Metamorfosis Kecoa

Metamorfosis kecoa adalah proses perkembangan pada kecoa terhadap perubahan fisik atau bentuknya dari fase kelahiran sampai dewasa.

Kecoa adalah serangga dari ordo blattodea, disebut juga lipas atau coro.

Terdapat sekitar kurang lebih 3500 spesies dalam 6 famili kecoa hampir di seluruh bumi, kecuali di wilayah kutub.

Dari sekian banyak spesies yang paling terkenal adalah kecoa amerika (periplaneta americana), kecoa jerman(blattella germanica), dan kecoa asia (blattella asahinai).

Kecoa sering dianggap sebagai hama bagi manusia, khususnya kecoa yang bisa terbang.

Banyak orang takut dengan hewan yang satu ini, entah itu karena jijik atau memang benar-benar takut.

Dari ribuan spesies kecoa di dunia, hanya ada sedikit yang menjadi hama bagi manusia.

Simak penjelasan tentang metamorfosis kecoa berikut ini.

Klasifikasi Kecoa

  • Nama ilmiah : Blattodea
  • Infrakerajaan : Protostomia
  • Kelas : Insecta
  • Filum : Arthropoda
  • Klasifikasi lebih tinggi : Dictyopera
  • Ordo : Blattodea
  • Tingkatan takson : Ordo

Fase Metamorfosis Kecoa

fase metamorfosis kecoa
sdsampoerna.blogspot.com

Ada dua jenis tahapan pertumbuhan, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna pada hewan.

Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna seperti metamorfosis nyamuk akan mengalami 4 tahapan pertumbuhan.

Sama seperti metamorfosis capung, metamorfosis kecoa termasuk ke dalam jenis metamorfosis tidak sempurna karena tidak melalui fase pupa.

Sehingga ada 3 tahapan pertumbuhan pada kecoa, yaitu telur-nimfa-imago.

1. Fase Telur

telur
flikcr.com

Tahap pertama proses metamorfosis kecoa adalah fase telur. Sel telur kecoa betina dan spermatozoa kecoa jantan bertemu sehingga menjadi zigot.

Kemudian zigot tersebut terus berkembang sampai menjadi telur.

Kecoa betina akan bertelur di tempat yang jarang dilewati manusia seperti di atas permukaan tanah.

Kecoa betina dapat menghasilkan sekitar 16 sampai 32 butir telur dalam sekali bertelur.

Telur- telur tersebut menempel atau melekat satu sama lain karena cairan lengket (air liur kecoa betina) pada permukaanya.

Telur kecoa berwarna hitam dan coklat dan dilindungi oleh cangkang kapsul (ootheca) yang sangat keras sehingga bisa melindungi telur dari benturan supaya tidak pecah.

Setiap cangkang kapsul terdapat sekitar 15 embrio di dalamnya.

Sang induk membawa kantung telur di ujung perutnya selama berjam-jam sampai beberapa hari.

Induk betina akan menyimpan telurnya di lokasi yang aman, nyaman, tersembunyi, dan dekat dengan sumber makanan pada lingkungan gelap.

Jangka waktu penetasan telur kecoa sekitar 1 sampai 2 bulan sebelum pada akhirnya berkembang menjadi nimfa, tergantung spesies kecoa.

2. Fase Nimfa

nimfa
blog.kilknclean.com

Nimfa adalah tahap kedua dari proses metamorfosis kecoa. Setelah telur menetas akan menjadi nimfa atau kecoa muda.

Nimfa berukuran sangat kecil dan berwarna putih, hampir sama dengan kutu beras.

Kecoa muda terus tumbuh dan berubah warna menjadi cokelat. Pada fase ini, kecoa muda belum memiliki sayap.

Fase nimfa memerlukan waktu sekitar 60 hari dan mengalami fase instar, yaitu pergantian kulit sebelum menjadi kecoa imago.

Setiap tahap perkembangan pada nimfa tergantung pada beberapa faktor seperti spesies dan keadaan lingkungan sekitar.

Nimfa kecoa dapat juga menjadi imago dalam waktu sekitar 9 bulan dan mengalam 8 kali pergantian tergantung pada spesies kecoa.

