Metamorfosis Nyamuk

Metamorfosis nyamuk adalah sebuah proses pertumbuhan atau perkembangan yang terjadi pada nyamuk terhadap perubahan fisik atau bentuknya sejak kelahiran sampai dewasa.

Nyamuk dikenal sebagai “Mosquito” dalam bahasa Inggris, kata tersebut berasal dalam bahasa Portugis atau bahasa Spanyol yang berarti lalat kecil.

Nyamuk adalah serangga yang termasuk dalam golongan ordo Diptera. Ada sekitar 2700 spesies nyamuk di dunia.

Nyamuk mempunyai tubuh yang kecil, dua sayap bersisik, dan enam kaki panjang. Setiap spesies memiliki panjang kaki yang berbeda, kebanyakan kurang dari 15 mm.

Meskipun tubuhnya mungil, nyamuk bisa menjadi sangat berbahaya bagi manusia karena dapat menyebarkan wabah penyakit yang mematikan melalui gigitannya.

Banyak penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti Demam berdarah dengue (DBD), demam kuning, kaki gajah, malaria, chikungunya, zika, encephilitis, dan lainnya.

Ada juga orang yang membudidayakan jentik nyamuk yang digunakan sebagai pakan ikan cupang.

Klasifikasi Nyamuk

  • Nama ilmiah : Culicidae
  • Kingdom : Animalia
  • Famili : Culicidae
  • Kelas : Insecta
  • Filum : Arhtropoda
  • Ordo : Diptera
  • Subordo : Nematocera
  • Kecepetan : 1,6 – 2,4 km/jam
  • Lama hidup : Betina 42 – 56 hari, Jantan 10 hari

Fase Metamorfosis Nyamuk

metamorfosis nyamuk
sdsampoerna.blogspot.com

Ada dua jenis proses pertumbuhan, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna pada hewan.

Metamorfosis nyamuk dan belalang berbeda, karena metamorfosis belalang mengalami 3 tahapan pertumbuhan dan termasuk dalam jenis metamorfosis tidak sempurna.

Sedangkan metamorfosis nyamuk tergolong sempurna karena mengalami 4 tahapan pertumbuhan, yaitu telur larva-pupa-imago.

Pada tahapan metamamorfosis nyamuk ada yang bersifat menguntungkan dan merugikan bagi manusia.

1. Fase Telur

telur nyamuk
dzargon.com

Telur adalah tahap awal proses metamorfosis nyamuk.

Proses pembuahan antara sel telur nyamuk betina dan spermatozoa nyamuk jantan akan menjadi zigot. Kemudian, zigot tersebut akan menghasilkan telur.

Nyamuk betina dapat menghasilkan telur dengan jumlah yang banyak dalam sekali proses pembuahan.

Telur-telur tersebut diletakkan di permukaan air atau lumpur basah yang tenang dan memiliki kelembapan tinggi, tergantung spesies nyamuk.

Faktor utama tempat pertumbuhan nyamuk sangat dipengaruhi oleh air. Telur nyamuk akan segera mati jika air tempat pertumbuhannya mengering.

Fase telur bisa berlangsung selama 1 sampai 3 hari sebelum pada akhirnya menetas dan menjadi larva. Lama fase perkembangan telur juga dipengaruhi jenis spesies dan kondisi lingkungan.

2. Fase Larva

larva, jentik-jentik
ikancupangku.com

Tahap kedua proses metamorfosis nyamuk adalah larva.

Setelah telur nyamuk menetas akan menjadi larva atau biasa disebut jentik-jentik, larva keluar dan tumbuh di permukaan air.

Kamu bisa mengamatinya dengan jelas saat larva mengapung di permukaan air.

Larva akan melalui 4 fase instar (pertumbuhan) selama 7 sampai 10 hari sebelum menjadi pupa, lama waktu fase ini juga tergantung pada jenis spesies nyamuk.

Saat mengalami 4 fase pertumbuhan, akan terjadi berubah bentuk dan tumbuh bulu-bulu halus pada tubuh nyamuk.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan larva, yaitu suhu air, ketersediaan bahan makanan, dan keberadaan predator pemangsa di dalam ekosistem perairan habitatnya.

Banyak jenis biota perairan yang menjadi predator larva seperti ikan, moluska, dan amfibi.

Ketika larva mulai merasa terancam dengan keberadaan predator atau terganggu, maka dia akan menyelam ke dalam air untuk menyelamatkan diri.

3. Fase Pupa

pupa
theconversation.com

Pupa adalah fase ketiga proses metamorfosis nyamuk.

