Majas Paradoks

Dalam pembuatan karya sastra seperti puisi, prosa, cerpen, novel, dan karya sastra lainnya sering menggunakan majas atau gaya bahasa, salah satunya majas paradoks.

Majas adalah penggunaan berbagai ragam bahasa untuk memperoleh efek-efek tertentu sehingga membuat sebuah karya sastra semakin hidup.

Pada sekelompok penulis karya sastra memiliki ciri dan cara khas tersendiri dalam menyampaikan ide atau pikiran dan perasaannya, baik itu secara lisan maupun tulisan.

Tanpa disadari, terkadang dalam percakapan sehari-hari kita dengan orang lain juga menggunakan majas atau gaya bahasa.

Pengertian Majas Paradoks

Majas paradoks adalah majas yang mengungkapkan dua hal yang seolah-olah bertentangan dengan kebenaran, namun kenyataannya sama-sama benar.

Majas paradoks termasuk dalam kategori jenis majas pertentangan, berbeda dengan majas hiperbola yang merupakan majas perbandingan.

Ciri-ciri Majas Paradoks

Adapun beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh majas paradoks, yaitu :

  • Ada dua hal yang bertentangan dalam satu kalimat.

Contoh dua hal yang saling bertentangan tersebut adalah ” merasa kesepian ketika berada di dalam keramaian perkotaan”.

Kata “keramaian” merujuk pada keberadaan banyak orang di satu tempat (perkotaan). Sehingga dalam situasi yang nyata, orang tersebut seharusnya tidak merasa “kesepian” atau sendirian.

  • Walaupun terdapat dua hal yang bertentangan, namun kenyataannya sama-sama benar.

Contoh dua hal yang bertentangan, namun kenyataannya sama-sama benar yaitu “Tubuh tuanya masih mengandung semangat muda yang selalu membara seperti api”.

Kedua kata tersebut memang saling bertentangan, namun memiliki satu makna, yaitu “Walaupun usianya sudah tidak muda lagi (tua), tetapi masih memiliki semangat layaknya anak muda”.

Tujuan Majas  Paradoks

Tujuan digunakannya majas paradoks, yaitu :

  • Digunakan untuk mengutarakan pendapat terhadap hal yang tidak disukai.
  • Digunakan untuk menegur lawan bicara tanpa memberikan kesan lancang (kurang sopan).
  • Digunakan untuk menyampaikan sebuah argumen.
  • Digunakan untuk memberika kesan dramatis bagi para pembacanya.
  • Gaya bahasa paradoks biasanya digunakan pada media cetak seperti koran, tabloid, dan majalah.

Contoh Majas Paradoks

contoh majas paradoks
pixabay.com

Contoh penerapan gaya bahasa paradoks dalam kalimat :

  1. Meskipun hari ini cuacanya mendung, namun aku selalu merasa cerah ketika berada di dekatmu.
  2. Permasalahan yang sedang terjadi ini harus segera diselesaikan dengan kepala dingin, supaya tidak semakin panas dan kisruh.
  3. Pada zaman sekarang, perkembangan dan kemajuan teknologi sudah banyak menyebabkan penurunan nilai moral dan sosial, terutama pada generasi muda.

Penjelasan pada contoh penerapan kalimat tersebut, yaitu :

  1. Pada contoh kalimat pertama di atas termasuk dalam gaya bahasa paradoks, karena terdapat dua hal yang saling bertentangan, yaitu kata “mendung” dan “cerah”. Namun, kalimat tersebut tetap memiliki satu makna, yaitu kondisi cuaca di lingkungan sekitar.
  2. Contoh kalimat kedua tersebut termasuk menggunakan gaya bahasa paradoks, karena terdapat dua hal yang saling bertentangan, yaitu kata “kepala dingin” dan “semakin panas”. Namun kedua kata tersebut tetap memiliki makna, yaitu untuk menyelesaikan permasalahan.
  3. Kalimat ketiga termasuk dalam penggunaan gaya bahasa paradoks, karena ada dua hal yang saling bertentangan pada kata “perkembangan” dan “penurunan”. Namun, kedua hal tersebut tetap memiliki satu makna, yaitu dengan adanya kemajuan teknologi menyebabkan turunnya nilai moral dan sosial masyarakat terutama pada generasi muda.