Kecoa muda berbentuk dan berperilaku hampir sama dengan kecoa dewasa, tetapi ukurannya lebih kecil dan belum mempunyai sayap.

Kulit nimfa akan semakin mengeras setelah mengalami pergantian kulit baru. Pada fase instar, sayap baru juga akan mulai muncul.

3. Fase Imago

imago
pixabay.com

Tahap terakhir proses metamorfosis kecoa adalah imago atau kecoa dewasa.

Sesudah fase instar (pergantian kulit) berakhir, nimfa kecoa akan memiliki 2 pasang sayap dan berkembang menjadi kecoa dewasa.

Kecoa dewasa sudah memiliki sayap yang kuat sehingga dapat digunakan untuk terbang.

Tetapi, biasanya sayap kecoa jarang digunakan untuk terbang dan hanya dipakai saat keadaan tertentu.

Pada fase ini, kecoa dewasa juga sudah mempunyai sistem reproduksi yang matang. Ia akan mencari pasangan dan melakukan proses pembuahan.

Kecoa dewasa akan menjalani hidupnya selama sekitar 200 hari dan dapat bertelur 8 sampai 20 kali sebelum mati.

Kecoa betina dapat menghasilkan ratusan telur selama masa hidupnya.

Masa hidup kecoa beragam, tetapi umumnya adalah sekitar 3 sampai 4 bulan bahkan hingga 2 tahun, tergantung pada jenis spesies dan kondisi lingkungan sekitar.

Ciri-ciri Kecoa

  1. Bagian tubuh dibagi menjadi 3, yaitu caput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut),
  2. Memiliki 3 pasang kaki (6 kaki) pada setiap segmen toraks untuk berjalan.
  3. Memiliki sepasang sayap yang jarang digunakan (hanya digunakan pada keadaan tertentu).
  4. Memakan makanan sisa organisme lain, ada yang hidup sebagai parasit dan bersimbiosis dengan organisme lain.
  5. Memiliki alat pernapasan berupa trakea, yaitu saluran pernapasan yang menyalurkan udara dari tenggorokan ke bronkus.
  6. Memiliki alat ekresi berupa tubulus malphigi yang terletak pada bagian posterior (belakang) saluran pencernaan.
  7. Memiliki organ kelamin insekta berumah dua, yaitu insekta jantan dan betina terpisah, alat kelaminnya terletak pada segmen terakir dari abdomen.
  8. Fertilisasi (pembuahan) terjadi secara internal.
  9. Mengalami eksidis (peristiwa rontoknya kutikula) pada saat keadaan tertentu selama perkembangan hidupnya.

Jenis-jenis Kecoa

Ada banyak spesies kecoa di dunia, sekitar 3500 spesies, dari sekian banyak spesies tersebut hanya sedikit yang dianggap sebagai hama sementara lainnya bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

Jenis kecoa yang sering ditemukan di Indonesia adalah kecoa Jerman dan kecoa Amerika.

Mereka memiliki siklus hidup, kebiasaan, dan ciri khas tersendiri.

Tahapan metamorfosis kecoa pada setiap jenisnya hampir sama satu sama lainnya.

Berikut ini, saya akan membahas 6 jenis kecoa yang ada di dunia.

1. Kecoa Jerman

kecoa jerman
en.wikipedia.org

Kecoa jerman adalah spesies kecoa terkecil, panjang tubuhnya mencapai 13 sampai 16 mm saat dewasa. Kecoa ini disebut juga blatella germanica.

Tahapan metamorfosis kecoa ini sama dengan jenis kecoa lainnya.

Warna tubuhnya coklat muda dan coklat tua, terdapat dua strip coklat gelap berbeda yang melintang di tepi luar pronotum.

Kecepatan pergerakan kecoa ini sama baiknya ketika di permukaan horizontal maupun vertikal. Terkadang bisa lebih cepat dari spesies kecoa lain.

Kecoa jerman sangat adaptif (mudah menyesuaikan diri) tinggal di sebuah bangunan daripada jenis kecoa lain.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu siklus hidup pendek dan sering bereproduksi.

Habitat kecoa jerman adalah lingkungan yang hangat, gelap. dan tersembunyi.

Tempatnya juga dekat dengan sumber makanan seperti di dapur, celah meja, belakang kulkas.

