Majas Hiperbola

Majas Hiperbola – Saat menjalani kehidupan sehari-hari, biasanya kita akan berbicara dengan orang lain ketika di rumah, sekolah, terminal, lingkungan masyarakat, dan dimanapun.

Percakapan antara kamu dan dia terkadang menggunakan sebuah kalimat atau kata yang berlebihan.

Kata tersebut berupa benda, sifat, dan berbagai hal lainnya. Kalimat seperti itu lah yang disebut dengan majas hiperbola.

Tanpa disadari, kita sering menggunakan majas saat berbicara atau menulis pada kehidupan sehari-hari, seperti majas hiperbola, majas metonimia, majas ironi, dll.

Simak secara seksama penjelasan berikut, supaya kamu benar-benar paham tentang majas hiperbola.

Pengertian Majas Hiperbola

Jika kita ingin membuat sebuah karya sastra. Maka perlu mengetahui pengertian majas, jenis-jenis majas, dan penggunaan majas yang baik dan benar salah satunya mengenai majas hiperbola ini.

Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu secara berlebihan sehingga menjadi tidak masuk akal.

Ada juga beberapa pengertian majas hiperbola menurut para ahli yang kurang lebih sama seperti pengertian majas hiperbola di atas.

Sama seperti majas simile dan majas asosiasi, majas ini termasuk dalam jenis majas perbandingan.

Majas hiperbola dipakai untuk memberi kesan tertentu dalam sebuah karya sastra supaya menjadi semakin hidup.

Biasanya majas ini banyak dipergunakan pada puisi dan sejenisnya sehingga puisi terlihat lebih hidup.

Bukan hanya pada karya sastra, tanpa disadari bisa saja kita sering menggunakan majas hiperbola dalam percakapan sehari-hari bersama orang lain.

Saat menggunakan majas hiperbola pada suatu kalimat, maka kalimat tersebut seolah-olah memiliki kesan dramatis dan menarik perhatian orang lain.

Ciri-ciri Majas Hiperbola

Gaya bahasa yang digunakan pada majas hiperbola sangat berbeda dan tidak dimiliki oleh majas lainnya. Majas ini memiliki ciri khas tersindiri.

Ciri-ciri yang ada pada majas hiperbola adalah :

  1. Menggunakan gaya bahasa yang berlebihan saat mengungkapkan sesuatu sehungga hal kecil pun terlihat lebih besar dari kenyataannya.
  2. Kata-kata yang digunakan pada gaya bahasa terlihat dramatis dalam pengungkapannya.
  3. Ungkapan pada gaya bahasa menjadi tidak masuk akal.
  4. Kalimat yang menggunakan gaya bahasa hiperbola memiliki pengaruh yang kuat dan menarik perhatian pembaca atau pendengar

Contoh Majas Hiperbola

Supaya kamu bisa lebih paham lagi, saya akan memberikan beberapa contoh kalimat yang menggunakan majas hiperbola.

Contoh 1

  1. Ayah bekerja banting tulang demi menafkahi keluarganya.
  2. Dia menendang bola ke gawang secepat roket.
  3. Cahaya matahari menyengat kulitku.
  4. Bunyi klakson kendaraan itu membuat kuping pecah.
  5. Suara teriakan dia menggelegar sampai luar.
  6. Kisah sedih yang diceritakan Nenek membuat perasaanku tersayat-sayat.
  7. Tas yang dia bawa berisi batu raksasa.
  8. Tangisan bayi itu membanjiri seluruh isi rumah.
  9. Para pahlawan berjuang sampai titik darah penghabisan.
  10. Laki-laki itu mandi keringat setelah bermain sepak bola.
  11. Bangunan pencakar langit di Dubai setinggi gunung.
  12. Bapak itu rela menguras tabungan yang dimiliki untuk biaya pendidikan anaknya.
  13. Pantulan cahaya itu membuat buta sementara.
  14. Harga kebutuhan pokok melambung tinggi menjelang lebaran.
  15. Tatapan orang itu setajam pisau saat marah.
  16. Jika dia marah membuat bumi berguncang.
  17. Kendaraan itu melaju di jalan secepat kilat.
  18. Taman di rumah mewah itu seluas lapangan sepak bola.
  19. Menempati posisi terakhir pada perlombaan membuat hatinya hancur berkeping-keping.
  20. Air sungai di ujung desa sangat jernih dan sebening kristal.

