Teks Pancasila

Teks Pancasila – Sebuah negara harus memliki suatu landasan, prinsip, asas, dan dasar negara sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan bangsa.

Adanya dasar negara ini akan memudahkan pemerintah untuk mengatur kehidupan masyarakatnya.

Setiap tanggal 1 juni masyarakat Indonesia selalu memperingati hari lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

Fungsi Pancasila dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara adalah menjadi pandangan hidup, ideologi negara, falsafah, dan pedoman serta menjadi kepribadian bagi kehidupan bangsa Indonesia.

Pengertian Teks Pancasila

pengertian pancasila
youtube.com

Ideologi Pancasila menjadi dasar bagi kehidupan bangsa dan bernegara di Indonesia.

Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pancasila terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Sanskerta, panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila berarti lima prinsip atau asas yang digunakan sebagai dasar negara.

Makna Pancasila sebagai dasar negara adalah segala peraturan pemerintahan negara harus berlandaskan dan sesuai dengan Pancasila.

Terdapat lima sendi utama Pancasila yang tekandung dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 alinea ke-4.

Ada 45 butir pengamalan dari sila satu sampai lima dalam pancasila yang menjadi pedoman dan petunjuk bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus menghafal, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai pancasila dengan baik. Meneruskan perjuangan dan cita-cita para tokoh pendiri bangsa.

Sejarah Perumusan Teks Pancasila

sejarah pancasila
mediamudabanten.blogspot.id

Pancasila dibentuk oleh para tokoh pendiri bangsa Indonesia dengan cara musyawarah perumusan teks pancasila. Perumusan ini memerlukan waktu yang cukup lama, bukan hanya sekali pertemuan langsung jadi, tetapi memerlukan beberapa pertemuan sampai adanya kesepakatan diantara para tokoh.

Pada tanggal 1 Maret 1945 dibentuk lah sebuah organisasi yang bernama Dokuritsu Junbi Cosakai(dalam bahasa Jepang) atau BPUPKI(Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Organisasi ini dibentuk oleh Kumakichi Harada(kolonial Jepang).

Pembentukan BPUPKI sudah diumumkan oleh Kumaichi Harada pada tanggal 1 Maret 1945, tetapi organisasi ini baru diresmikan pada tanggal 29 April 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito.

Tujuan dibentuk BPUPKI adalah sebagai upaya Jepang mendapatkan dukungan dari bangsa Indonesia dengan menjanjikan bahwa akan membantu proses kemerdekaan Indonesia.

Pancasila dikemukakan oleh Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidatonya secara langsung, kemudian hari itu dikenal sebagai “Hari Lahirnya Pancasila”.

Soekarno menyampaikan gagasan mengenai lima dasar negara Indonesia yang disebut dengan Pancasila. Bung Karno menjelaskan jika Pancasila ini adalah kerangka “satu kesatuan”, yang tidak akan terpisahkan satu sama lain.

Jepang membubarkan BPUPKI dan membentuk PPKI(Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Inkai(dalam bahasa Jepang).

Sebelum BPUPKI diganti dengan PPKI, dibentuklah pantia kecil beranggotakan sembilan orang, yaitu Panitia Sembilan yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Tugas Panitia Sembilan adalah mengolah usulan dari para anggota BPUPKI mengenai dasar negara Republik Indonesia.

Panitia Sembilan menghasilkan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945. Piagam Jakarta berisi dokumen rancangan asas dan tujuan Indonesia merdeka.

Isi Teks Pancasila Beserta Lambang dan Maknanya

pancasila
markijar.com

Setiap sila dalam teks pancasila, masing-masing memiliki lambang dan makna tersendiri.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

sila pertama, bintang tunggal
markijar.com

Sila kesatu (Ketuhanan Yang Maha Esa) merupakan pembukaan teks pancasila.

Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan bintang di tengah perisai. Bintang yang becahaya dan memiliki lima sudut berlatar hitam.

Sila pertama ini bermakna bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Satu.

Masyarakat harus mengembangkan sikap saling menghormati dan membina kerukunan hidup antara sesama pemeluk agama dengan kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

sila kedua, rantai emas
markijar.com

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan rantai emas berbentuk  persegi dan bulatan yang saling berkaitan satu sama lain sehingga membentuk sebuah lingkaran.

Mata rantai berbentuk persegi melambangkan seorang laki-laki, sedangkan mata rantai berbentuk bulat melambangkan seorang perempuan.

Kedua mata rantai tersebut saling berkaitan dan melambangkan hubungan antara manusia, yaitu laki-laki dan perempuan saling membutuhkan satu sama lain dan harus bersatu supaya semakin kuat seperti rantai.

Lambang rantai ini bermakna seluruh masyarakat Indonesia harus menjalani kehidupannya secara adil dan beradab dalam hubungan dengan masyarakat lain supaya menjadi lebih kuat.

3. Persatuan Indonesia

sila ketiga, pohon beringin
markijar.com

Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin yang memiliki akar dan sulur yang lebat di bagian kiri atas perisai berlatar putih. Akar dan sulur tersebut melambangkan keberagaman masyarakat di Indonesia

Lambang pohon beringin ini bermakna bahwa seluruh masyarakat Indonesia harus mementingkan persatuan dan kesatuan walaupun berbeda ras, suku, dan agama.

Pancasila menjadi tempat berlindung bagi masyarakat Indonesia supaya merasa aman, nyaman, dan tentram di atas kepentingan pribadi atau golongan dan perbedaan antar suku bangsa.

