Peraturan Sepak Takraw

Apakah kamu sudah tahu tentang peraturan sepak takraw? Kalau belum tahu simak penjelasan berikut ini.

Sebelumnya, kita akan sedikit berkenalan terlebih dahulu mengenai permainan sepak takraw.

Sepak takraw adalah olahraga campuran dari sepak bola dan bola voli, dimainkan di lapangan ganda bulu tangkis, dan pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan.

Permainan ini sangat mengandalkan kaki dan kepala untuk menggerakkan bola takraw supaya tidak jatuh ke daerah permainan sendiri.

Permainan bola yang sempat terkenal di tahun 90-an ini kurang diminati karena saat ini ada banyak cabang olahraga yang lebih menarik.

Salah satu faktornya karena memang sistem pertandingan sepak takraw yang cukup sulit untuk dimainkan jika dibandingkan dengan jenis olahraga lainnya, sehingga hanya pemain berbakat dibidang ini yang mampu melakukannya dengan baik.

Ditambah dengan adanya peraturan sepak takraw terbaru yang bisa saja terus berubah sewaktu-waktu.

Seperti yang diketahui, bahwa olahraga sepak takraw ini membutuhkan keahlian khusus di bagian kaki dan kepala supaya bisa menguasai permainan.

Beberapa orang memainkan olahraga ini sebagai hobi. Namun, ada pula yang menekuninya supaya bisa menjadi atlet sepak takraw profesional karena banyak diselenggarakan turnamen sepak takraw baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Induk organisasi sepak takraw di dunia adalah ISTF (International Sepak Takraw Federation). Dan untuk tingkat nasional di Indonesia sendiri ada PSTI (Persatuan Sepak Takraw Indonesia).

Untuk kamu yang ingin mengetahui lebih jauh tentang olahraga sepak takraw, simak penjelasan berikut ini.

Peraturan Permainan Sepak Takraw

Demi jalannya pertandingan yang tertib dan teratur, maka dibuatlah peraturan sepak takraw bagi pemain maupun timnya.

Peraturan sepak takraw memang terlihat berbeda dengan permainan lainnya seperti bulu tangkis atau voli.

Berikut beberapa peraturan sepak takraw yang harus dipatuhi oleh pemain maupu tim official, terutama untuk pertandingan resmi seperti turnamen nasional atau internasional.

1. Lapangan

  • Ukuran lapangan sepak takraw: 13,40 m x 6,10 m
  • Takraw bisa dimainkan di dalam gedung dan di luar gedung (jika dimainkan di dalam gedung maka tinggi loteng minimal 8 m dari lantai).

Keempat sisi lapangan ditandai dengan cat atau lakban yang lebarnya 4 cm, diukur dari pinggir sebelah luar:

  • Area bebas: minimal 3 meter dari garis luar lapangan harus bebas rintangan.
  • Center line: garis tengah dengan lebar 2 cm.
  • Quarter circle: garis seperempat lingkaran di pojok garis tengah dengan radius 90 cm diukur dari garis sebelah.
  • The service circle: lingkaran servis dengan radius 30 cm berada di tengah lapangan, jarak dari garis belakang 2,45 m dan jarak dari titik tengah garis lingkaran ke garis tengah (centre line) 4,25 m. Jarak titik tengah lingkaran yaitu 3,05 meter dari kiri dan kanan garis pinggir lapangan.

2. Tiang

Tinggi tiang:

  • Putra: tinggi net 1,55 meter di pinggir dan minimal 1,52 meter di tengah.
  • Putri: tinggi net 1,45 meter di inggir dan minimal 1,42 meter di tengah.

Kedudukan tiang 30 cm di luar garis pinggir.

3. Net

  • Net terbuat dari tali/benang kuat atau nilon, dimana tiap lubangnya memiliki lebar 6-8 cm.
  • 2 Lebar net 70 cm dan panjang 6,10 meter.

4. Bola Takraw

  • Terbuat dari plastik (sytetic fibre) dimana awalnya adalah terbuat dari rotan.
  • Lingkaran 42-44 cm (putra) dan 43-45 cm (putri).
  • Berat adalah 170-189 gr (putra) dan 150-160 gr (putri).

5. Pemain

  • Permainan ini dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 3 orang pemain, dan setiap regu dilengkapi dengan satu pemain cadangan.
  • Satu dari 3 pemain di posisi belakang disebut back atau “tekong” (yang melakukan sepakmula)
  • Dua pemain berada di depan; yang sebelah kiri bisa kita sebut dengan “apit kiri” dan sebelah kanan disebut “apit kanan”.

6. Seragam Pemain

  • Semua pemain putra diharuskan memakai kaos seragam yang berlengan T-shirt dan bersepatu karet, dan untuk putri diharuskan memakai seragam bundar di leher serta celana sebatas lutut. Tidak diperkenankan memakai pakaian yang membahayakan lawan selama pertandingan.

Catatan: kecuali dalam kondisi cuaca dingin, pemain diperkenankan memakai track suits.

