Pengertian Lari Estafet

Apa yang dimaksud dengan lari estafet, jelaskan pengertiannya?

Pengertian lari estafet adalah salah satu lomba lari pada olahraga atletik yang dilakukan secara bergantian atau beranting.

Lari estafet disebut juga lari sambung atau lari beranting.

Lari estafet atau lari sambung merupakan olahraga beregu yang terdiri atas 4 orang, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga dan keempat. Jadi jumlah pelarinya ada empat orang ya.

Pada nomor lari estafet terdapat kekhususan yang tidak bisa dijumpai pada nomor lari lain, yakni memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya.

Start yang digunakan oleh pelari ke-1 (pertama) dalam lari estafet menggunakan start jongkok. Sedangkan untuk pelari ke-2, 3, dan 4 menggunakan start melayang.

Jarak lari estafet yang sering diperlombakan dalam olahraga atletik baik untuk putra maupun putri adalah 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter.

Dalam melakukan lari sambung ini tidak hanya teknik saja yang diperlukan. Namun pemberian dan penerimaan tongkat di zona/daerah pergantian, serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.

Sejarah Lari Estafet

sejarah lari estafet
gambar dari espn.in

Lari estafet terinspirasi dari tiga suku, yaitu Suku Aztek, Inka, dan Maya. Ketiga suku ini melakukan estafet sebagai misi memberitakan suatu kabar.

Jadi mereka memiliki cara untuk memberitakan suatu kabar ke sebuah daerah yang jauh secara sambung-menyambung/secara estafet.

Pola tersebutlah yang dianggap telah memberi inspirasi keberadaan cabang olahraga lari estafet dengan bentuk yang seperti sekarang.

Sedangkan tongkat yang digunakan dalam lari estafet terinspirasi dari obor dalam tradisi Yunani.

Bangsa Yunani memiliki tradisi orang-orang membawa obor, dengan maksud penyambungan hubungan dengan pemujaan leluhur.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk pemujaan spiritual/roh leluhur.

Obor yang dijadikan sebagai simbol pemujaan kepada leluhur tersebut berisi api keramat, yang disebarluaskan oleh bangsa-bangsa Yunani.

Mereka meneruskan/menyebarluaskan api keramat tersebut ke jajahan-jajahan baru.

Perkembangan Lari Estafet

Dari dua kejadian itulah lari estafet berkembang dan menjadi bagian dari kegiatan olahraga.

Bahkan, Jenis lari ini sempat diolimpiadekan secara khusus dengan nama Olympc Torch Relay atau Olimpiade Lari Obor Api. Olimpiade ini bisa dibilang melambangkan hubungan antara manusia dan api.

Lalu, metode lari estafet pertama kali dipraktikkan di Amerika Serikat sekitar tahun 1883. Pada saat itu, olahraga ini hanya diikuti oleh kaum pria.

Setiap pelari wajib berlari dalam jarak tertentu dengan membawa bendera yang akan diserahkan kepada pelari berikutnya.

Namun, penggunaan bendera dianggap tidak praktis. Sehingga metode balap lari ini pun diubah kembali.

Sebagai ganti bendera, pelari hanya perlu menyentuh tangan pelari berikutnya sebelum mulai berlari menuju pelari selanjutnya.

Sedangkan untuk Olimpiade lari estafet sendiri pertama kali diselenggarakan pada tahun 1992 di Stockhol, Swedia.

Dalam ajang olimpiade ini, jarak yang ditetapkan adalah 4 x 100 meter yang artinya setiap anggota tim mendapatkan jatah lari sejauh 100 meter.

Olimpiade tersebut hanya diikuti oleh kaum pria saja dengan teknik lari yang hingga saat ini masih sama.

Teknik Dasar Lari Estafet

teknik dasar lari estafet
gambar dari groupon

Berikut teknik lari estafet dan penerimaan tongkatnya yang bisa kamu latih.

1. Dengan cara melihat (visual)

Cara melakukannya:

  • Si penerima tongkat menoleh ke belakang, melihat kepada pemberi tongkat.
  • Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari sambil menolehkan kepala untuk melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya.

