Majas Simile

Tanpa kita sadari, penggunaan kosa kata ketika kita sedang membuat sebuah karya tulis atau berbicara dengan orang lain sering kali menggunakan majas, salah satunya yaitu majas simile.

Ungkapan kata yang kita tulis atau ucapkan itu merupakan luapan dari isi pikiran dan perasaan diri kita melalui bahasa yang khas.

Jadi, ungkapan tersebut tidak meluluk harus berupa kata-kata yang sederhana yang langsung menyatakan maksud sebenarnya.

Namun, terkadang dapat juga menggunakan kata berupa perumpamaan atau perbandingan.

Penggunaan kata atau kalimat perbandingan itulah yang memiliki kaitan dengan penggunaan gaya bahasa atau majas.

Pengertian Majas Simile

Majas simile adalah sebuah gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan sesuatu hal dengan hal lainnya dan menggunakan kata penghubung atau kata perumpamaan.

Kata simile disebut juga ibarat.

Majas simile termasuk salah satu dari banyaknya jenis majas dalam bahasa Indonesia dan termasuk dalam kategori majas perbandingan, sama seperti majas hiperbola.

Kata penghubung yang sering digunakan contohnya, yaitu : seperti, bagaikan, layaknya, laksana, ibarat, dll.

Perbandingan pada majas simile dapat diartikan sebagai pemberian makna pada sesuatu yang dibandingkan secara langsung dengan kata-kata perumpamaan.

Majas simile termasuk dalam dua kategori jenis majas, yaitu :

  1. Majas perbandingan, sebab majas simile membandingkan antara dua hal yang berbeda dalam satu kalimat.
  2. Majas perumpamaan, sebab majas simile menggunakan kata penghubung (seperti, bagaikan, layaknya, dll).

Ciri-ciri Majas Simile

Adapun beberapa ciri-ciri yang ada pada majas simile, yaitu :

  • Menggunakan kata penghubung, contohnya kata “seperti, bagaikan, layaknya, ibarat, laksana, dll”
  • Menggunakan kalimat yang membandingkan suatu hal dengan kata-kata perumpamaan.

Contoh Majas Simile

contoh majas simile
pixabay.com

Supaya kamu bisa lebih paham lagi, saya akan memberikan beberapa contoh kalimat yang menggunakan gaya bahasa simile.

Contoh 1

  1. Dia berlari seperti cheetah yang sedang memburu mangsanya.
  2. Wajahnya bagaikan rembulan yang bersinar di malam hari.
  3. Kulit bayi ini lembut dan halus seperti kain sutra.
  4. Lihatlah giginya putih bagaikan kapur barus.
  5. Setelah kamu mandi, wangi badanmu bagaikan mawar di taman tengah kota.
  6. Persahabatan kami layaknya rantai yang kokoh dan tidak akan pernah terputus.
  7. Cuaca hari ini dingin bak berada di kutub selatan.
  8. Pergerakannya lambat bagaikan kura-kura yang sedang berjalan.
  9. Jika dia marah, maka suaranya akan seperti auman singa.
  10. Rambutmu bak mayang yang terurai.
  11. Kakak dan adik itu sangat mirip bagaikan pinang di belah dua.
  12. Kopi pagi ini pahit seperti jamu brotowali.
  13. Jangan terlalu memanjakan anakmu layaknya putri raja.
  14. Engkau laksana bulan yang menerangi kegelapan di malam hari.
  15. Suaranya merdu bagaikan alunan melodi yang indah.
  16. Rumah tetanggamu begitu besar dan mewah layaknya istana kerajaan.
  17. Benda itu melesat cepat di atas langit seperti cahaya.
  18. Gadis di desa itu bagaikan bunga mawar yang baru mekar di pagi hari.
  19. Senyumanmu manis seperti coklat yang aku makan kemarin.
  20. Saat dia bergerak sangat lincah bagaikan tupai yang sedang memanjat pohon.

Contoh 2

  1. Mobil ini di desain memiliki kecepatan seperti 725 tenaga kuda.
  2. Motor yang dia naiki kecil bagaikan sepeda roda tiga.
  3. Saat dia naik sepeda dapat melompat-lompat layaknya kangguru.
  4. Pesawat yang dibuat Pak BJ. Habibie ibarat permadani.
  5. Bus pinggir kota di desain bak bus pribadi.
  6. Dia memburu hewan di hutan menggunakan panah bagaikan seorang anak kecil yang sedang bermain dengan mainannya.
  7. Saat dia menunggangi kuda terlihat seperti seorang pangeran.
  8. Kayu ini selalu diasah hingga tajamnya bagaikan pedang.
  9. Tubuh pria itu keras bak baja yang dibuat oleh pandai besi.
  10. Masakanmu sangat enak dan lezat layaknya masakan koki terkenal di dunia.
  11. Tidak diragukan lagi jika ketampanannya seperti pangeran di negeri dongeng.
  12. Kita harus terus bergerak dan bekerja karena tubuh kita seperti sepeda, jika kita berhenti maka habislah sudah.
  13. Jangan berbohong jika kamu tidak ingin memiliki hidung yang panjang seperti pinokio.
  14. Elang itu mengejar mangsanya bagaikan magnet.
  15. Lapangan di desa sebelah begitu bagus bak stadion piala dunia.
  16. Rasa lumpia yang baru saja dibelikan tadi seperti udang.
  17. Cuaca minggu kemarin bagaikan berada di gurun pasir.
  18. Makanan yang dimasak oleh Ibu rasanya seperti makanan di restoran bintang seribu.
  19. Saat aku membuat kesalahan, maka kakakku akan menasihati layaknya penasihat pribadi raja.
  20. Serangan timnas Indonesia ke musuhnya kemarin bak serangan tujuh hari tujuh malam.

