Majas Ironi

Tanpa disadari, kita terkadang atau bahkan sering menggunakan majas atau gaya bahasa seperti majas ironi dalam percakapan sehari-hari dengan orang lain.

Majas atau gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang beragam dalam menyampaikan ide atau pikiran dan perasaan baik secara lisan maupun tulisan supaya sebuah karya sastra dapat menjadi semakin hidup.

Pada umumnya beberapa kelompok penulis sastra sering menggunakan majas atau gaya bahasa dalam pembuatan karya sastranya.

Majas yang digunakan dalam pembuatan karya sastra tersebut, termasuk di dalamnya ada puisi dan prosa.

Namun, majas lebih sering digunakan dalam karya sastra berupa puisi jika dibandingkan dengan prosa.

Pengertian Majas Ironi

Kata ironi berasal dari bahasa Yunani “eironeia” yang memiliki arti “berpura-pura tidak mengerti”.

Majas ironi adalah majas yang mengungkapkan sindiran halus dengan menyembunyikan makna yang sesungguhnya dan mengatakan kebalikan dari makna tersebut.

Majas ironi termasuk dalam kategori jenis majas sindiran, berbeda dengan majas hiperbola yang merupakan jenis majas perbandingan.

Majas ironi bersifat menutupi dan menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya terjadi.

Hal tersebut membuat majas ini disebut juga sebagai praktik kepura-puraan.

Maksud dari makna dalam majas ini bertentangan dengan apa yang diucapkan dan penyampaiannya dilakukan secara halus.

Namun, dapat juga dinyatakan dengan makna yang kasar.

Ironi juga digunakan sebagai sebuah sindiran halus karena bertujuan supaya seseorang tidak merasa tersinggung dengan kalimat ungkapannya.

Contoh :

  • Suaramu merdu seperti kaset kusut.
  • Kota Jakarta sangatlah indah dengan sampah-sampahnya yang menumpuk.

Ciri-ciri Majas Ironi

Adapun beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh majas ironi, yaitu :

  • Bersifat menyembunyikan atau menutupi maksud dari ungkapan yang sesungguhnya.
  • Pernyataan yang disampaikan sangatlah bertentangan dan kebalikan dengan fakta yang sebenarnya.
  • Penyampaian yang dilakukan biasanya menggunakan kata-kata yang halus supaya tidak membuat seseorang tersinggung. Namun, tetap memiliki maksud yang kasar dan berupa sindiran.

Contoh Majas Ironi

contoh majas ironi
pixabay.com

Berikut lima contoh majas ironi beserta penjelasannya dalam kalimat diikuti contoh lainnya.

Contoh Penerapan dalam kalimat :

  1. Masakan yang kamu buat ini sangat enak, ada perpaduan rasa yang begitu pedas dan asin.
  2. Lihatlah orang tuamu yang menangis karena ulah dan kelakuanmu yang begitu baik.
  3. Saking bagusnya tulisan yang kamu buat, aku sampai tidak bisa membacanya.
  4. Kamu berangkat dan sampai disini terlalu awal, sehingga acara pernikahan ini sudah selesai.
  5. Layangan buatanmu ini bagus sekali hingga tidak bisa diterbangkan lagi.

Penjelasan contoh kalimat tersebut :

  1. Kalimat tersebut termasuk dalam gaya bahasa ironi karena bermaksud menyindir dengan kata “sangat enak sekali”, padahal rasanya begitu pedas dan asin.
  2. Kalimat tersebut termasuk dalam gaya bahasa ironi karena bertentangan pada kata “orang tuamu menangis” dengan “ulahmu yang begitu baik”.
  3. Kalimat tersebut termasuk dalam gaya bahasa ironi karena memiliki maksud berupa sindiran dengan kata “saking bagusnya tulisanmu”, padahal tulisannya tidak bagus sehingga tidak bisa dibaca.
  4. Kalimat tersebut termasuk dalam gaya bahasa ironi karena menyatakan sindiran yang bertentangan pada kata “datang terlalu awal” dengan kata “acara sudah selesai”.
  5. Contoh kalimat tersebut merupakan sindiran sehingga termasuk dalam gaya bahasa ironi dengan kata “bagus sekali”, padahal layangannya tidak terlalu bagus hingga tidak dapat diterbangkan.

