipaksakan makan, lihatlah perutmu yang berbentuk seperti setengah lingkaran.
  11. Terakhir kali bertemu kepala sekolah, dia seperti rengginang yang dimasukkan ke dalam kuah bakso.
  12. Dia setiap hari latihan di gym sampai tubuhnya menjadi seperti baja.
  13. Kamu pandai sekali berenang bagaikan lumba-lumba di laut.
  14. Cobalah mengerti dengan keadaan yang terjadi, jangan keras kepala seperti batu melayang di atas bukit itu.
  15. Kamu pintar sekali menggambar pemandangan hingga kelihatan seperti pemandangan aslinya.
  16. Suara knalpot motor itu sangat bising bagaikan guntur.
  17. Wanita itu berbicara lemah lembut kepada suaminya bak kain sutera.
  18. Cuaca tadi malam bak berada di tengah kutub selatan saja.
  19. Bentuk topinya bulat seperti bola yang digunakan bermain sepak bola di lapangan tadi pagi.
  20. Diammu mematikan ibarat pembunuh berdarah dingin.

Contoh Soal Majas Asosiasi

Apakah kamu sudah selesai membaca penjelasan dan contoh majas asosiasi di atas?

Jika sudah, setelah ini kita akan mencoba untuk menjawab beberapa contoh soal yang menggunakan gaya bahasa asosiasi.

Contoh Soal 1

Perhatikan kalimat di bawah ini dengan seksama dan pilih lah kalimat yang menggunakan majas asosiasi!

A. Andi berlari di lapangan sambil menggiring bola dipandu pelatihnya.

B. Dia bermain pedang bersama temannya seperti sungguhan.

C. Kamu pandai sekali berenang bagaikan lumba-lumba di laut.

D. Anak itu bermain sepeda bmx seperti di film.

Jawaban : C. Kamu pandai sekali berenang bagaikan lumba-lumba di laut.

Kalimat tersebut menggunakan gaya majas asosiasi dengan kata hubung “bagaikan” dan memiliki maksud Jika orang itu sangat pandai berenang.

Contoh Soal 2

Pilihlah kalimat berikut yang mengandung majas asosiasi di dalamnya!

A. Anak muda itu pikirannya tajam bagaikan pedang.

B. Udin memanjat pohon kelapa untuk mengambil buah kelapanya seperti kemarin.

C. Elisa mempunyai wajah yang mirip dengan putri salju.

D. Laki-laki itu sekarang memiliki sepatu sesuai dengan yang dia inginkan.

Jawaban : A. Anak muda itu pikirannya tajam bagaikan pedang.

Kalimat tersebut menggunakan gaya bahasa asosiasi dengan kata hubung “bagaikan” dan memiliki maksud jika anak muda itu pikirannya sangat tajam, cerdas.

Contoh Soal 3

Pada kalimat di bawah ini, manakah yang menggunakan gaya bahasa asosiasi?

A. Dito mengendarai kendaraannya dengan sangat kencang seperti tidak takut tertabrak.

B. Haris senang membantu dan murah senyum kepada teman-temannya.

C. Warna tubuh ikan koi milik Siti di kolamnya terlihat seperti emas sungguhan.

D. Rafi bekerja keras supaya bisa mendapatkan penghasilan sendiri seperti yang diinginkannya.

Jawaban : C. Warna tubuh ikan koi milik Siti di kolamnya terlihat seperti emas sungguhan.

Kalimat tersebut menggunakan gaya bahasa asosiasi dengan kata hubung “seperti” dan memiliki maksud jika ikan koi milik Siti memiliki warna tubuh seperti emas sungguhan.

Contoh Soal 4

Pilihlah dengan tepat kalimat berikut yang menggunakan gaya bahasa asosiasi!

A. Bayu menggiring bola dengan sangat lincah karena sering latihan di lapangan dekat rumahnya.

B. Anak itu begitu jago bermain bola voli bersama orang dewasa.

C. Dia rajin belajar di rumah bersama adiknya seperti yang diinginkan orang tuanya.

D. Paras wajahnya begitu tampan bak seorang pangeran di negeri dongeng.

Jawaban : D. Paras wajahnya begitu tampan bak seorang pangeran di negeri dongeng.

Kalimat tersebut menggunakan gaya bahasa asosiasi dengan kata hubung “bak” dan memiliki maksud jika wajah orang itu sangat tampan.

Kesimpulan

Majas asosiasi adalah gaya bahasa perbandingan dua hal yang berbeda, namun tetap menggunakan ungkapan kata yang sama.

Tujuan penggunaan majas asosiasi dalam bertutur kata dan penulisan adalah supaya lawan bicara dan pembaca menjadi lebih tertarik.

Majas asosiasi termasuk dalam salah satu kategori jenis majas perbandingan, sama seperti majas metonimia.

Majas asosiasi memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan majas simile, yaitu sama-sama menggunakan kata penghubung.

Sedangkan perbedaannya, yaitu majas asosiasi tidak menjelaskan kalimatnya secara eksplisit (terus terang) seperti kalimat pada majas simile.

Demikian pembahasan mengenai majas asosiasi, semoga bermanfaat dan membantu kegiatan belajar kamu.

Sekian.

Tinggalkan komentar