Contoh Majas Simile dalam Puisi

Contoh majas simile dalam puisi biasanya berupa kata yang mengandung suatu pujian, romantis, dan sebagainya.

Kata pujian tersebut ditunjukan kepada lawan bicara kita.

Contoh 1

” Waktu”

Waktu seperti burung tanpa hinggapan

Melewati hari-hari rubuh tanpa ratapan

sayap-sayap mukjizat terkebar dengan cekatan

Waktu seperti butir-butir air

Dengan nyanyi dan tangis angin silir

Berpejam mata dan pelesir tanpa akhir

Puisi berjudul “Waktu” ini ditulis oleh W.S Rendra, Pustaka Jaya : Jakarta, Cet.8, 2003.

Contoh 2

“Senyummu”

Aku membutuhkan senyummu dalam keseharianku

Senyummu bagaikan cerahnya pagi hari

Yang membutuhkan mentari

Contoh 3

“Aku dan kamu”

Aku dan kamu akan selalu bersama

Seperti bulan dan bintang

Yang selalu menghiasi indahnya malam hari

Contoh 4

“Ibu”

Ibu

Engkau bagaikan rembulan

Yang selalu menerangiku

Dari gelapnya gulita

Contoh Soal Majas Simile

Setelah ini kita akan mencoba menjawab contoh soal majas simile.

Pastikan jika kamu sudah paham tentang penjelasan majas simile di atas terlebih dahulu, supaya mudah menjawab pertanyaan berikut ini.

Contoh Soal 1

Perhatikan kalimat di bawah ini dan pilihlah jawaban yang tepat!

A. Pemain itu menendang bola dengan keras, sehingga bola melaju seperti roket.

B. Ibu membeli gula di pasar dengan karung beras.

C. Kakak memakan rujak dengan isi buah belimbing, mangga, pepaya, mentimun yang enak

D. Orang itu berlarian di sekitar sungai sambil melihat pemandangan sawah.

Jawaban : A. Pemain itu menendang bola dengan keras, sehingga bola melaju seperti roket.

Gaya bahasa simile pada kalimat tersebut menggunakan kata penghubung “seperti” yang dilanjutkan kata “roket”.

Maksudnya adalah bola itu ditendang dengan sangat kencang oleh pemain.

Contoh Soal 2

Pada kalimat di bawah ini, manakah kalimat yang menggunakan gaya bahasa simile?

A. Doni naik sepeda menuju ke Surabaya bersama Ani.

B. Rijal membentuk kertas hingga seperti pesawat sungguhan.

C. Dia melempar batu ke atas langit dengan tenaga penuh.

D. Wajahnya sangat putih setelah diberi bedak.

Jawaban : B. Rijal membentuk kertas hingga seperti pesawat sungguhan.

Gaya bahasa simile pada kalimat menggunakan kata penghubung “seperti” dilanjutkan kata “pesawat sungguhan”.

Maksudnya adalah Rijal membentuk kertas tersebut hingga sangat mirip dengan pesawat sungguhan.

Contoh Soal 3

Pilihlah dengan tepat kalimat di bawah ini yang menggunakan majas simile!

A. Pengemis di pinggir jalan tadi terlihat sangat kelaparan.

B. Anak itu menjadi sehat kembali setelah dirawat Ibunya.

C. Wangi tubuhnya bagaikan bunga mawar di taman tengah kota.

D. Mobil itu di desain supaya bisa dikendarai tanpa bahan bakar mesin (BBM).

Jawaban : C. Wangi tubuhnya bagaikan bunga mawar di taman tengah kota.

Gaya bahasa simile pada kalimat tersebut menggunakan kata penghuung “bagaikan” dilanjutkan kata “bunga mawar di taman tengah kota”.

Maksudnya adalah tubuhnya harum bagaikan bunga mawar di taman tengah kota.

Contoh Soal 4

Perhatikan kalimat di bawah ini dan pilihlah dengan tepat kalimat yang menggunakan gaya bahasa simile!

A. Kura-kura berjalan menuju ke pantai dengan pergerakan yang lambat.

B. Harimau sedang berlari memburu mangsanya di tengah hutan.

C. Monyet itu memanjat pohon dengan cepat dan lincah seperti biasanya.

D. Anak-anak berkumpul dan berlarian di lapangan layaknya lebah yang berada di sarangnya.

Jawaban : D. Anak-anak berkumpul dan berlarian di lapangan layaknya lebah yang berada di sarangnya.

Gaya bahasa simile pada kalimat di atas menggunakan kata hubung “layaknya” dilanjutkan kata “lebah yang berada di sarangnya”

Maksudnya adalah anak-anak yang berada di lapangan ada sangat banyak dan ramai.

Kesimpulan

Majas simile adalah sebuah gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan sesuatu hal dengan hal lainnya dan menggunakan kata penghubung atau kata perumpamaan.

Majas simile termasuk dalam dua kategori jenis majas, yaitu majas perbandingan dan majas perumpamaan.

Ciri-ciri majas simile adalah menggunakan kata penghubung, contohnya “seperti, layaknya, bagaikan, dll” dan kalimat yang membandingkan sesuatu dengan kata-kata perumpamaan.

Contoh penggunaan majas lainnya yang biasa digunakan dalam karya sastra adalah majas asosiasi dan majas repetisi.

Demikianlah pembahasan mengenai majas simile ini, semoga bermanfaat dan dapat membantu kamu dalam kegiatan belajar.

Sekian.

Tinggalkan komentar