Contoh 1

  1. Kamu pandai sekali naik sepeda. Saking pandainya, hampir saja kamu jatuh ke sawah di pinggir jalan tadi.
  2. Rumahmu ini terlalu kecil, sehingga aku dapat dengan leluasa masuk ke dalam rumahmu dari pintu manapun .
  3. Warna cat rumahmu ini sangat cerah, sampai membuatku teringat akan langit yang mendung kemarin.
  4. Jok motormu ini bagus dan enak sekali saat diduduki, hingga aku terperosot saat mendudukinya.
  5. Hari ini kamu terlihat sangat gembira, sampai keluar air mata dari wajahmu yang cantik itu.
  6. Suara terlalu bagus sih, jadi banyak yang kabur saat mendengarkan suaramu.
  7. Harga ponsel model terbaru itu murah sekali, sampai ada yang menjual barang berharga karenanya.
  8. Lapangan ini sangat cocok untuk bermain sepak bola, sehingga akan banyak yang terpeleset dan cidera karenanya.
  9. Preman itu baik sekali. Saking baiknya, banyak warga yang ingin menghajar wajahnya.
  10. Bau kentutmu sangat harum. Saking harumnya, kucing saja sampai pingsan karena mencium baunya.

Contoh 2

  1. Kamu sudah mandi berapa kali hari ini hingga tubuhmu begitu wangi, sampai bunga-bunga di taman saja menjadi layu disebabkannya.
  2. Pakaian yang kamu kenakan hari ini terlihat sangat sopan, hingga aku saja ikut merasa malu melihatnya.
  3. Silau cahaya lampu itu terang sekali, sampai aku tidak bisa melihat wajah orang di sampingku.
  4. Feri memanglah seorang kakak yang sangat penyayang dan bertanggung jawab kepada adiknya. Hingga adiknya menangis dari tadi pagipun tetap dibiarkan begitu saja.
  5. Tas-tas model terbaru di toko seberang jalan itu harganya terlalu murah, hingga tidak ada orang yang mau membelinya.
  6. Mereka berdua benar-benar sangat serasi, hingga tiada hari tanpa adanya keributan.
  7. Motor itu di desain dengan sangat jelek, sampai semua orang yang melihatnya menjadi terpesona karenanya.
  8. Coba kamu lihat gigimu yang begitu bersih dan putih ini. Saking bersihnya, bahkan hampir tidak terlihat sama sekali.
  9. Kota di negara itu dikenal akan kebersihannya, sampai di setiap sudut kota ada banyak sampah yang berserakan.
  10. Kamu memang sangat pandai memasak makanan seperti seorang koki, hingga setiap makanan buatanmu tidak ada rasanya.

Contoh 3

  1. Ruangan rumahmu ini sangat tertata rapi, hingga terlihat seperti kapal pecah.
  2. Hari ini cuacanya begitu panas, sampai membuatku kedinginan sekaligus basah.
  3. Keren sekali model bajumu ini. Saking kerennya, hingga terlihat seperti milik orang gila yang lewat di pinggir jalan kemarin.
  4. Dia orangnya sangat pendiam dan jarang bergaul, baru masuk sekolah baru saja sudah akrab dan mempunyai teman yang banyak.
  5. Kamu memiliki sifat seperti orang dewasa saja. Masalah kecil seperti itu saja dibesar-besarkan sampai membuatmu menangis sendiri.
  6. Wah, kamu memang orang yang bisa dipercaya. Barangku yang kamu pinjam minggu lalu saja belum dikembalikan sampai sekarang.
  7. Jelek sekali wajahmu itu, hingga banyak perempuan yang naksir dan mendekatimu.
  8. Motor yang kamu naiki ini terlalu kecil, sampai akupun keberatan saat mencoba menaikinya.
  9. Larimu sangat cepat, hingga tertinggal jauh saat lomba lari tadi pagi.
  10. Kamu hemat sekali orangnya, sehari saja sudah menghabiskan banyak uang untuk membeli barang yang tidak berguna.