Berikut beberapa contoh majas paradoks dalam kalimat :

Contoh 1

  1. Kemarin kamu bilang jika Budi dari keluarga yang kekurangan, tetapi penampilannya saja seperti orang yang bahkan kelebihan harta.
  2. Kamu memang mudah dibohongi oleh teman-temanmu, tetapi kamu tetaplah seorang anak yang jujur dan itu sangat penting.
  3. Kekayaan yang dia miliki menjadi kekuatan sekaligus kelemahan terbesarnya dalam mencari pendamping hidup (pasangan).
  4. Jangan dilihat dari kondisi fisiknya, lihatlah wanita berparas cantik itu tetapi dia memiliki hati yang jelek kepada orang lain.
  5. Menurunnya curah hujan membuat produksi cabai dan bawang pada musim ini meningkat jika dibandingkan dengan musim sebelumnya.
  6. Tidak usah dipikirkan lagi hinaan dari mereka, pelatih dan management sepak bola kita saja memuji kita.
  7. Kepintarannya dalam ilmu akademik justru menjadi tidak ada gunanya, karena kebodohannya dalam pemahaman ilmu agama.
  8. Bintang di langit dan pemandangan alam yang indah lainnya membuktikan bahwa Allah Maha Besar dan aku hanyalah makhluk kecil dihadapan-Nya.
  9. Jarak yang jauhnya hingga ribuan kilometer terasa sangat dekat dengan bantuan alat komunikasi modern seperti telepon.
  10. Para pejabat negara itu masih saja memperebutkan kekuasaan dan kenikmatan dunia, sementara mereka tidak peduli dengan nasib rakyatnya yang sedang dilanda kesengsaraan.

Contoh 2

  1. Meski Dion terlihat seperti pria yang rapuh, tetapi sebenarnya dia adalah pria yang tangguh.
  2. Adi selalu cuek saat di dekati orang lain, namun dibalik kecuekannya itu terdapat sosok yang penuh pengertian di dalam dirinya.
  3. Penampilan Bejo memang terlihat kasar seperti preman pasar, tetapi dia memiliki hati selembut boneka panda.
  4. Dia merasa ceria ketika di dunia maya, namun selalu terlihat murung di dunia nyata.
  5. Ketika harga minyak dunia mengalami penurunan, sementara harga bahan pokok di daerah sini malah mengalami kenaikan.
  6. Harta yang melimpah lantas tidak membuatnya menjadi orang yang sombong dan selalu berfoya-foya, dia tetap hidup sederhana bersama keluarganya.
  7. Sungguh aku sangat salut dengan orang miskin itu, walaupun hidupnya kekurangan tetapi dia kaya hati dan selalu berbagi terhadap sesama.
  8. Rendi memang memiliki rekor lari tercepat satu provinsi, namun hal tersebut tidak merubah kebiasaannya yang sering terlambat berangkat ke sekolah.
  9. Ujung pisau ini sangat tajam, namun bagian pangkalnya tetap saja tumpul.
  10. Pencuri itu hanya berani mengambil dikala suasana sedang sepi, namun dia takut saat ramai dan banyak warga yang menangkapnya.

Contoh Soal Majas Paradoks

Setelah ini kita akan mencoba menjawab beberapa contoh soal majas paradoks supaya dapat lebih paham lagi tentang majas ini.

Contoh Soal 1

Pilihlah kalimat di bawah ini yang menggunakan gaya bahasa paradoks!