Kecoa jerman hidup bergerombol dan tidak suka berkelana kecuali saat mencari makanan pada malam hari.

Kecoa ini juga tidak mudah berpindah tempat tinggal dari satu bangunan ke bangunan lain.

2. Kecoa Amerika

kecoa amerika
biosis.co.id

Kecoa amerika adalah spesies kecoa umum yang paling besar, ukuran tubuhnya dapat mencapai 55 mm dan berwarna coklat kemerah-merahan.

Kecoa ini disebut juga periplaneta amrericana.

Kecoa amerika berasal dari Afrika tropis, sekarang jenis kecoa ini sudah tersebar di seluruh dunia.

Mereka hidup berkelompok dan aktif pada malam hari, saat singa hari mereka bersembunyi di dalam celah dan retakan.

Pada umumnya, mereka senang berada di lingkungan yang lembab dan hangat. Tetapi, mereka juga dapat hidup dalam kondisi kering.

Kecoa amerika dapat menyesuaikan diri dengan cepat, walaupun sarang utamanya berada di luar ruangan.

Kecoa ini akan mencari makanan ke bangunan lain, sepanjang saluran, jalur pipa, dan pada celah-celah.

Habitat kecoa amerika adalah lingkungan yang hangat, lembab, gelap, dan tersembunyi seperti di selokan dan septic tank.

Mereka biasanya hidup di saluran air dan di bawah tanah.

Makanan kecoa ini beragam, mereka akan berkembang dimanapun makanan disimpan dan tersedia.

3. Kecoa Australia

kecoa australia
brisbaneinsects.com

Kecoa australia adalah spesies umum dari tropis kecoa.

Kecoa ini berwarna coklat dengan garis tepi pucat di sisi tubuh yang mencolok dan pronotoum (pelindung kepala) dengan garis pucat atau kuning yang kontras.

Penampilan kecoa australia sekilas hampir sama dengan kecoa amerika. Tetapi ukurannya lebih kecil kecoa amerika dan garis kuningnya di sisi dekat pangkalan sayap.

Persebaran kecoa australia berasal dari Afrika, Amerika Serikat bagian selatan, dan di daerah beriklim tropis.

Pergerakan kecoa jenis ini sangat cepat, mereka sering melesat keluar dari pandangan ketika ada seseorang yang memasuki ruangan, dan bisa masuk ke celah-celah kecil di bawah pintu walaupun berukuran cukup besar.

Kecoa australia menyukai tempat beriklim hangat dan sering hidup di sekitar bangunan. Mereka lebih suka memakan tanaman daripada spesies kecoa lainnya.

Spesies kecoa ini dapat ditemukan di alam bagian tropis Australia, termasuk di sepanjang pantai timur Australia, dari Cape York sampai ke perbatasan Victoria.

4. Kecoa Madagaskar

kecoa madagaskar
pixabay.com

Kecoa madagaskar adalah spesies kecoa terbesar di dunia, panjangnya bisa mencapai 8 cm. Warna tubuhnya hitam dan coklat, kecoa ini juga tidak memiliki sayap.

Kecoa madagaskar terkenal dengan hissing cockroach atau kecoa berdesis. Ia dapat mengeluarkan bunyi atau desisan saat tubuhnya ditekan.

Keunikan yang dimiliki kecoa tersebut membuat banyak orang ingin memeiliharanya sebagai hewan kesayangan.

Tak heran jika kecoa madagaskar memiliki nilai harga jual tinggi di masyarakat.

Desis nyaring yang dimiliki kecoa madagaskar juga digunakan untuk melindungi diri, yaitu dengan mengejutkan predator atau pemangsa.

Wilayah persebaran kecoa ini berasal dari Hutan Madagaskar di sebelah timur Afrika.

Disana mereka bertahan hidup dengan memakan daun-daun yang jatuh ke tanah.

Sehingga, secara tidak langsung kotoran yang mereka keluarkan akan memberi dampak pada kesuburan hutan.

Kecoa madagaskar dapat bertahan hidup dalam kondisi suhu atau temperatur apapun, baik itu panas maupun dingin karena temperatur di Hutan Madagaskar yang tidak menentu.