Contoh 2

  1. Alat mesin ini berputar layaknya gasing.
  2. Setiap kata yang diucapkannya menusuk hati.
  3. Jangan terbang ketika dipuji.
  4. Jangan jatuh ke jurang ketika dihina.
  5. Pidato Bung Karno selalu membakar semangat para pemuda bangsa.
  6. Perkembangan ekonomi negara itu meroket setelah pemerintah membuat kebijakan baru.
  7. Senyumanmu setiap kali bertemu selalu membuatku diabetes.
  8. Lantai yang baru saja kamu pel ini selicin belut.
  9. Banyak orang yang menjauhi dia karena sikapnya sedingin es.
  10. Kamu membuat terkejut hingga jantungku mau copot.
  11. Doa ibu selalu mengalir untuk anak-anaknya.
  12. Pak guru sangat baik sudah memberi tugas segunung ini.
  13. Menunggu wanita berdandan sampai ketiduran.
  14. Setiap kali bertemu denganmu membuat diriku mati gaya.
  15. Setelah dia terjatuh dari sepeda dan menabrak tiang listrik ada benjolan sebesar sarang tawon di kepalanya.
  16. Kopi ini rasanya seperti jamu brotowali.
  17. Hidup tanpamu membuat hatiku terasa hampa.
  18. Dia berenang selincah lumba-lumba di lautan.
  19. Bau badanmu sewangi bunga raflesia.
  20. Tendangannya melambung tinggi ke luar angkasa.

Contoh 3

  1. Dia makan seperti orang yang belum pernah makan setahun setelah diberi makanan.
  2. Kemerduan suaranya membuat orang terhipnotis saat mendengarkannya.
  3. Walaupun sudah dicaci maki, hatinya tetap sekuat baja.
  4. Para pemuda ini berhasil mengguncang dunia dengan prestasinya.
  5. Tetangga pak lurah tergila-gila dengan buah semangka.
  6. Pohon kelapa memiliki sejuta manfaat bagi manusia.
  7. Setelah tidak sengaja menghancurkan pot kesayangan pemiliki rumah, tamu itu meminta ribuan maaf.
  8. Jangan ganggu dia karena sedang mengerjakan segudang tugas yang harus diselesaikan.
  9. Cintaku padamu seluas samudera pasifik.
  10. Selesai mandi, wajah anak itu ditaburi bedak orang tuanya.
  11. Rambut anak itu sepanjang ekor kuda sampai menyentuh lantai.
  12. Suhu dingin di daerah pegunungan membuatku membeku.
  13. Pada pertandingan sepak bola tadi malam, Indonesia menyerang pertahanan Laos tujuh hari tujuh malam.
  14. Udara pagi hari ini sangat sejuk selembut salju menyentuh kulitku.
  15. Kebaikan pria itu membuat para wanita meleleh.
  16. Banyak juri yang memberi kritikan pedas untuk peserta ketiga ini.
  17. Perjalanan panjang ini sangat menguras tenagaku.
  18. Badan murid baru itu setinggi tiang listrik.
  19. Serangan balik Indonesia memporak-porandakan pertahanan lawan.
  20. Hidung anak itu mancung seperti hidung pinokio.

Contoh 4

  1. Tingkah laku anak itu membuat orang tuanya pusing tujuh keliling.
  2. Berita hoax di medsos bermunculan melebihi kecepatan cahaya.
  3. Harga cabai mencekik leher setelah terjadi kenaikan harga.
  4. Semangat belajar anak muda harus selalu berkobar.
  5. Pipinya menjadi merah muda setelah dipuji mertua.
  6. Anak laki-laki itu rela memeras keringat untuk menghidupi keluarga karena Ayahnya sudah tiada.
  7. Semangat untuk menjadi lebih baik haruslah seperti api yang tidak pernah padam.
  8. Tubuhnya bagaikan ban karet, tidak mempan ditembak.
  9. Tuntutlah ilmu sampai bumi berhenti berputar.
  10. Saat di depan panggung badanmu kaku seperti patung pancoran.
  11. Saat kamu cemberut, wajahmu terlihat lebih masam dari jeruk nipis.
  12. Bola kasti yang dia pukul menggunakan kayu itu terbang ke luar angkasa.
  13. Sehari tidak bertemu denganmu rasanya seperti seabad tidak bertemu.
  14. Dia sangat baik kepada orang lain bagaikan permata.
  15. Musim kemarau panjang tahun lalu membuat desa ini seperti gurun pasir.
  16. Rambut wanita itu bagaikan ombak bergulung.
  17. Setelah diberi tugas oleh guru, dia menyelesaikan tugas tersebut dalam sekejap.
  18. Jalan ini macetnya mengular sampai ujung sana.
  19. Kedua matanya berwarna biru bagaikan langit biru.
  20. Dia adalah manusia otot kawat tulang besi.