A. Kepintarannya dalam ilmu akademik justru menjadi tidak ada gunanya, karena kebodohannya dalam pemahaman ilmu agama.

B. Dion memang berani maju ke daerah lawan sendirian untuk mencetak gol, sama seperti ketika dia menjaga daerah timnya maka akan berani menghadapi lawan-lawannya.

C. Aldi memiliki kemampuan lari yang sangat cepat, tidak heran jika dia tidak pernah terlambat berangkat sekolah.

D. Dia terkenal akan kebaikannya ketika berada di desa, begitu juga saat dia di kota tetap menjadi orang yang baik.

Jawaban : A. Kepintarannya dalam ilmu akademik justru menjadi tidak ada gunanya, karena kebodohannya dalam pemahaman ilmu agama.

Kalimat tersebut termasuk dalam gaya bahasa paradoks karena terdapat dua hal yang bertentangan pada kata “kepintarannya” dan “kebodohannya”.

Namun, dua hal tersebut tetap memiliki satu makna, yaitu pandai dalam ilmu akademik menjadi tidak berguna jika bodoh dalam ilmu agama.

Contoh Soal 2

Pada kalimat di bawah ini, manakah yang menggunakan gaya bahasa paradoks?

A. Hari ini cuacanya mendung sama seperti minggu lalu, kabar baiknya sudah turun hujan juga.

B. Kamu memang mudah dibohongi oleh teman-temanmu, tetapi kamu tetaplah seorang anak yang jujur dan itu sangat penting.

C. Dia memiliki paras yang cantik, begitu juga dengan hatinya yang baik kepada siapapun.

D. Dilihat dari kondisi fisiknya saja sudah seperti orang yang tangguh, dia memang orang yang kuat baik secara mental maupun fisik.

Jawaban : B. Kamu memang mudah dibohongi oleh teman-temanmu, tetapi kamu tetaplah seorang anak yang jujur dan itu sangat penting.

Kalimat tersebut menggunakan gaya bahasa paradoks karena ada dua hal yang saling bertentangan pada kata “dibohongi” dan “jujur”.

Namun, kedua hal tersebut memilki satu makna yaitu tidak masalah jika dibohongi teman, asalkan dia tetap menjadi anak yang jujur karena itu sangat penting.

Contoh Soal 3

Perhatikan kalimat di bawah ini dengan seksama, pilihlah kalimat yang menggunakan gaya bahasa paradoks!

A. Harta melimpah yang dimilikinya malah dibuat untuk berfoya-foya dan menjalani hidup yang boros.

B. Ujung pisau ini sangat tajam, namun bagian pangkalnya tetap saja tumpul untuk pegangan.

C. Harga bahan pokok mengalami penurunan pada tahun ini, begitu juga dengan barang impor dari luar negeri.

D. Dia selalu terlihat ceria dimanapun, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Jawaban : B. Ujung pisau ini sangat tajam, namun bagian pangkalnya tetap saja tumpul.

Kalimat tersebut termasuk dalam penggunaan gaya bahasa paradoks karena terdapat dua hal yang saling bertentangan pada kata “tajam” dan “tumpul”.

Namun, kedua hal tersebut memiliki satu makna yaitu pisau tajam pada bagian ujungnya dan pangkalnya yang tumpul sebagai pegangan.

Kesimpulan

Majas adalah penggunaan berbagai ragam bahasa untuk memperoleh efek-efek tertentu sehingga membuat sebuah karya sastra semakin hidup.

Majas paradoks adalah majas yang mengungkapkan dua hal yang seolah-olah bertentangan dengan kebenaran, namun kenyataannya sama-sama benar.

Majas ini termasuk dalam kategori jenis majas pertentangan.

Contoh majas lainnya yang biasa digunakan dalam sebuah karya sastra adalah majas ironi, majas simbolik, dll.

Demikianlah pembahasan mengenai majas paradoks, semoga bermanfaat dan dapat membantu kegiatan belajar kamu.

Sekian.

Tinggalkan komentar