Majas Sinestesia

Majas Sinestesia – Majas atau gaya bahasa yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa yang digunakan untuk memberikan suatu efek tertentu dan membuat sebuah karya sastra semakin hidup.

Biasanya majas digunakan dalam suatu penulisan karya sastra, termasuk di dalamnya yaitu puisi dan prosa.

Dan umumnya, puisi lebih banyak menggunakan majas dibandingkan dengan prosa.

Dalam percakapan kita di kehidupan sehari-hari pun, terkadang ada orang yang secara sadar maupun tidak sadar menggunakan majas atau gaya bahasa ini.

Ada 4 majas, yaitu majas perbandingan, majas penegasan, majas pertentangan, dan majas sindiran.

Majas perbandingan sendiri masih memiliki banyak jenis, seperti majas hiperbola, majas metafora, majas sinestesia, majas asosiasi, majas litotes, dan masih banyak lagi.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai gaya bahasa sinestesia, mulai dari pengertian, ciri, fungsi, contoh, dan contoh soalnya.

Simak baik-baik penjelasan berikut ini ya, supaya kamu bisa langsung paham tentang majas sinestesia ini.

Pengertian Majas Sinestesia

pengertian
pixabay.com

Majas sinestesia adalah gaya bahasa yang mengungkapkan rasa dari suatu indra pada objek atau konsep tertentu dan disangkutkan dengan indra lainnya.

Jadi, bisa dibilang jika majas ini mengungkapkan sesuatu menggunakan dua indra secara bersamaan.

Contoh : Dengan teliti, Kakak mengendus setiap mangga dalam keranjang dan memilih yang berbau manis. (Bau: indera penciuman, Manis: indera pengecapan)

Ciri-ciri Majas Sinestesia

ciri ciri majas sinestesia
pixabay.com

Ciri-ciri majas sinestesia, yaitu :

  • Menyangkutkan indra lainnya saat mengungkapkan rasa dari suatu indra pada objek atau konsep tertentu.

Fungsi Majas Sinestesia

fungsi majas sinestesia
pixabay.com

Fungsi majas sinestesia, yaitu :

  • Digunakan untuk mengungkapkan suatu objek menggunakan dua indra yang saling bersangkutan.
  • Digunakan supaya maksud dari penulis atau pembaca lebih mudah dimengerti.

Contoh Majas Sinestesia

contoh majas sinestesia
pixabay.com

Berikut 40 contoh kalimat majas sinestesia, yaitu :

Contoh 1

  1. Dia selalu mengingat kenangan manisnya pada jaman dahulu.
  2. Ia memiliki paras yang manis dan setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu lembut, sehingga membuatnya semakin jatuh cinta.
  3. Ketika dia sedang diwawancarai tadi pagi, setiap perkataannya tersusun rapi dan sopan sehingga tidak ada satu kata pun yang salah.
  4. Posisi puncaknya sudah lama tidak digeser oleh pesaing lainnya karena terlalu kuat.
  5. Kamu memang berhak mencapai babak final, sebab kamu memiliki suara yang sang tajam.
  6. Seperti namanya yang harum, Mawar selalu bisa menghangatkan suasana ketika berada di atas panggung.
  7. Lionel Messi begitu senang setelah mencetak sejarah manis dengan kemenangan enam kalinya dalam penghargaan pemain sepak bola terbaik di dunia.
  8. Saat semua orang di ruangan ini sudah mengetahui niat jahatmu, membuat wajahmu terlihat masam.
  9. Saat ia mendengar bahwa dirinya diterima dan lolos dalam seleksi di salah satu unversitas terbaik di Indonesia, senyumnya hangat dan pecah ditambah raut wajah gembira keluarganya.
  10. Pemilik mobil mahal ini mengeluarkan kata-kata pedas kepada orang yang secara tidak sengaja menyenggol mobilnya hingga sedikit lecet.
  11. Para pria hidung belang mendekatinya karena penampilannya yang sangat dibenci oleh masyarakat sekitar.
  12. Juri itu memberi komentar yang sangat pedas kepada salah satu kontestan ketika di atas panggung karena melakukan sedikit kesalahan saja.
  13. Tatapan matanya yang begitu tajam menusuk hati ini.
  14. Perjalanan hidup yang keras dan pahit ini harus bisa kita lewati dengan mental baja.
  15. Kesulitan masalah yang sedang ia alami membuatnya menelan ludah karena tak kunjung selesai.
  16. Kedamaian kota ini menjadi semakin indah karena suara tilawahnya yang sangat merdu dan enak didengar.
  17. Keindahan alam ini membuat saya sangat terkesan karena sangat enak untuk dilihat apalagi ketika matahari terbit atau terbenam.
  18. Suara tangisan air mata anak itu memecahkan kesunyian di malam hari ini.
  19. Saat terjadi masalah di rumah ini, kehadiran Ayah mendinginkan suasana disini karena kebijaksanaannya.
  20. Banyak gadis yang tergoda dan tertipu oleh rayuan manis pria buaya darat itu.