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan

sila keempat, kepala banteng
markijar.com

Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Pemusyawaratan dan Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai berlatar merah.

Dalam kehidupan nyata banteng adalah makhluk yang hidup berkelompok dan saling melindungi, sehingga mereka semakin kuat dan bisa terhindar dari pemangsanya.

Lambang kepala banteng bermakna, setiap masyarakat dan warga negara Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama tanpa memaksakan kehendak kepada orang lain.

Setiap ada permasalahan harus mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan dan untuk kepentingan bersama. bukan individu.

Musyawarah untuk mencapai mufakat dengan semangat kekeluargaan, saling menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang sudah disepakati pada hasil musyawarah.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

sila kelima, padi dan kapas
markijar.com

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan padi dan kapas pada bagian kanan bawah perisai berlatar putih.

Padi dan kapas melambangkan kebutuhan pokok makhluk hidup, yaitu kebutuhan akan pangan dan sandang. Kebutuhan pangan dan sandang masyarakat yang terpenuhi menjadi syarat kemakmuran suatu negara.

Lambang padi dan kapas bermakna seluruh masyarakat Indonesia harus mengembangkan sikap adil terhadap sesama, sikap yang mencerminkan suasana kekeluargaan dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Penerapan Teks Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari

penerapan pancasila dalam kehidupan sehari-hari
akuntt.com

Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. Artinya, Pancasila menjadi pedoman untuk menjalani kehidupan sehari-hari dan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat.

Penerapan Sila Pertama Dalam Kehidupan Sehari-hari 1

Sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” berkaitan dengan hubungan antara manusia dan Tuhannya.

Contoh perilaku yang mencerminkan sila pertama dalam kehidupan sehari-hari adalah :

  1. Percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.
  2. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah dan membina kerukunan antara pemeluk agama sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  3. Tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah.
  4. Tidak memaksakan agama dan kepercayaan kepada orang lain.

Penerapan Sila Kedua Dalam Kehidupan Sehari-hari 2

Sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” berkaitan dengan perilaku kita sebagai manusia dengan sesamanya.

Contoh perilaku yang mencerminkan sila kedua dalam kehidupan sehari-hari adalah :

  1. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira di masyarakat.
  2. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  3. Selalu ikut serta dalam kegiatan kemanusiaan dan berani membela kebenaran dan keadilan.
  4. Tidak mengejek orang lain yang berbeda suku, ras, warna kulit, kedudukan sosial, dan sebagainya.
  5. Saling menghormati dan tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjalani kehidupan di masyarakat tanpa membeda-bedakan satu sama lain.

Penerapan Sila Ketiga Dalam Kehidupan Sehari-hari 3

Sila ketiga yang berbunyi “Persatuan Indonesia” berhubungan dengan perilaku kita sebagai warga negara Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Contoh perilaku yang mencerminkan sila ketiga dalam kehidupan sehari-hari adalah :

  1. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa dengan membeli produk lokal, dan sebagainya.
  2. Rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa saat diperlukan.
  3. Menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  4. Memprioritaskan persatuan Indonesia berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika.
  5. Mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  6. Menjaga nama baik bangsa dan negara dimanapun kita berada.

Penerapan Sila Keempat Dalam Kehidupan Sehari-hari 4

Sila keempat yang berbunyi “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan” berkaitan pada perilaku masyarakat saat terjadi permasalahan dan menyelesaikan masalah tersebut dengan cara musyawarah.

Contoh perilaku yang mencerminkan sila keempat dalam kehidupan sehari-hari adalah :

  1. Seluruh masyarakat Indonesia memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Melakukan musyawarah untuk mencari solusi dan kesepakatan bersama saat terjadi permasalahan demi kepentingan bersama.
  3. Ikut serta dalam setiap musyawarah yang diadakan di lingkungan sekitar.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat dengan semangat kekeluargaan.
  5. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain yang berbeda pendapat.
  6. Menerima dan menghormati setiap usulan dan keputusan yang tidak selaras dengan pendapat kita.
  7. Melakukan musyawarah dengan akal sehat dan hati nurani.
  8. Setiap keputusan yang diambil harus bisa dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran serta keadilan.
  9. Mengutamakan kepentingan bersama saat bermusyawarah daripada kepentingan pribadi dan golongan.

Penerapan Sila Kelima Dalam Kehidupan Sehari-hari 5

Sila kelima yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” ini berhubungan erat dengan perilaku masyarakat terhadap keadilannya pada orang lain.

Contoh sikap yang mencerminkan sila kelima dalam kehidupan sehari-hari adalah :

  1. Melakukan perbuatan yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan.
  2. Bersikap adil terhadap sesama dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  3. Menghormati orang lain dalam kehidupan di masyarakat.
  4. Memberi pertolongan kepada orang lain yang sedang kesusahan.
  5. Tidak melakukan gaya hidup yang mewah dan boros.
  6. Tidak merugikan orang lain untuk kepentingan pribadi.
  7. Selalu bekerja keras dan melakukan kegiatan positif demi mewujudkan kemajuan bangsa yang merata.
  8. Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan untuk kepentingan bersama.

Penutup

Sebagai warga negara Indonesia kita harus mengembangkan rasa cinta tanah air dan tepa selira.

Kita juga harus menjaga persatuan dan kesatuan di negeri kita tercinta ini.

Meneladani dan meneruskan perjuangan para pahlawan dengan menjaga kerukunan bangsa dan NKRI.

Jangan sampai kita dipecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kita satu, Indonesia.

Sekian.

Tinggalkan komentar