  • Pakaian yang pantas untuk seorang pemain adalah yang menutupi badan seperti baju kaos/T-Shirt (dipakai rapi/dimasukkan).
  • Pakaian pemain yang membantu kecepatan bola tidak diperbolehkan.
  • Kapten regu harus memakai band tangan di sebelah kiri.
  • Semua pemain diharuskan memakai pakaian dengan nomor punggung yang tetap selama tournament.

7. Pergantian Pemain

  • Setiap regu hanya diperbolehkan melakukan sekali pergantian pemain dalam satu pertandingan. (tidak diperkenankan pergantian pemain yang sama dalam satu tim pada regu lain).
  • Pergantian pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati, melalui tim manager/pelatih yang disetujui oleh official referee.
  • Setiap regu bisa menominasikan maximum 2 orang cadangan tetapi hanya melakukan pergantian 1 kali dalam pertandingan yang berlangsung tersebut.
  • Pemain yang mendapatkan kartu merah dan dikeluarkan oleh wasit, dapat diganti dengan ketentuan belum ada pergantian pemain sebelumnya.
  • Suatu regu jika yang bermain kurang dari tiga orang pemain, maka tidak boleh melanjutkan permainan dan regu tersebut dinyatakan kalah.

8. Official (Petugas Pertandingan)

Suatu pertandingan resmi harus dipimpin technical official sebagai berikut:

  • Dua technical delegate
  • Enam juri dewan hakim
  • Satu official referee
  • Dua wasit (wasit utama dan wasit dua)
  • Enam penjaga garis/linesman’s (4 di sisi lapangan dan 2 di garis belakang).

9. Undian dan Pemanasan Pemain

  • Sebelum permainan dimulai, wasit (official referee) akan melakukan undian dalam hal ini yang menang undian berhak memilih “sepakmula” atau “tempat”.
  • Regu yang menang undian pertama akan melakukan pemanasan selama dua menit, dan hanya lima orang saja yang diperkenankan berada di lapangan ketika pemanasan serta hanya dua bola yang dipakai panitia.

Kombinasi dari lima orang yang diperbolehkan berada di lapangan selama pemanasan tersebut yaitu: pelatih, asisten pelatih, dan 3 pemain.

10. Posisi Pemain Ketika Servis

  • Sebelum permainan dimulai, kedua regu harus berada di lapangan masing-masing dalam posisi siap bermain.
  • Dalam melakukan sepakmula, salah satu dari kaki tekong berada dalam lingkaran servis, dan satu lagi di luar lingkaran untuk melakukan sepakmula.
  • Ketika sedang melakukan servis, kedua pemain apit harus berada dalam seperempat lingkaran.
  • Lawan atau regu penerima servis bebas bergerak di dalam lapangan sendiri.

11. Permulaan Permainan

  • Regu yang memilih sepakmula ketika undian, akan memulai permainan pada set I. Pemenang set I akan memulai permainan pada set II.
  • Pelambung harus segera melambungkan bola saat wasit menyebut posisi angka, apabila pemain mendahuluinya maka lambungan bola harus diulang dan pemain tersebut mendapat peringatan dari wasit.
  • Bola harus disepak ketika si pelambung melambungkan bola kepada “tekong” begitu bola berhasil disepak dengan baik, semua pemain baru boleh bebas bergerak di lapangan sendiri.
  • Sepakmula dinyatakan sah apabila bola sudah melewati net, baik menyentuh maupun tidak dan jatuh di lapangan lawan.

12. Kesalahan

Kesalahan yang dilakukan oleh pihak penyepak mula:

  • Apit sebagai pelambung masih memainkan bola, melemparkan bola kepada teman sendiri, memantulkan, melempar dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.
  • Apit mengangkat kaki, menginjak garis, menyentuh atau melewati bawah net saat melakukan lambungan bola.
  • Tekong melompat ketika melakukan servis, kaki tumpuan tidak berada dalam lingkaran atau menginjak garis lingkaran servis.
  • Tekong tidak menyepak bola yang dilambungkan kepadanya.
  • Bola menyentuh salah satu pemain (teman sendiri) sebelum bola melewati net.
  • Bola jatuh di luar lapangan.
  • Bola tidak melewati net.
  • Pemain menggunakan tangan atau ke dua tangan bagian lengan untuk bantuan ketika melakukan servis, meskipun tangan tidak langsung mengenai bola namun menyentuh objek saat melakukan servis.

Kesalahan yang dilakukan oleh pihak penerima servis dan sepakmula:

  • Berusaha mengalihkan perhatian lawan seperti; isyarat tangan, menggertak, membuat keributan, dll.

Kesalahan pada kedua belah pihak:

  • Ada pemain yang mengambil bola di lapangan lawan.
  • Menginjak dan melewati sat telapak kaki garis tengah (centre line).
  • Ada pemain (ataupun perlengkapan) yang melewati lapangan lawan, meskipun di atas atau di bawah net, kecuali ketika “the follow through ball“.
  • Mempermainkan bola lebih dari 3 kali.
  • Bola mengenai tangan.
  • Menahan/menjepit bola diantara lengan dan badan, antara kedua kaki atau badan.
  • Ada bagian badan atau perlengkapan pemain seperti; sepatu, pengikat kepala, dll, menyentuh net tiang, kursi wasit, atau jatuh di lapangan lawan. Batal juga diberikan kepada pemain yang menyentuh kursi wasit/linesman atau memegang pembatas sebelum menendang bola.
  • Bola mengenai loteng/atap atau dinding pembatas (objek lainnya).
  • Ada pemain sengaja memperlambat permainan yang tidak perlu (peringatan).