Cara visual digunakan pada lari estafet dengan jarak lebih dari 100m, terutama pada 4 x 400m.

2. Dengan cara tidak melihat (non visual)

Cara melakukannya:

  • Penerima tongkat estafet tanpa menoleh kepada si pemberi tongkat.
  • Pelari yang menerima tongkat berlari sambil mengulurkan tangan ke belakang.
  • Lalu pelari sebelumnya menaruh tongkat ke tangan si pelari setelahnya.

Cara non visual digunakan untuk lari estafet jarak 4 x 100m.

Teknik perpindahan tongkat non visual:

  1. Pemberi melakukan gerakan ayunan dari arah bawah ke atas.
  2. Sedangkan penerima menjulurkan tangannya ke bawah belakang badan dengan sikap ibu jari dan jari lainnya membentuk huruf V terbalik dengan ibu jari yang berada pada bagian luar dari badan, sedangkan keempat jari lainnya di bagian dalam.

Adapun sebuah cara supaya tongkat estafet tidak jatuh ketika diberikan pada peserta lain.

Yaitu pelari yang membawa tongkat estafet memegangnya dengan tangan kiri dan memberikannya juga dengan tangan kiri. Sementara si penerima tongkat bersiap menerima tongkat dengan tangan kanan.

Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat

Prinsip lari estafet ialah berusaha membawa tongkat secepat-cepatnya yang dilakukan dengan memberi dan menerima tongkat dari satu pelari ke pelari lainnya.

Untuk melakukannya, pelari harus menguasai keterampilan gerak lari dan keterampilan memberi serta menerima tongkat yang dibawanya.

Dalam beberapa perlombaan, seringkali suatu regu dikalahkan oleh regu lainnya karena kurang menguasai keterampilan gerak menerima dan memberikan tongkat dari satu pelari kepada pelari yang lainnya.

Bahkan, ada yang didiskualifikasi karena kurang tepat saat penerimaan dan pemberian tongkat.

Perlombaan lari estafet mengenal dua cara pemberian dan penerimaan tongkat, antara lain:

1. Dari Bawah 

Apabila pemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan, maka penerima menggunakan tangan kiri.

Saat hendak memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah.

2. Dari Atas

Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kiri, maka penerima juga menggunakan tangan kiri.

Teknik ini dilakukan dengan cara mengayunkan tangan dari belakang ke depan, kemudian dengan segera meletakkan tongkat dari atas pada telapak tangan penerima.

Pelari yang akan menerima tongkat mengayunkan tangan dari depan ke belakang dengan telapak tangan menghadap ke atas. Ibu jari dibuka lebar dan jari-jari tangan lainnya rapat.

Daerah Pergantian Tongkat dan Penempatan Pelari

  1. Pelari ke-1 di daerah start pertama dengan lintasan tikungan
  2. Pelari ke-2 di daerah start kedua dengan lintasan lurus
  3. Pelari ke-3 di daerah start ketiga dengan lintasan tikungan
  4. Pelari ke-4 di daerah start keempat dengan lintasan lurus dan berakhir di garis finish.

Peraturan Lari Estafet

Setiap pelari memiliki peran penting dalam olahraga estafet. Sehingga, kekompakan dan irama lari juga harus selalu dijaga.

Dalam jarak tempuh 4 x 100 meter, pelari tidak diperbolehkan untuk menjatuhkan tongkat estafet. Jadi harus benar-benar dilatih cara mengoper tongkat. Sebab jika terjatuh, pelari akan langsung didiskualifikasi.

Berbeda halnya dengan lari estafet dengan jarak tempuh 4 x 400 meter. Sebab jarak tempuh yang lebih jauh, maka peraturannya menjadi lebih ringan.

Peserta lari boleh menjatuhkan dan mengambil kembali tongkat estafet yang terjatuh, namun resikonya ialah kalah. Karena saat peserta lari mengambil tongkat, maka dipastikan peserta tersebut akan tertinggal jauh dari peserta-peserta lainnya.