Usia rata-rata kecoa madagaskar adalah 2 sampai 3 tahun. Perbedaan antara kecoa jantan dan betina bisa dilihat dari ukuran tubuhnya.

Kecoa jantan memiliki ukuran yang lebih besar dari betina. Selain itu, kecoa jantan juga memiliki tanduk kecil di dekat kepalanya.

5. Kecoa Oriental

kecoa oriental
flikcr.com

Kecoa oriental (blaatta orientalis) adalah spesies besar kecoa, disebut juga waterbug atau kumbang hitam.

Ketika dewasa, kecoa jantan berukuran 18 sampai 29 mm, sedangkan kecoa betina berukuran 20 sampai 27 mm. Tubuh kecoa ini berwarna coklat atau hitam dan mengkilap.

Terdapat beberapa perbedaan antara kecoa jantan dan betina, yaitu kecoa betina tidak memiliki sayap tetapi tubuhnya lebih besar dari jantan.

Sedangkan kecoa jantan memiliki sayap panjang yang menutupi dua pertiga perut dan tubuhnya lebih kecil.

Kedua jenis kelamin pada kecoa ini sama-sama tidak bisa terbang. Wilayah persebarannya dari Semenanjung Krimea, sekitar Laut Hitam, dan Laut Kaspia.

Kecoa oriental berjalan lebih lambat dari spesies kecoa lain.

Mereka menyukai tempat yang gelap dan lembab dan sering ditemukan di sekitar bahan organik yang membusuk, saluran pembuangan, ruang bawah tanah, semak-semak, dan lainnya.

Mereka lebih aktif pada malam hari untuk mencari makanan, saat singa hari tidak terlalu menunjukkan tanda-tanda aktivitas kecoa.

6. Kecoa Kayu Pennsylvania

kecoa kayu pennsylvania
pbase.com

Kecoa kayu pennsylvania adalah spesies umum kecoa di Amerika Utara bagian timur dan tengah.

Kecoa jantan berwarna coklat gelap dengan garis kuning pada sisi dada bagian depan sayap. Kecoa jantan juga memiliki sayap penuh, sedangkan kecoa betina memiliki bantalan sayap yang tidak berfungsi.

Panjang sayap kecoa jantan menutupi hampir seluruh tubuhnya, sementara sayap betina hanya menutupi sepertiga sampai dua pertiga perut.

Kecoa jantan dapat terbang dengan cepat tetapi tidak memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya ketika di udara dalam waktu yang lama.

Spesies kecoa ini muncul di daerah terbuka seperti di hutan dengan sedikit penutup tanah.

Mereka sering terlihat pada batang pohon dan cabang pohon oak dan pohon palem yang lebih rendah setelah lingkungan gelap.

Ketika musim kawin, yaitu pada bulan Mei dan Juni. Kecoa kayu jantan akan bepergian dalam kelompok yang besar dan terbang jauh.

Mereka tertarik pada lampu saat malam hari dan dapat masuk ke dalam ruangan.

Kecoa kayu pennsylvania dapat memakan bahan organik yang sudah busuk. Mereka jarang berkembang biak di dalam ruangan.

Banyak tempat persebaran spesies kecoa ini, salah satunya dari Kanada tenggara, di provinsi Ontario dan Quebec, dari Amerika Serikat bagian timur dan tengah, di Pennsylvaniam, New York, Mississipi, Florida, Texas, dan lainnya.

Kesimpulan

Metamorfosis Kecoa adalah proses perkembangan pada kecoa terhadap perubahan fisik atau bentuknya dari fase kelahiran sampai dewasa.

Metamorfosis kecoa termasuk ke dalam mengalami metamorfosis tidak sempurna karena hanya mengalami 3 tahap perkembangan, yaitu telur-nimfa-imago.

Kecoa sering dianggap hama bagi manusia, tetapi dari ribuan spesies kecoa hanya ada sedikit yang menjadi hama. Sedangkan spesies yang lain dapat bermanfaat bagi manusia.

Spesies kecoa yang sering ditemui di Indonesia adalah kecoa jerman dan kecoa amerika.

Mereka hidup di tempat yang hangat, gelap, dan tersembunyi seperti selokan dan terkadang di dalam bangunan.

Sekian.

Tinggalkan komentar