13. Sistem Perhitungan Angka

  • Jika penerima servis atau yang melakukan sepakmula terjadi kesalahan, otomatis akan memperoleh angka sekaligus melakukan sepak mula lagi.
  • Angka kemenangan setiap set maximum 21 angka. Kecuali ketika posisi angka 20-20, pemenang akan ditentukan pada saat selisih 2 angka sampai batas akhir 25 point, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 point.
  • Memberikan kesempatan istirahat 2 menit, masing-masing pada akhir set pertama/kedua termasuk tie break.
  • Jika masing-masing regu memenangkan 1 set, maka permainan akan dilanjutkan dengan set “tie break”  dengan 15 point, kecuali pada posisi 14-14, pemenang ditentukan pada selisih 2 angka, sampai batas akhir angka 17.
  • Sebelum set tiw break dimulai wasit II akan melakukan undian “Toss”. Regu yang menang undian toss akan melakukan sepak mula pada set tie break ini. Pada pertukaran tempat ketika set tie break akan dilakukan jika salah satu regu telah mencapai angka 8.

14. Time Out

  • Setiap regu dapat meminta “time out” 1 menit setiap set kepada wasit melalui tim manager atau pelatih (termasuk set “tie break“) ketika bola mati. Selama time out hanya 5 orang yang diperbolehkan berada di garis belakang/base line (3 pemain dan 2 pelatih.)

15. Penghentian Permainan Sementara

  • Wasit yang sedang memimpin pertandingan dapat menghentikan permainan sementara yang disebabkan oleh gangguan lapangan, gangguan keamanan, cuaca atau ada pemain cedera dengan waktu lebih dari 5 menit. Jika sudah lebih dari 5 menit pemain tidak dapat melanjutkan permainan, maka pergantian pemain dapat dilakukan sepanjang belum ada pergantian pemain sebelumnya.
  • Pemain yang cidera diizinkan 5 menit sebagai injury time, setelah 5 menit pemain tersebut tidak bisa melanjutkan permainan, maka pergantian bisa dilakukan selama belum terjadi pergantian pemain sebelumnya.
  • Selama penghentian sementara, semua pemain tidak diperbolehkan meninggalkan lapangan untuk menerima minuman/makanan atau bantuan lainnya.

16. Disiplin (Tata Tertib)

  • Setiap pemain harus mematuhi peraturan permainan.
  • Selama permainan berlangsung, hanya kapten regu yang diperbolehkan berhubungan dengan wasit, kecuali atas kehendak wasit.

17. Pinalty (Hukuman)

Pemain yang melanggar peraturan di bawah ini akan mendapat hukuman pernyataan dari wasit jika:

  • Melakukan sikap tidak sopan kepada pemain lain, penonton, atau wasit atas keputusan yang diambil.
  • Menunjukkan sikap tidak bersahabat dan tidak sopan.
  • Menghubungi wasit yang bertugas dengan kasar mengenai keputusan yang diambil.
  • Meninggalkan lapangan permainan tanpa permisi kepada wasit yang memimpin pertandingan.
  • Memberikan bola kepada pihak lawan dengan menggunakan kaki atau melemparkannya dengan kasar.
  • Berkelakuan tidak sopan selama pertandingan.

18. Penggunaan Kartu Wasit

  • Kartu kuning: untuk peringatan.
  • Kartu merah: untuk pengusiran.

Kartua merah akan diberikan kepada pemain jika:

  1. Pemain telah menerima dua kali kartu kuning pada pertandingan yang sama.
  2. Sikap kasar (tidak sopan) seperti; memukul, menendang, meludah, dll.
  3. Menggunakan kata-kata kotor atau caci maki.

Pemain yang sudah mendapatkan kartu merah harus segera keluar dari lapangan sebagai ganjaran indicipline.

Pemain yang sudah diberi kartu merah tidak diizinkan bermain pada permainan berikutna sampai dikeluarkan keputusan lain dari dewan hakim.

19. Pelanggaran Tim Official

Tindakan tata tertib diberikan kepada tim official karena:

  • Melanggar tata tertib dan peraturan permainan.
  • Mendukung tindakan pemainnya yang melanggar tata tertib dan peraturan permainan.
  • Mengganggu jalannya permainan.

20. Umum

Wasit yang memimpin pertandingan bersama official referee akan menggunakan kebijakannya untuk menyelesaikan masalah yang belum tercantum dalam peraturan ini. Keputusan official referee adalah mutlak (tidak dapat diganggu gugat).

Demikian pembahasan mengenai peraturan sepak takraw, semoga membantu.

Kamu juga bisa membaca tentang sejarah sepak takraw untuk mengenal lebih dalam lagi olahraga ini.

Sekian

Tinggalkan komentar