Aturan Seputar Olahraga Lari Estafet

  • Semua jalur dibatasi garis-garis tiang, tebalnya 5 cm sebagai tanda/batas pelari.
  • Cek mark atau tanda, peserta boleh memasang perekat berukuran 5 x 40 cm dengan warna yang mencolok dengan tidak membingungkan pelari.
  • Tongkat estafet harus dibawa selama perlombaan berlangsung, bila jatuh harus diambil oleh yang menjatuhkan. Dia boleh meninggalkan lintasannya untuk mengambil tongkat dengan tidak mengganggu  pelari lain.
  • Tongkat harus diberikan dari tangan ke tangan dalam zona pergantian tongkat. Yang dimaksud dengan zona pergantian yaitu ketika tongkat bukan ditentukan oleh posisi badan.
  • Diperbolehkan mengambil tongkat estafet jika tongkat tersebut jatuh ketika pergantian penerimaan tongkat pada lari yang berjarak 4 x 400 meter dengan resiko team tersebut bisa kalah dalam lomba itu.
  • Diperbolehkan mengambil tongkat estafet bila terjatuh ketika pergantian penerimaan tongkat pada jari berjarak 4 x 100 meter, dengan resiko team tersebut bisa langsung didiskualifikasi dalam pertandingan itu.
  • Nomor 4 x 100 m, 4 x 200 m selain pelari pertama dibolehkan memulai larinya di luar zona tidak lebih dari 10 m.
  • Nomor 4 x 200 m, 4 x 400 m dilarikan dalam lintasan masing-masing kecuali:

– Untuk lari 4 x 200 m, pelari ketiga hanya di tikungan pertama saja, selebihnya sesudah menggunakan lintasan dalam.

– Begitupun pada jarak 4 x 400 m, hanya pelari pertama saja yang lari dijalurnya setelah melewati tanda tikungan pertama yang berbendera.

– Pergantian tongkat harus dilakukan pada zone yang sudah ditentukan dengan batas-batas garis yang jelas.

Peraturan dalam Perlombaan

  1. Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter, lebar 1,2 meter dan bagi pelari 4 x 100 meter ditambah 10 meter pra-zona. Pra-zona ialah suatu daerah dimana pelari yang akan berangkat bisa mempercepat larinya, tetapi tidak terjadi pergantian tongkat.
  2. Jumlah pelari estafet yaitu 4 orang pemain. Jarak tempuhnya 4 x 400 m dan 4 x 100 m, untuk putra maupun putri.
  3. Start yang sering digunakan dalam lari estafet yakni start jongkok yang digunakan oleh pelari pertama. Sementara start berlari sering digunakan oleh pelari kedua, ketiga, dan keempat.
  4. Setiap pelari harus tetap tingal di jalur lintasan masing-masing meskipun sudah memberikan tongkatnya kepada pelari berikutnya. Jika tongkat terjatuh, pelari yang menjatuhkannya harus mengambilnya.
  5. Dalam lari estafet, pelari pertama berlari pada lintasannya masing-masing sampai tikungan pertama, kemudian boleh masuk ke lintasan dalam. Pelari ketiga dan keempat menunggu di daerah pergantian secara berurutan sesuai kedatangan pelari seregunya.
  6. Cara menerima tongkat estafet:

a) Visual: dengan menoleh/melihat ke belakang dan cara ini hanya digunakan untuk lari estafet berjarak 4 x 400 meter.

b) Non visual: cara ini digunakan dengan tidak menoleh ataupun melihat ke belakang karena jarak yang digunakan cukup pendek, yaitu 4 x 100 meter.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet

  1. Pemberian tongkat sebaiknya bersilang, yaitu bila pelari 1 dan 3 memegang tongkat dengan tangan kanan, maka pelari 2 dan 4 menerima/memegang tongkat dengan tangan kiri.
  2. Perpindahan tongkat yang terbaik jika pemindahan tongkat berlangsung dalam keadaan pelari sudah mencapai kecepatan tertinggi. Ini terjari kira-kira 15 – 18 m setelah garis permulaan dalam daerah pergantian.
  3. Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing-masing pelari. Misalnya pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam lingkungan. Sementara pelari 2 dan 3 merupakan pelari yang memiliki daya tahan yang baik.
  4. Jarak penantian pelari 2,3 dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat seperti pada waktu latihan.
  5. Setelah memberikan tongkat estafet, jangan segera keluar dari lintasan masing-masing.