Contoh Soal Majas Ironi

Sebelum mencoba beberapa contoh soal majas ironi, pastikan jika kamu sudah selesai membaca dan paham tentang majas ini supaya dapat mengerjakannya dengan mudah,

Contoh Soal 1

Perhatikan kalimat di bawah ini, manakah yang merupakan gaya bahasa ironi?

A. Wajahmu memang tampan sehingga banyak perempuan yang menyukaimu.

B. Dia memang sangat pintar. Dari dua puluh pertanyaan yang diberikan Bu Guru, dia hanya berhasil menjawab dengan benar empat pertanyaan.

C. Mobil yang lewat di jalan raya tadi sangat bagus, hingga banyak orang yang terpesona menatapinya.

D. Bebek goreng ini rasanya enak sekali, sampai banyak pembeli yang antri sampai di luar warung untuk membelinya.

Jawaban : B. Dia memang sangat pintar. Dari dua puluh pertanyaan yang diberikan Bu Guru, dia hanya berhasil menjawab dengan benar empat pertanyaan.

Kalimat tersebut termasuk dalam gaya bahasa ironi karena bermaksud untuk menyindir dengan kata “sangat pintar”, padahal makna sebenarnya dia itu bodoh.

Contoh Soal 2

Pilihlah kalimat berikut yang menggunakan gaya bahasa ironi!

A. Bau badanmu sangat harum, sehingga banyak orang yang ingin selalu berada di dekatmu.

B. Dia memang begitu pandai bermain sepak bola, sampai dalam satu pertandingan saja sudah mencetak 10 gol.

C. Kamu memang anak yang sangat rajin, sudah pukul sepuluh pagi saja kamu baru bangun.

D. Wah, Sahndy anaknya pintar sekali, hingga selalu mendapatkan ranking satu di kelasnya.

Jawaban : C. Kamu memang anak yang sangat rajin, sudah pukul sepuluh pagi saja kamu baru bangun.

Kalimat tersebut termasuk menggunakan gaya bahasa ironi karena berupa sindiran dengan kata “sangat rajin”, padahal makna sesunggahnya, yaitu malas.

Contoh Soal 3

A. Pak RT sangat bertanggung jawab dengan tugas yang diberikannya, sampai kampungku sekarang menjadi sangat maju.

B. Rumahmu sangat bagus dan rapi, aku jadi nyaman dan selalu ingin berada disana.

C. Masakan Ibuku enak sekali, sampai membuatku selalu ingin nambah lagi.

D. Kamar tidurmu terlihat sangat bersih, sampai plastik-plastik bekas makanan menumpuk berdampingan bersama buku-buku pelajaran.

Jawaban : D. Kamar tidurmu terlihat sangat bersih, sampai plastik-plastik bekas makanan menumpuk berdampingan bersama buku-buku pelajaran.

Kalimat tersebut termasuk dalam gaya bahasa ironi karena bermaksud menyindir dengan kata “sangat bersih” yang memiliki makna sebenarnya adalah kotor sekali.

Kesimpulan

Majas atau gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang beragam dalam menyampaikan ide atau pikiran dan perasaan baik secara lisan maupun tulisan supaya sebuah karya sastra dapat menjadi semakin hidup.

Majas ironi adalah majas yang mengungkapkan sindiran halus dengan menyembunyikan makna yang sesungguhnya dan mengatakan kebalikan dari makna tersebut.

Majas ini termasuk dalam kategori jenis majas sindiran.

Contoh majas lainnya yang sering digunakan dalam karya sastra adalah majas litotes, majas paradoks, dan lainya.

Adapun beberapa ciri-ciri yang dimiliki majas ironi seperti mengungkapkan kalimat yang bertentangan dan kebalikan dari makna sesungguhnya, dll.

Demikianlah pembahasan mengenai majas ironi ini, semoga bermanfaat dan dapat memudahkan kegiatan belajar kamu.

Sekian.

Tinggalkan komentar