Setelah mengalami 4 tahap instar, larva akan berkembang menjadi pupa.

Fase ini hampir sama dengan metamorfosis kupu-kupu.

Pada fase ini, pupa dalam keadaan inaktif sementara, tetapi organ pernapasannya masih aktif.

Ia menggunakan corong nafas di bagian atas pupa untuk menyerap oksigen.

Fase pupa terjadi selama 12 hari sebelum menjadi nyamuk dewasa. Pada fase ini, pupa akan berhenti mengkonsumsi makanan untuk sementara dan tumbuh mulai sayap-sayap halus.

Kamu bisa mengamati pupa pada permukaan air yang memiliki warna semi transparan.

4. Fase Imago

imago
pixabay.com

Fase terkakhir proses metamorfosis nyamuk adalah imago atau nyamuk dewasa.

Setelah selesai melewati 12 hari fase pupa, kulit pupa nyamuk bagian atas akan terbelah dan muncul lah nyamuk dewasa.

Nyamuk dewasa akan keluar dari kulit pupa secara perlahan dan hati-hati.

Kemudian, seluruh kulit pupa sudah terlepas dan nyamuk mengapung di permukaan air untuk beristirahat serta menunggu sayapnya kering.

Hal pertama yang dilakukan nyamuk adalah terbang mencari makanan berupa nektar untuk dikonsumsi sebagai energi melakukan aktivitas berikutnya.

Pada umumnya, nyamuk jantan menetas terlebih dahulu sebelum nyamuk betina. Hal ini terjadi supaya nyamuk jantan sudah matang duluan.

Sesudah itu, nyamuk jantan akan menggunakan antena berbulu untuk mendengar sayap nyamuk betina.

Suara sayap setiap spesies nyamuk berbeda, sehingga nyamuk jantan bisa menemukan nyamuk betina dari spesies yang sama.

Proses pembuahan nyamuk terjadi setelah 1 sampai 2 hari fase pupa selesai. Setelah melakukan pembuahan, nyamuk betina akan mencari makanan, yaitu darah.

Nyamuk betina mengkonsumsi atau menghisap darah untuk memenuhi kebutuhan proteinnya saat masa bertelur, sedangkan nyamuk jantan tidak mengkonsumsi darah.

Jika nyamuk tersebut menghisap darah manusia, maka akan menjadi sangat berbahaya karena dapat menyebarkan wabah penyakit bagi manusia.

Jenis-jenis Nyamuk

Banyak jenis nyamuk yang hidup di lingkungan sekitar kita, apalagi jika musim hujan.

Tanpa kita sadari setiap jenisnya terus berkembang dan tersebar, sehingga kita harus semakin mewaspadainya.

metamorfosis nyamuk pada setiap jenisnya sama-sama mengalami 4 tahapan, yaitu telur-larva-pupa-imago.

Sebagai upaya untuk menghindari dan mencegah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, ada baiknya jika kita harus mengetahui jenis-jenis dan ciri-cirinya terlebih dahulu

1. Nyamuk Aedes Aegypti

nyamuk aedes agypti, demam berdarah
pixabay.com

Nyamuk aedes aegypti adalah nyamuk yang memiliki virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

Metamorfosis nyamuk ini sama dengan jenis nyamuk yang lainnya, yaitu mengalami 4 tahapan pertumbuhan.

Selain itu, nyamuk ini juga memiliki virus demam kuning, chikungunya, dan zika.

Ukuruan tubuh nyamuk aedes aegypti sedang dan berwarna hitam kecoklatan. Sekelujur tubuhnya terdapat garis-garis putih keperakan.

Nyamuk aedes aegyti sering menempel di dinding toilet dan sekitar 90% berkembang biak dan menghisap darah manusia di dalam rumah.

Setelah menghisap darah dan bertelur, nyamuk tersebut akan beristirahat di tempat gelap dalam rumah seperti pada gantungan baju.

Ciri-ciri nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti :

  1. Tubuh nyamuk berwarna hitam dengan loreng-loreng putih atau belang-belang warna putih di sekujur tubuhnya.
  2. Kemampuan terbang mencapai radius 100 meter dari tempat nyamuk menetas.
  3. Membutuhkan darah setiap dua hari sekali.
  4. Menghisap darah dua kali, yaitu pada pagi dan sore hari.
  5. Mampu bertahan hidup selama 2 sampai 3 bulan, rata-rata 2 minggu.
  6. Ketika nyamuk menggigit, posisi tubuhnya rata dengan permukaan kulit.
  7. Memiliki sarang dan bertelur di genangan air jernih

2. Nyamuk Aedes Albopictus

nyamuk aedes albopictus, nyamuk harimau asia
pixabay.com

Nyamuk aedes albopictus adalah nyamuk asli daerah tropis dan subtropis di Asia Tenggara, juga dikenal sebagai nyamuk harimau asia atau nyamuk hutan.