Tongkat Estafet

Tongkat estafet adalah benda yang diberikan secara bergilir dari satu peserta ke peserta lari lainnya dalam satu regu. Jadi, tongkatnya pun tidak sembarang tongkat lho.

Tongkat ini biasanya terbuat dari alumunium, ukurannya dibuat pas dan sesuai dengan panjang genggaman pelari pada umumnya.

Ukuran tongkat yang digunakan pada lari estafet yaitu:

  • Panjang tongkat: 28 – 30 cm
  • Berat tongkat: 50 gram
  • Diameter tongkat:  4 cm (dewasa) dan 2 cm (anak-anak)
  • Bahan pembuatan: alumunium

Cara memegang tongkat estafet dengan benar:

  • Memegang tongkat bisa dilakukan dengan tangan kiri atau kanan.
  • Setengah bagian dari tongkat dipegang oleh pemberi tongkat.
  • Sedangkan ujungnya lagi akan dipegang oleh penerima tongkat estafet berikutnya.
  • Bagi pelari pertama, tongkat estafet harus dipegang dibelakang garis start dan tidak menyentuh garis start.

Ukuran Lapangan Lari Estafet

ukuran lapangan lari estafet, lintasan atletik
gambar dari DLGSC

Lapangan yang dipakai untuk lomba lari estafet adalah lapangan atletik. Sehingga ukuran dan lintasannya berukuran sama.

Tempat atau arena untuk olahraga atletik dapat berada di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Tempatnya bisa berupa lapangan (field) maupun lintasan (track).

Ukuran lapangan atletik:

  • Panjang lintasan outdoor 400 m dengan jumlah jalur 6-10 buah.
  • Panjang lintasan indoor 200 m, berbentuk bulat telur dengan jumlah jalur 4-8 buah.

Cabang atletik yang biasa memakai lintasan yakni cabang lari, dan bisa dilakukan di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Lintasan yang berada di dalam ruangan, biasanya berupa lintasan yang terletak di pinggir lapangan dan mengelilinginya.

Zona pergantian lari estafet hanya berada 10 meter di depan garis start atau berada 10 meter di belakang daris start.

Keterangan lapangan atletik lari:

  • Lebar lintasan 1,22 meter
  • Tiang finish: tingginya 1,37 meter, lebar 8 meter dan tebal 2 cm.
  • Start blok: fungsinya sebagai bahan pihakan kaki ketika berlari menggunakan start jongkok.

Manfaat yang Didapatkan Bagi Kesehatan

Sebagaimana jenis olahraga lainnya, lari estafet pun dapat memberikan manfaat untuk kesehatan kita. Beberapa manfaatnya yaitu:

  1. Meningkatkan metabolisme tubuh, karena jantung mengalami peningkatan aktivitas sekaligus membuat organ tubuh tersebut semakin sehat.
  2. Memperlancar aliran darah karena tubuh sering bergerak, sehingga sirkulasi darah pun menjadi lancar.
  3. Meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina, karena semua anggota tubuh bergerak. Jika dibiasakan, tubuh akan menjadi semakin kuat dan sehat.
  4. Mengurangi berat badan, bila kamu selalu melakukannya maka tak heran kalau berat badanmu menurun.
  5. Membuat tubuh menjadi lebih gesit dan lincah seperti kebanyakan atlet lainnya.

Walaupun kamu bukan seorang atlet lari estafet, olahraga lari tetap akan memberikan manfaat yang sama bagi tubuh, asal dilakukan secara rutin.

Sekian pembahasan tentang pengertian lari estafet hingga teknik dan manfaatnya ini, semoga membantu.

Tinggalkan komentar