Contoh 2

  1. Hidangan makanan di restoran itu sudah dikritik tajam oleh seorang kritikus makanan yang terkenal dengan ketelitiannya.
  2. Banyak orang yang ingin berada di dekatnya karena senyumnya begitu manis.
  3. Saat ia berbicara membuat semua orang yang mendengarkannya menjadi tenang dengan kata-katanya yang halus.
  4. Dia sudah kebal terhadap nasihat dari orang lain karena sikapnya yang keras kepala.
  5. Orang-orang di sekitarnya menjauh sebab sikapnya yang dingin.
  6. Banyak orang yang masih terpesona dengan harta.
  7. Ayah dan Ibunya menjadi rindu setelah mendengar ketawanya yang renyah.
  8. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kehidupan yang asam dan manis.
  9. Senyum manisnya membuat mengalihkan pandangan orang itu saat naik sepeda.
  10. Walaupun jarak jauh memisahkan kami, aku tahu jika tangan Ibuku selalu menggenggam dan menemaniku.
  11. Tatapan matanya yang tajam membuat orang-orang disekitarnya takut melihatnya balik.
  12. Setelah ia mengetahui jika nilai ujiannya bagus, wajahnya menjadi cerah dan sangat ceria.
  13. Marq Marquez mengukir kenangan manis di dunia balapan motor MotoGP.
  14. Perilakunya yang lemah lembut membuat pria itu jatuh cinta kepadanya.
  15. Keindahan dan bau harum bunga melati membuatku ingin menanamnya supaya aku dapat melihat keindahannya setiap hari.
  16. Jika orang tua tidak ingin anaknya bicara kasar, maka seharusnya mereka juga tidak berbicara kasar di depan anak-anaknya.
  17. Derasnya suara hujan membuat suara pembicara menjadi tidak terdengar di dalam ruangan ini.
  18. Dia bersikap seperti kacang kering setelah dikecewakan oleh teman dekatnya.
  19. Muka Dina seketika berubah menjadi pahit dan serentak diam saat sedang bercanda bersama teman-temannya.
  20. Egi Maulana Vikri bisa memasukkan bola ke gawang lawan dengan tendangan manisnya yang mematikan pergerakan kiper lawan.

Contoh Soal Majas Sinestesia

Setelah kamu selesai membaca beberapa contoh majas sinestesia di atas, sekarang kita akan mencoba menjawab dua soal tentang majas ini.

Contoh Soal 1

1. Perhatikan kalimat di bawah ini dengan seksama dan pilihlah kalimat yang menggunakan gaya bahasa sinestesia!

A. Lionel Messi begitu senang setelah mencetak sejarah manis dengan kemenangan enam kalinya dalam penghargaan pemain sepak bola terbaik di dunia.

B. Dion hanya memilih mangga yang memiliki rasa manis untuk sarapan di pagi hari.

C. Ia merasa kedinginan karena berenang di kolam renang rumahnya sendiri saat malam hari.

D. Lidahnya kepanasan sebab ternyata makanan yang baru saja dihidangkan masih panas.

Jawaban : A. Lionel Messi begitu senang setelah mencetak sejarah manis dengan kemenangan enam kalinya dalam penghargaan pemain sepak bola terbaik di dunia.

Jawaban pada pertanyaan pertama ini adalah (A) karena di dalam kalimat tersebut menyangkutkan dua indra berbeda untuk mengungkapkan suatu objek.

Contoh Soal 2

2. Buatlah contoh satu kalimat yang menggunakan gaya bahasa sinestesia!

Jawaban : Keindahan dan bau harum bunga melati membuatku ingin menanamnya supaya aku dapat melihat keindahannya setiap hari.

Kalimat tersebut mengandung dua indra berbeda, yaitu (bau : indra penciuman, dan harum : indra perasa)

Kesimpulan

Majas sinestesia adalah gaya bahasa yang mengungkapkan rasa dari suatu indra pada objek atau konsep tertentu dan disangkutkan dengan indra lainnya.

Jadi, bisa dibilang jika majas ini mengungkapkan sesuatu menggunakan dua indra secara bersamaan.

Salah satu fungsi penggunaan gaya bahasa ini yaitu untuk memudahkan pembaca atau pendengar dalam memahami maksud sebuah kalimat.

Majas perbandingan sendiri masih memiliki banyak jenis seperti majas hiperbola, majas antropomorfisme, majas alusio, serta masih banyak lagi.

Demikian penjelasan mengenai gaya bahasa sinestesia ini, semoga bermanfaat dan dapat membantu kegiatan belajar kamu.

Sekian.

Tinggalkan komentar