Nyamuk aedes albopictus adalah vector (penular) banyak patogen, termasuk virus demam berdarah, demam kuning, chikungunya, dan beberapa filaria seperti dirofilaria immitis.

Aedes albioctus juga membawa virus zika sehingga diangga sebagai vektor potensial dalam penularan zika pada manusia.

Nyamuk jenis ini hampir sama dengan nyamuk aedes aegypti, yaitu memiliki belang putih pada kaki dan tubuhnya.

Perbedaannya, nyamuk aedes aegypti ada belang putih di punggung, sedangkan aedes aebopictus tidak ada.

Tahapan metamorfosis nyamuk ini sama dengan jenis nyamuk lainnya.

3. Nyamuk Anopheles

nyamuk anopheles, malaria
pixabay.com

Nyamuk anopheles atau malaria adalah nyamuk yang menyebarkan penyakit malaria, tetapi dari 400 spesiesnya hanya 30 sampai 40 yang menyebarkan penyakit tersebut.

Nyamuk anopheles dapat kita jumpai di pedesaan atau pegungunangan.

Jika menggigit, posisi tubuh nyamuk ini menungging dan berwarna coklat kehitaman.

4. Nyamuk Culex Quinquefasciatus

nyamuk culex quinquefasciatus
pixabay.com

Nyamuk culex quinquefasciatus adalah nyamuk berukuruan sedang yang ditemukan di daerah tropis dan subtropis di dunia, awalnya bernama culex fatigans.

Nyamuk jenis ini biasa muncul setelah maghrib, puncaknya sekitar jam 11 sampai 12 malam.

Nyamuk ini juga suka menghisap darah dan menjadi vektor penyakit filariasis (kaki gajah).

Tubuh nyamuk ini berwarna cokelat kemerahan dan berkembang biak di air genangan selokan.

5. Nyamuk Mansonia

nyamuk mansonia
flickr.com

Nyamuk mansonia adalah nyamuk vektor penyakit kaki gajah.

Tubuhnya berukuran besar dan terdapat dua warna, yaitu hitam atau cokelat dengan sayap dan kaki berkilau.

Nyamuk ini berkembang biak di kolam dan danau yang ada tanaman air tertentu, khususnya tanaman jenis terapung seperti eceng gondok dan pistia stratiotes.

Telur-telur nyamuk mansonia diletakkan dan dikumpulkan dalam kelompok berbentuk bintang di permukaan bawah daun tanaman air.

Larva dan pupa juga menempel dan mendapatkan oksigen dari tanaman air tersebut.

6. Nyamuk Armigeres Subaltatus

nyamuk armigeres subalbatus
majalahhewan.com

Nyamuk armigeres subaltatus adalah nyamuk yang tidak menjadi vektor penyakit, tetapi cukup menggangu karena gigitannya yang sakit.

Nyamuk jenis ini berkembang biak di tempat yang gelap dan kotor seperti di selokan.

Ciri-cirinya memiliki mulut penghisap yang tajam dan dapat menembus pakaian saat menggigit.

Tahapan metamorfosis nyamuk ini juga sama dengan jenis nyamuk yang lainnya.

Kesimpulan

Metamorfosis nyamuk adalah proses perkembangan pada nyamuk terhadap perubahan fisik atau bentuknya dari fase kelahiran sampai dewasa.

Metamorfosis nyamuk termasuk dalam golongan hewan yang melakukan metamorfosis sempurna karena melalui 4 tahapan pertumbuhan, yaitu telur-larva-pupa-imago.

Sedangkan hewan yang mengalami 3 tahapan pertumbuhan seperti metamorfosis kecoa dan metamorfosis capung termasuk dalam metamorfosis tidak sempurna.

Ada banyak jenis nyamuk seperti aedes aegypti, aedes albopictus, anopheles, culex quinquefasciatus, mansonia, armigeres subaltus, dan lainnya.

Setiap spesies nyamuk ada yang memiliki ciri-ciri hampir sama dan ada yang berbeda, seperti nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus yang memiliki ciri terdapat belang putih di tubuhnya, dan sebagainya.

Nyamuk memang hewan bersayap yang mungil, tetapi kita harus tetap waspada karena hewan mungil tersebut dapat menjadi penyebar wabah penyakit berbahaya.

Sekian.

Tinggalkan komentar