Itulah beberapa contoh kalimat yang menggunakan gaya bahasa hiperbola.

Setelah ini, saya akan memberikan beberapa contoh soal mengenai gaya bahasa hiperbola.

Contoh Soal Majas Hiperbola

Apakah kamu sudah selesai membaca, contoh kalimat majas hiperbola? kalau belum, baca sampai selesai terlebih dahulu biar bisa menjawab pertanyaan berikut ini.

Tapi kalau kamu merasa sudah paham dan benar-benar mengerti tentang gaya bahasa hiperbola, lanjutkan saja dan cobalah menjawab pertanyaan ini.

Jangan takut salah jawabannya, salah tidak masalah, yang jadi masalah jika kamu tidak berani mencoba. Namanya juga baru belajar, salah sedikit mah udah biasa.

Contoh Soal 1

Pada kalimat di bawah ini, manakah yang merupakan gaya bahasa hiperbola?

A. Pesawat jet itu terbang sangat cepat.

B. Di kebun tadi aku melihat buah semangka yang sangat besar.

C. Kucing di seberang jalan itu seperti singa.

D. Mobil di jalan tadi melaju secepat kilat.

Jawaban : D. Mobil di jalan tadi melaju secepat kilat.

Gaya bahasa hiperbola pada kalimat tersebut adalah “secepat kilat”, maksudnya mobil tersebut melaju sangat cepat.

Contoh Soal 2

Pilihlah jawaban yang benar pada kalimat di bawah ini, manakah kalimat yang menggunakan majas hiperbola?

A. Dia memiliki suara yang merdu.

B. Ayah sangat marah pada kakak pagi tadi.

C. Adik menangis sampai membanjiri rumah.

D. Kakak belajar sangat giat bersama temannya.

Jawaban : C. Adik menangis sampai membanjiri rumah.

Majas hiperbola pada kalimat tersebut adalah “membanjiri”, maksudnya adik tersebut selalu menangis dan banyak mengeluarkan air mata.

Contoh Soal 3

Pada kalimat di bawah ini, manakah yang termasuk dalam gaya bahasa hiperbola?

A. Rumah tetanggamu sebesar Istana Presiden Indonesia.

B. Bayu berlari mengelilingi lapangan sampai dia kelelahan.

C. Pohon di belakang sekolah lebih besar dari pohon jati.

D. Museum Dirgantara memiliki koleksi pesawat terbang bersejarah.

Jawaban : A. Rumah tetanggamu sebesar istana presiden.

Gaya bahasa hiperbola pada kalimat tersebut adalah “sebesar Istana Presiden Indonesia“, maksudnya rumah tetangga dia sangat besar.

Contoh Soal 4

Simaklah kalimat berikut ini, manakah kalimat yang menggunakan majas hiperbola?

A. Kiper timnas Indonesia sangat pintar seperti Wakabayashi.

B. Andi menendang bola ke luar angkasa.

C. Doni melewati lawan dengan gerakan yang lincah.

D. Pemain penyerang timnas mencetak gol dengan salto.

Jawaban : B. Andi menendang bola ke luar angkasa.

Majas hiperbola pada kalimat tersebut adalah “ke luar angkasa”, maksudnya bola itu ditendang oleh Andi sangat tinggi sampai ke atas.

Penutup

Jadi, majas hiperbola adalah sebuah kalimat yang menyatakan sesuatu secara berlebihan sehingga membuat kalimat tersebut menjadi terlihat aneh atau tidak nyambung.

Bagaimana, apakah kamu sudah paham tentang majas hiperbola? Jika belum coba baca lagi dan cermati secara seksama ya.

Contoh majas lainnya yang biasa digunakan dalam karya sastra adalah majas metonimia dan majas alegori.

Selesai sudah pembahasan mengenai majas hiperbola ini, semoga bermanfaat dan kamu bisa lebih mengerti.

Sekian.

Tinggalkan komentar